Klasemen Super League: Persija Terancam Digusur Borneo FC

Macan Kemayoran Gagal Pangkas Jarak, Persija Ditahan Imbang Borneo FC di Kandang Sendiri

Persija Jakarta kembali harus menelan pil pahit setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC dalam lanjutan Liga Super yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa malam. Hasil ini tentu saja mengecewakan bagi kubu Macan Kemayoran yang berambisi memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung. Dengan tambahan satu poin, Persija kini mengumpulkan total 51 poin dari 24 pertandingan.

Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri ini terasa lebih menyakitkan mengingat Persija sempat unggul hingga menit-menit akhir pertandingan. Kapten tim, Rizky Ridho, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas hilangnya momentum kemenangan di pengujung laga. Gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Borneo FC pada menit ke-90+4 menjadi pukulan telak bagi skuad Macan Kemayoran.

Persija Terancam Digusur Borneo FC

Hasil imbang ini tidak hanya menggagalkan ambisi Persija untuk mendekati Persib Bandung yang kini nyaman di puncak klasemen dengan 54 poin, tetapi juga menempatkan posisi mereka di peringkat kedua klasemen menjadi rawan. Persija telah memainkan 24 pertandingan, sementara Persib baru memainkan 23 laga.

Namun, ancaman terbesar justru datang dari tim peringkat ketiga, Borneo FC. Dengan raihan 50 poin dari 23 pertandingan, tim berjuluk Pesut Etam ini memiliki peluang besar untuk menyalip Persija jika mampu meraih kemenangan di laga berikutnya. Perbedaan satu poin dan satu pertandingan yang belum dimainkan menjadi catatan penting yang patut diwaspadai oleh tim asuhan Thomas Doll.

Drama Gol di Menit Akhir

Sepanjang pertandingan, Persija sebenarnya menunjukkan performa yang cukup dominan. Mereka sempat unggul melalui gol-gol yang dicetak oleh Gustavo Almeida dan Fabio Calonego. Keunggulan 2-1 ini bertahan hingga waktu normal pertandingan berakhir, membuat para pendukung Persija, The Jakmania, yang memadati stadion yakin akan meraih tiga poin penuh.

Namun, harapan tersebut pupus di menit-menit akhir. Empat menit tambahan waktu yang diberikan oleh wasit menjadi momen krusial yang dimanfaatkan oleh Borneo FC. Ikhsanul Zikrak berhasil mencetak gol penyeimbang di menit ke-90+4, mengubah papan skor menjadi 2-2 dan memaksa Persija harus puas berbagi poin di hadapan publiknya sendiri.

Rizky Ridho Ungkapkan Kekecewaan

Pasca pertandingan, Rizky Ridho tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia mengakui bahwa seluruh pemain merasakan hal yang sama karena telah kehilangan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

“Sayang sekali harus buang dua poin, semua pemain merasa kecewa dengan hasil pertandingan ini,” ujar Ridho kepada awak media.

Meskipun demikian, bek muda ini menegaskan bahwa semangat juang Persija belum padam dalam perburuan gelar juara musim ini.

“Kami masih berusaha mendekatkan diri ke puncak klasemen dan terus berjuang hingga akhir kompetisi,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Lini Pertahanan Menjadi Sorotan Utama

Kebobolan di menit-menit akhir pertandingan kembali menjadi catatan negatif bagi lini pertahanan Persija. Dalam tiga pertandingan terakhir, Macan Kemayoran tercatat selalu gagal mencatatkan clean sheet.

Sebelumnya, saat menghadapi Malut United, Persija juga kebobolan dua gol meskipun akhirnya berhasil menang dengan skor 3-2. Begitu pula saat mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1, mereka juga sempat kemasukan satu gol.

Rizky Ridho mengakui bahwa masalah konsentrasi menjadi penyebab utama timnya kerap kebobolan di penghujung laga.

“Memang jarang clean sheet belakangan ini karena kami sering kebobolan di menit akhir. Ke depan kami harus lebih fokus dan konsentrasi,” jelasnya.

Menghadapi Sisa Laga dengan Mental Final

Menghadapi sisa kompetisi yang semakin sedikit, Rizky Ridho menekankan pentingnya mentalitas para pemain untuk menghadapi setiap pertandingan layaknya sebuah partai final.

“Kami akan tetap bertarung dalam 10–11 laga ke depan dan menjadikan setiap pertandingan sebagai final bagi kami,” pungkasnya.

Dengan persaingan di papan atas klasemen yang semakin memanas, Persija dituntut untuk menunjukkan konsistensi performa yang lebih baik jika ingin tetap menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara Liga Super musim ini. Setiap poin yang terbuang kini memiliki arti yang sangat krusial dalam menentukan nasib mereka di akhir musim.

Pos terkait