Persebaya Surabaya Dihadang Krisis Pemain Jelang Duel Krusial Melawan PSM Makassar
Persebaya Surabaya tengah menghadapi situasi pelik menjelang pertandingan penting melawan PSM Makassar pada pekan ke-23 Liga Super 2025/26. Empat pemain kunci tim berjuluk Green Force dilaporkan belum sepenuhnya pulih dari cedera, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kekuatan tim yang akan diturunkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam.
Kekalahan beruntun dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara semakin menambah tekanan pada Persebaya. Pertandingan melawan PSM Makassar bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan duel gengsi yang akan menguji mental dan ketahanan tim.
Perkembangan Kondisi Pemain Inti
Informasi terbaru mengenai kondisi para pemain yang cedera memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi skuad asuhan Bernardo Tavares. Berdasarkan laporan dari akun penggemar Persebaya, perkembangan empat pemain yang sebelumnya masuk daftar cedera menjadi perhatian utama.
Mihailo Perovic dan Risto Mitrevski: Keduanya menunjukkan progres positif dengan telah mengikuti sesi latihan resmi Persebaya Surabaya pada malam sebelumnya. Bergabungnya mereka dalam latihan memberikan sedikit angin segar bagi tim. Namun, belum ada jaminan bahwa kedua pemain ini akan berada dalam kondisi prima untuk bermain penuh selama 90 menit.
Bruno Paraiba dan Malik Risaldi: Berbeda dengan Perovic dan Mitrevski, Bruno Paraiba dan Malik Risaldi dilaporkan masih menjalani latihan secara terpisah. Hal ini mengindikasikan bahwa proses pemulihan mereka belum sepenuhnya selesai dan mereka masih berpacu dengan waktu untuk bisa diturunkan dalam pertandingan.
Absennya Bruno Paraiba dan Malik Risaldi akan menjadi pukulan telak bagi Persebaya. Bruno Paraiba dikenal sebagai salah satu andalan di lini depan, sementara Malik Risaldi memiliki peran vital dalam skema serangan tim. Kehilangan dua pemain ini tentu akan membatasi opsi taktik yang bisa diterapkan oleh pelatih Bernardo Tavares.
Pernyataan Pelatih dan Kapten Tim
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa kondisi tim belum ideal menjelang pertandingan melawan PSM. Ia menyatakan bahwa sejumlah pemain absen karena cedera, akumulasi kartu, atau kondisi fisik yang belum sepenuhnya fit. Situasi ini membuat rotasi pemain menjadi sangat terbatas dalam beberapa pertandingan terakhir, menyempitkan pilihan taktik bagi tim.
Tavares menekankan bahwa dalam situasi sulit ini, seluruh pemain yang tersedia harus menunjukkan fokus dan kerja keras ekstra. Ia menyoroti pentingnya konsentrasi serta peningkatan jarak tempuh lari di lapangan untuk menjaga intensitas permainan.
“Kami harus percaya pada pemain yang tersedia dan mereka harus menangkap kesempatan itu,” ujar Bernardo Tavares. Pernyataan ini menjadi sinyal kepercayaan sekaligus tantangan bagi para pemain lapis kedua untuk membuktikan diri.
Di tengah tekanan yang dihadapi tim, kapten Persebaya, Bruno Moreira, turut menyuarakan semangat kebangkitan. Ia menegaskan bahwa seluruh skuad memiliki tekad kuat untuk memberikan hasil yang membanggakan bagi para Bonek dan Bonita. Periode sulit ini dianggap sebagai bagian dari dinamika kompetisi yang menguji mental tim. Menurutnya, respons tim dalam pertandingan terdekat akan menjadi penentu arah perjalanan musim ini.
Pertandingan Krusial dengan Luka yang Sama
Laga melawan PSM Makassar menjadi semakin krusial karena kedua tim sama-sama datang dengan catatan minor. Tim berjuluk Juku Eja juga baru saja mengalami dua kekalahan beruntun dalam dua pertandingan terakhir mereka. Ini berarti pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo berpotensi berlangsung sangat ketat sejak menit awal. Kedua tim akan sama-sama berjuang keras untuk meraih kemenangan demi memulihkan kepercayaan diri dan memperbaiki posisi di klasemen.
Dukungan penuh dari para suporter diharapkan dapat memberikan energi tambahan bagi Persebaya Surabaya. Tavares secara khusus meminta Bonek dan Bonita untuk terus memberikan dorongan agar tim tidak kehilangan rasa percaya diri saat berada di bawah tekanan. Atmosfer kandang yang positif dapat menjadi faktor pembeda yang signifikan jika dimaksimalkan dengan baik. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan performa yang disiplin dan minim kesalahan di atas lapangan.
Harapan dan Tantangan di Depan Mata
Perkembangan kondisi empat pemain yang cedera menjadi fokus utama menjelang laga kontra PSM. Dua pemain yang telah kembali berlatih memberikan harapan, sementara nasib dua pemain lainnya masih menunggu kepastian. Keputusan akhir mengenai siapa saja yang akan masuk dalam daftar susunan pemain kemungkinan baru akan ditentukan mendekati waktu kick-off, bergantung pada perkembangan terakhir kondisi fisik masing-masing pemain.
Bagi Persebaya, pertandingan pekan ke-23 ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah momentum untuk membuktikan karakter tim di tengah badai cedera dan tekanan hasil minor. Jika mampu melewati ujian ini dengan kepala tegak, Persebaya Surabaya berpotensi menemukan kembali ritme positifnya. Sebaliknya, kegagalan meraih hasil maksimal akan memperpanjang periode sulit yang sedang dihadapi.
Kini, sorotan tertuju pada keempat pemain yang tengah berjuang melawan waktu. Pembaruan kondisi mereka akan menjadi penentu besar kecilnya peluang Persebaya Surabaya dalam meredam ambisi PSM Makassar di kandang sendiri.





