Koster gaspol jadikan olahraga ikon wisata Bali, target PON 2028 dipercepat

Gubernur Bali Berkomitmen Tingkatkan Pariwisata Melalui Olahraga

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu ikon strategis pariwisata Pulau Dewata. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Senin (23/3/2026). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta serta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.

Koster menilai bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional memiliki potensi besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas ke Bali. Menurutnya, olahraga dapat menjadi daya tarik baru selain budaya dan adat istiadat yang selama ini menjadi andalan pulau ini.

“Event olahraga yang melibatkan atlet internasional akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata dan membuka peluang kemajuan cabang olahraga di Bali,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pada periode kepemimpinannya saat ini, olahraga akan didorong lebih serius sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, termasuk sebagai sarana peningkatan prestasi sekaligus penggerak ekonomi.

Namun demikian, Koster mengingatkan agar pembinaan olahraga dilakukan secara realistis dengan mengedepankan potensi alamiah daerah. Ia meminta pengurus KONI Bali fokus mengembangkan cabang olahraga yang memang menjadi kekuatan Bali.

“Kita harus tahu kekuatan alami Bali. Jangan memaksakan cabang olahraga yang bukan menjadi potensi kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari tingkat dasar hingga elite. Menurutnya, ekosistem olahraga yang baik harus didukung oleh pembibitan, manajemen organisasi yang solid, serta sarana prasarana yang memadai.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyoroti posisi Nyoman Giri Prasta sebagai calon tunggal Ketua KONI Bali. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan signifikan dan memastikan tidak ada cabang olahraga yang berjalan tanpa arah.

“Jangan sampai ada cabor berjalan autopilot. Semua harus terarah dan punya target jelas, apalagi menghadapi PON XXII 2028,” tegasnya.

Capaian Bali pada PON 2024

Perwakilan KONI Pusat, Markus Othniel Mamahit, menyampaikan apresiasi atas capaian Bali pada PON 2024 yang berhasil menempati peringkat ketujuh dari 39 provinsi dengan raihan 36 emas, 38 perak, dan 60 perunggu. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi pada PON XXII 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.

Di sisi lain, Nyoman Giri Prasta menegaskan pentingnya pembenahan sistem pembinaan atlet berbasis data yang akurat, mulai dari tingkat banjar hingga kabupaten/kota. Ia juga mendorong pemanfaatan sport science untuk meningkatkan kualitas atlet Bali.

“Pendataan atlet harus akurat. Lebih sulit lagi kalau kita bekerja tanpa data,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus KONI, cabang olahraga, dan pemerintah daerah agar pembinaan berjalan efektif dan terarah.

Momen Strategis untuk PON 2028

Menatap agenda besar ke depan, Giri Prasta menyebut PON 2028 sebagai momentum strategis untuk meningkatkan prestasi Bali. Selain itu, Bali juga akan menggelar Porprov 2027 di Kabupaten Buleleng sebagai ajang pemanasan.

Terkait pendanaan, ia membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sebagai “bapak angkat” cabang olahraga, tanpa melanggar regulasi yang berlaku.

Musorprov KONI Bali ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan baru guna mendorong prestasi olahraga Bali yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Pos terkait