Kemenangan Dramatis Persita Tangerang atas Arema FC: 10 Pemain Tak Gentar Raih Tiga Poin
Pertandingan lanjutan Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Selasa (30/12) menyajikan drama luar biasa ketika Persita Tangerang berhasil mencuri tiga poin berharga dari tuan rumah Arema FC. Keberhasilan ini terasa lebih manis mengingat tim berjuluk ‘Pendekar Cisadane’ terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah salah satu punggawa mereka diganjar kartu merah di pertengahan laga. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Andrejic Aleksa pada menit ke-90+1, memastikan kemenangan dramatis bagi tim tamu.

Sepanjang jalannya pertandingan, Persita Tangerang memang tercatat kalah dalam hal penguasaan bola. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Arema FC, yang semakin intens ketika Andrean Benyamin Rindorino harus keluar lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit Asep Yandis pada menit ke-69. Keputusan tersebut diambil wasit setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), menyusul pelanggaran yang dilakukan Andrean terhadap Dedik Setiawan.
Namun, situasi bermain sepuluh orang justru memicu respons tak terduga dari Persita Tangerang. Tim tamu menunjukkan taktik yang lebih matang dan efisiensi serangan yang mematikan, sementara Arema FC terlihat kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Persita. Puncak dari kesulitan tuan rumah terjadi melalui sebuah blunder yang dilakukan oleh Muhammad Rafli. Bola berhasil direbut oleh pemain Persita yang kemudian melancarkan serangan balik cepat. Dalam momen krusial tersebut, Aleksa berhasil melepaskan tendangan keras yang merobek jala gawang Arema FC, memastikan keunggulan tipis di akhir laga.
Strategi Jitu Pelatih Carlos Pena
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, patut diacungi jempol atas strategi pergantian pemain yang dilakukannya. Keputusan untuk memasukkan tiga pemain sekaligus di menit ke-82, setelah timnya bermain dengan sepuluh orang, terbukti sangat efektif dalam mengubah dinamika pertandingan. Dejan Racic, Andrejic Aleksa, dan Aep Nursofyan masuk menggantikan pemain lain, membawa perubahan skema permainan yang lebih segar dan tajam.
“Di pergantian terakhir kita manfaatkan tiga pemain, saya masukkan Dejan, Aleksa, dan Aep. Saya tahu kualitas Dejan, dengan kualitas kita bisa memanfaatkan itu dan bisa membuat pertandingan lebih baik,” ungkap Pena usai laga, Selasa (30/12) malam WIB.
Pena menekankan betapa berharganya tiga poin yang berhasil diraih dalam laga tandang melawan Arema FC. Apalagi, timnya datang ke Malang tanpa diperkuat dua pemain kunci, Pablo Ganet dan kapten tim Muhammad Toha. Absennya kedua pemain tersebut memaksa Pena untuk melakukan penyesuaian gaya bermain timnya.
“Kita harus survive dengan fakta yang terjadi di lapangan (menerima kartu merah). Saya bangga dengan pemain saya bisa bermain dan kerja keras sampai menit terakhir dan mendapatkan tiga poin. Ini poin yang sangat berharga buat kita,” ujar pelatih asal Spanyol ini dengan penuh rasa bangga.
Evaluasi Performa Individu
Meski meraih kemenangan penting, Carlos Pena menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait konsistensi penampilan Hokky Caraka. Striker yang juga merupakan bagian dari Timnas Indonesia ini mendapatkan satu peluang emas untuk mencetak gol saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Arema FC, Lucas Frigeri, pada menit ke-62. Namun, sepakan mendatarnya masih bisa diamankan oleh Frigeri.

“Saya kira dia [Hokky Caraka] harusnya bisa termotivasi untuk bisa mencetak gol, dia juga punya peluang untuk bisa mencetak gol. Tapi dia terlalu lama untuk berpikir, ketika berhadapan dengan penjaga gawang sehingga dia gagal mencetak gol,” pungkas Pena, memberikan evaluasi jujur terhadap performa anak asuhnya tersebut.
Posisi Klasemen Terbaru
Kemenangan dramatis ini membawa Persita Tangerang naik ke posisi kelima klasemen sementara Super League 2025/26 dengan mengoleksi 25 poin. Mereka kini terpaut enam angka dari Malut United yang menempati posisi keempat. Tim asuhan Carlos Pena ini berhasil mengumpulkan 25 poin dari hasil 7 kemenangan, empat kali imbang, dan empat kali kekalahan.
Sementara itu, Arema FC harus tertahan di posisi kesebelas dengan total 18 poin. Catatan ‘Singo Edan’ hingga pekan ini adalah empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan taktik yang cerdas dapat mengalahkan keunggulan jumlah pemain.






