Lonjakan Pemesanan Tiket Bus AKAP Jelang Idulfitri 1447 H di Terminal Kampung Rambutan
Memasuki periode menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Terminal Kampung Rambutan di Ciracas, Jakarta Timur, menunjukkan geliat aktivitas yang signifikan. Lonjakan pemesanan tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tercatat mengalami peningkatan drastis, mengindikasikan antusiasme masyarakat untuk merayakan hari besar keagamaan di kampung halaman.
Pihak Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya, salah satu operator besar yang melayani rute dari Terminal Kampung Rambutan, melaporkan angka penjualan tiket yang melampaui ekspektasi. Hingga awal Maret 2026, tercatat sekitar 700 tiket keberangkatan bus AKAP Sinar Jaya telah berhasil terjual. Angka ini bahkan diprediksi akan terus bertambah seiring mendekatnya tanggal libur Idulfitri.
Lonjakan pemesanan ini bukan hanya sekadar peningkatan biasa, melainkan sebuah fenomena yang patut dicermati. Penanggung Jawab PO Sinar Jaya di Terminal Kampung Rambutan, Sutrisno Rico, mengungkapkan bahwa kenaikan pemesanan tiket tahun ini mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan periode mudik Lebaran tahun 2025. “Sangat ada kenaikan di tahun ini. Dari (keberangkatan) mulai tanggal 12 (Maret 2026) ini kita banyak yang sudah penuh,” ujar Sutrisno saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan pada Rabu, 4 Maret 2026.
Destinasi Favorit dan Ketersediaan Tiket yang Terbatas
Data sementara menunjukkan bahwa mayoritas pemudik memesan tiket keberangkatan untuk periode tanggal 17 hingga 19 Maret 2026. Tanggal-tanggal ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tiba di kampung halaman tepat waktu untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga besar.
Beberapa destinasi jarak jauh menjadi favorit dan menunjukkan tingkat okupansi yang sangat tinggi. Kota-kota seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Malang dilaporkan sudah penuh terpesan jauh lebih awal. Hal ini menunjukkan bahwa rute-rute tersebut tetap menjadi primadona bagi para pemudik yang ingin kembali ke tanah kelahiran mereka.
“Terutama jarak jauh untuk Jogja, Surabaya, Malang itu sudah penuh semua,” tegas Sutrisno. Keterbatasan ketersediaan tiket pada tanggal-tanggal puncak ini menjadi konsekuensi logis dari tingginya permintaan.
Penyesuaian Harga Tiket di Periode Puncak
Seiring dengan tingginya permintaan dan terbatasnya ketersediaan, terjadi pula penyesuaian harga tiket, terutama pada tanggal-tanggal keberangkatan puncak. Sutrisno Rico menjelaskan bahwa harga tiket memang mengalami lonjakan pada periode 17, 18, dan 19 Maret 2026. Kenaikan harga ini merupakan strategi bisnis untuk mengelola tingginya permintaan di momen-momen krusial.
Sebagai ilustrasi, harga tiket bus eksekutif dengan fitur leg rest untuk tujuan Yogyakarta dan Malang yang pada kondisi normal berkisar Rp220.000, pada periode 17-19 Maret 2026 mengalami kenaikan menjadi Rp400.000. Kenaikan ini tentu perlu dipertimbangkan oleh para pemudik dalam perencanaan anggaran perjalanan mereka.

Bagi pemudik yang menginginkan kenyamanan lebih, bus jenis sleeper juga menjadi pilihan. Namun, kenaikan harga juga berlaku untuk jenis bus ini. Pada periode yang sama, harga tiket bus sleeper PO Sinar Jaya dilaporkan naik hingga berkisar Rp700.000. Pilihan jenis bus yang beragam ini memungkinkan masyarakat untuk tetap dapat memilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Persiapan Tambahan untuk Mengantisipasi Lonjakan Penumpang
Menyadari potensi lonjakan penumpang yang mungkin terjadi secara mendadak, PO Sinar Jaya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Perusahaan berencana untuk menyiapkan armada bus bantuan tambahan. Bus-bus bantuan ini akan dikerahkan jika terjadi lonjakan penumpang yang tidak terduga atau jika ada penumpang dadakan yang belum mendapatkan tiket.
“Langkah-langkah dari perusahaan kami nanti memang ada persiapan bus bantuan. Bila nanti ada penumpang dadakan, dan lonjakan penumpang itu akan kita pergunakan,” tutur Sutrisno, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memastikan kelancaran arus mudik bagi para penumpang.
Persiapan ini penting untuk menghindari penumpukan penumpang di terminal dan memastikan bahwa setiap pemudik dapat terakomodasi dengan baik. Dengan demikian, diharapkan arus mudik Idulfitri 1447 H dapat berjalan lancar dan aman, memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh masyarakat.






