Lebaran Tiba, Kredit Mobil Bekas Multifnance Meroket

Lonjakan Pembiayaan Kendaraan Roda Empat Menjelang Lebaran: Analisis OJK dan Proyeksi Industri

Memasuki periode menjelang Hari Raya Idulfitri, sektor pembiayaan kendaraan roda empat di industri multifinance menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa angka piutang pembiayaan untuk lini kendaraan ini mengalami peningkatan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan mobilitas dan aktivitas menjelang momen musiman tersebut.

Pertumbuhan Piutang Kendaraan Roda Empat: Angka dan Tren

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, memaparkan data yang mengindikasikan tren positif ini. Dalam periode 2022 hingga 2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat oleh multifinance mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 6,80% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan kondisi pasar yang stabil, tetapi juga menunjukkan adanya lonjakan menjelang periode-periode penting seperti Lebaran.

Lebih menarik lagi, Agusman menyoroti bahwa segmen kendaraan roda empat bekas mencatat rata-rata pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 12,75% yoy. Fenomena ini, menurutnya, mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen. Masyarakat cenderung memilih kendaraan bekas karena menawarkan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam skema pembiayaan. Hingga Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat oleh multifinance telah mencapai angka yang impresif, yaitu sebesar Rp 229,43 triliun.

Prospek Cerah dari Pelaku Industri: PT Mandiri Utama Finance (MUF)

Pandangan positif terhadap prospek pembiayaan kendaraan juga diamini oleh salah satu pemain utama di industri ini, PT Mandiri Utama Finance (MUF). Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga, menyatakan bahwa prospek pembiayaan kendaraan di tahun ini masih sangat menjanjikan. Peluang pertumbuhan dinilai tetap terbuka lebar, mengingat kebutuhan akan kendaraan masih menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat, baik untuk menunjang mobilitas sehari-hari maupun untuk mendukung aktivitas produktif.

“Apalagi menjelang Lebaran, biasanya permintaan kendaraan cenderung meningkat karena kebutuhan perjalanan bersama keluarga,” ujar Dapot, menekankan faktor musiman yang selalu mendorong permintaan.

Dengan adanya momentum tersebut, MUF menaruh optimisme tinggi bahwa sektor pembiayaan kendaraan dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dapot merinci lebih lanjut mengenai kinerja MUF, di mana penyaluran pembiayaan kendaraan perusahaan tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 17,2% secara yoy per Januari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa MUF mampu menangkap peluang pasar dengan baik, terutama dalam menghadapi permintaan yang meningkat.

Gambaran Industri Multifnance Secara Keseluruhan

Melihat gambaran industri multifinance secara keseluruhan, OJK melaporkan bahwa total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 508,27 triliun per Januari 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,78% secara tahunan. Meskipun pertumbuhan industri secara agregat mungkin terlihat moderat, namun lonjakan yang terjadi pada segmen pembiayaan kendaraan roda empat, khususnya kendaraan bekas, memberikan sinyal positif dan menunjukkan adanya segmen pasar yang dinamis dan berpotensi besar.

Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini meliputi:

  • Momentum Musiman: Periode libur panjang seperti Lebaran selalu menjadi pendorong utama permintaan kendaraan, baik untuk keperluan pribadi maupun mudik.
  • Keterjangkauan Harga: Peningkatan popularitas kendaraan bekas menunjukkan bahwa aspek harga menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian kendaraan.
  • Fleksibilitas Pembiayaan: Industri multifinance terus berinovasi dalam menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kemampuan finansial masyarakat.
  • Kebutuhan Mobilitas dan Produktivitas: Kendaraan bukan lagi sekadar barang mewah, melainkan telah menjadi kebutuhan esensial untuk menunjang mobilitas sehari-hari dan aktivitas yang menghasilkan pendapatan.

Dengan tren yang positif ini, para pelaku industri multifinance diharapkan dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan menawarkan produk serta layanan yang inovatif untuk terus mendorong pertumbuhan sektor pembiayaan kendaraan di masa mendatang.

Pos terkait