Perjalanan dari Bandung ke Bali Kini Lebih Mudah dengan KA Sangkuriang
Mulai 1 Mei 2026, warga Bandung memiliki pilihan baru untuk bepergian ke Bali dengan kereta api melalui layanan KA Sangkuriang. Rute ini menghubungkan Bandung ke Ketapang, Banyuwangi, sebagai jalur penghubung ke Pulau Dewata. Setibanya di Banyuwangi, perjalanan dilanjutkan dari Pelabuhan Ketapang menggunakan kapal ferry menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali.
Perjalanan dimulai dengan menaiki KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang. Kereta dijadwalkan berangkat pukul 14.45 WIB dari Stasiun Bandung dan tiba di Stasiun Ketapang keesokan harinya pukul 06.52 WIB. Sementara itu, perjalanan sebaliknya dari Ketapang ke Bandung berangkat pukul 15.00 WIB dan tiba pukul 08.30 WIB. Dengan kombinasi perjalanan kereta dan ferry, total waktu tempuh dari Bandung ke Bali diperkirakan sekitar 16 jam.
Tarif dan Promo Tiket
Harga tiket KA Sangkuriang bervariasi, mulai dari Rp 500.000 untuk kelas ekonomi, Rp 750.000 untuk kelas eksekutif, hingga Rp 2,5 juta untuk Suite Class Compartment. Dalam rangka pembukaan rute baru, tersedia promo diskon tiket hingga 50 persen. Setibanya di Ketapang, penumpang hanya perlu berjalan sekitar 350 meter menuju pelabuhan. Kapal ferry dari Ketapang ke Gilimanuk beroperasi setiap jam selama 24 jam dengan tarif mulai Rp 10.600 untuk penumpang umum.
Fasilitas dan Kelas Layanan
Berdasarkan informasi yang dikutip dari unggahan @sahabat_kereta, KA Sangkuriang menyediakan 3 kelas yakni Compartment Suites, Eksekutif, dan Ekonomi Premium. Masyarakat bisa dengan leluasa memilih kelas yang mereka butuhkan guna terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman.
Compartment Suites
- 16 seat private & legrest
- Kursi reclining hingga 180 derajat
- Penumpang diperbolehkan makan, minum, tidur selama perjalanan karena dilengkapi juga dengan meja lipat, bantal sekaligus selimut agar perjalanan tetap nyaman
- Tersedia fasilitas elektronik lainnya seperti TV, Tablet, Handphone, AC, universal stopkontak, dan USB charger
- Terdapat 1 toilet, dan masing-masing penumpang mendapatkan gratis bagasi hingga 20 kg
Eksekutif
- 50 seat dan footrest
- Kursi reclining
- Meja lipat, dan selimut sebagai fasilitas agar penumpang bisa tidur dengan nyaman
- Tersedia fasilitas elektronik seperti TV audio video on demand, AC, serta stopkontak
- Terdapat 2 toilet, dan masing-masing penumpang mendapatkan gratis bagasi hingga 20 kg
Ekonomi Premium
- Tersedia hingga 80 seat
- Kursi reclining
- Tersedia fasilitas elektronik seperti TV audio video on demand, AC, serta stopkontak
- Terdapat 2 toilet, dan masing-masing penumpang mendapatkan gratis bagasi hingga 20 kg
Selain tiga kelas di atas, KAI juga menyediakan kereta makan guna menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan. Berikut fasilitas khusus yang dapat ditemui di gerbong makan, yakni:
– Tersedia 26 kursi dan meja
– Fasilitas Musala
– Tersedia fasilitas elektronik seperti TV audio video on demand, AC, serta stopkontak
Rute Perjalanan KA Sangkuriang
KA Sangkuriang menghubungkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, sehingga memudahkan mobilitas antarwilayah tanpa perlu berganti moda transportasi.
Jadwal Perjalanan KA Sangkuriang
Bandung – Ketapang (KA 7044A)
– Berangkat: 14.45 WIB dari Bandung
– Tiba: 06.52 WIB di Ketapang
– Beberapa stasiun pemberhentian utama: Cipeundeuy – Tasikmalaya – Banjar – Kroya – Kutoarjo – Yogyakarta – Solo Balapan – Madiun – Surabaya Gubeng – Jember – Banyuwangi Kota – Ketapang
Ketapang – Bandung (KA 7043A)
– Berangkat: 15.00 WIB dari Ketapang
– Tiba: 08.30 WIB di Bandung
– Pemberhentian meliputi: Banyuwangi Kota – Jember – Probolinggo – Surabaya Gubeng – Madiun – Solo Balapan – Yogyakarta – Kroya – Tasikmalaya – Cipeundeuy – Bandung
Dengan hadirnya KA Sangkuriang, perjalanan antar wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur kini semakin terkoneksi. Penumpang dapat dengan mudah mengakses berbagai destinasi wisata populer seperti Kawah Putih dan Tangkuban Perahu di Bandung, hingga Kawah Ijen di Banyuwangi tanpa harus berganti moda transportasi. Dengan inovasi ini, KAI berharap dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api sekaligus mendorong sektor pariwisata di berbagai daerah yang dilalui rute tersebut.






