Lo Kheng Hong, sosok yang dijuluki “Warren Buffett Indonesia”, kembali menarik perhatian para pelaku pasar modal. Berdasarkan data kepemilikan saham yang tercatat per tanggal 27 Februari 2026, pria yang dikenal sebagai investor kawakan ini diketahui memiliki saham di setidaknya 13 perusahaan terbuka (emiten) dengan porsi kepemilikan di atas 1%. Langkah investasi Lo Kheng Hong sering kali dijadikan acuan oleh investor ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka menjadikannya sebagai panduan dalam mengidentifikasi saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan dinilai masih diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.
Dalam berbagai kesempatan, Lo Kheng Hong senantiasa menekankan preferensinya terhadap saham-saham yang memiliki fundamental bisnis yang kokoh. Hal ini mencakup aspek kinerja keuangan yang baik, laporan keuangan yang transparan, hingga prospek bisnis yang menjanjikan di masa depan. Prinsipnya sederhana namun efektif: “Beli saham karena kinerjanya bagus dan valuasinya murah.”
Menghadapi Volatilitas Pasar dengan Tenang
Meskipun gejolak pasar saham dan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap terjadi, Lo Kheng Hong menunjukkan sikap yang tenang. Ia pernah menyatakan bahwa investor seharusnya tidak perlu terlalu mengkhawatirkan fluktuasi pasar. Justru sebaliknya, penurunan tajam pada IHSG dapat dilihat sebagai momentum emas untuk memperkuat posisi investasi.
“IHSG yang turun banyak adalah peluang emas bagi investor, bisa beli perusahaan bagus di harga murah,” ujar Lo Kheng Hong. Pernyataan ini menekankan filosofi value investing yang ia anut, yaitu membeli aset berkualitas saat harganya sedang terdiskon.
Menurut Lo Kheng Hong, momen-momen penurunan pasar seperti inilah yang seharusnya dimanfaatkan oleh investor untuk menambah porsi kepemilikan di pasar modal. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemilihan investasi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan cermat.
Strategi Jeli di Tengah Penurunan Harga
Lo Kheng Hong secara konsisten mengingatkan para investor untuk tidak mudah panik ketika harga saham mengalami penurunan. Ia justru menyarankan agar investor bersikap lebih cermat dan jeli dalam mengamati serta menangkap peluang yang muncul di tengah koreksi harga berbagai saham. Sikap rasional dan analitis inilah yang membedakan investor profesional dari investor yang cenderung emosional.
Sebaran Portofolio Investasi Lo Kheng Hong
Merujuk pada data terbaru yang dirilis oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terlihat bahwa kepemilikan terbesar Lo Kheng Hong secara persentase terkonsentrasi pada sektor properti dan media.
- Sektor Properti: Lo Kheng Hong menguasai 6,71% saham PT Intiland Development Tbk (DILD). Jumlah ini setara dengan 696,03 juta lembar saham.
- Sektor Media: Ia juga memegang 6,44% saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dengan total kepemilikan mencapai 1,06 miliar lembar saham.
Selain kedua sektor tersebut, Lo Kheng Hong juga memiliki portofolio yang terdiversifikasi di berbagai sektor industri lainnya:
- Sektor Industri: Di sektor ini, Lo Kheng Hong memiliki 6,02% saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), yang setara dengan 209,89 juta lembar saham.
- Sektor Perkebunan: Ia menggenggam 5,03% saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 779,20 juta lembar saham. Selain itu, ia juga memiliki 1,21% saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sebanyak 82,59 juta lembar saham.
- Sektor Energi/Pertambangan: Lo Kheng Hong tercatat memiliki 5,62% saham PT ABM Investama Tbk (ABMM), dengan total kepemilikan 154,83 juta lembar saham.
- Sektor Tekstil: Pada sektor ini, ia menggenggam 1,02% saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang terdiri dari 209,33 juta lembar saham.
- Sektor Ritel: Di sektor ritel, Lo Kheng Hong memiliki 2,16% saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dengan jumlah 153,25 juta lembar saham.
- Sektor Kawasan Industri: Ia juga mengoleksi 1,16% saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), setara dengan 111,86 juta lembar saham.
- Sektor Pembiayaan dan Investasi: Portofolio Lo Kheng Hong mencakup sektor ini dengan kepemilikan 1,58% saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) sebanyak 63,14 juta lembar saham. Ia juga memegang 1,23% saham PT Paninvest Tbk (PNIN) sebanyak 50,19 juta lembar saham.
- Sektor Petrokimia dan Pakan Ternak: Di sektor petrokimia, Lo Kheng Hong memiliki 1,29% saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) sebanyak 50,31 juta lembar saham. Sementara di sektor pakan ternak, ia memiliki 1,24% saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) setara dengan 27,65 juta lembar saham.
Sebaran kepemilikan saham ini secara jelas menunjukkan konsistensi strategi value investing yang dianut oleh Lo Kheng Hong. Ia secara konsisten memborong saham-saham di sektor yang dianggap siklikal, meliputi properti, perkebunan, industri, hingga ritel. Dengan porsi kepemilikan yang signifikan, bahkan di atas 5% pada sejumlah emiten, Lo Kheng Hong tidak hanya berinvestasi, tetapi juga menjadi salah satu pemegang saham signifikan yang senantiasa menjadi perhatian para pelaku pasar di bursa.





