LPOI Desak Gencatan Senjata, Prabowo Mediator Damai AS-Iran

Mendesak Akhiri Konflik AS-Israel-Iran, LPOI Dukung Prabowo Jadi Mediator

Jakarta – Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) secara tegas menyerukan agar konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran segera dihentikan. Tidak hanya itu, LPOI juga memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, dalam sebuah pernyataan resmi, menekankan pentingnya peran proaktif dan berani Indonesia dalam memimpin diplomasi perdamaian. Ia menggarisbawahi perlunya Indonesia menginisiasi dialog tingkat tinggi, mendorong tercapainya gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan akses kemanusiaan yang tidak terhalang.

Dampak Negatif Konflik yang Luas

LPOI menyoroti bahwa konflik yang terus berlanjut antara kekuatan-kekuatan besar ini memiliki potensi untuk memicu serangkaian dampak negatif yang sangat luas. Krisis pangan global diperkirakan akan semakin memburuk, sementara pasokan energi dapat mengalami disrupsi yang signifikan. Gelombang pengungsi yang masif juga menjadi ancaman serius, yang pada gilirannya dapat memperparah angka kemiskinan ekstrem di berbagai belahan dunia.

Lebih lanjut, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) diprediksi akan meningkat drastis, serta menimbulkan instabilitas ekonomi yang mengkhawatirkan di tingkat global. LPOI juga menegaskan bahwa praktik kolonialisme dalam berbagai bentuknya, baik melalui agresi militer, pendudukan wilayah secara ilegal, maupun dominasi ekonomi yang bersifat eksploitatif, secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan kesetaraan antarnegara.

“Dunia saat ini tidak membutuhkan eskalasi konflik lebih lanjut. Yang dibutuhkan adalah de-eskalasi yang dilakukan secara bermartabat. Dunia memerlukan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan nurani, bukan pada ambisi dominasi global,” tegas Said Aqil.

Indonesia sebagai Jembatan Perdamaian di Tengah Gejolak Global

Menurut pandangan Said Aqil, Indonesia, dengan prinsip politik luar negerinya yang bebas dan aktif, memiliki landasan legitimasi historis serta posisi geografis dan strategis yang sangat kuat. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk tampil sebagai jembatan dialog yang efektif di tengah polarisasi geopolitik global yang semakin tajam.

Oleh karena itu, LPOI menyatakan dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap inisiatif yang mungkin diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat diplomasi internasional yang secara konsisten berorientasi pada pencapaian perdamaian yang adil dan berkeadilan.

“Dalam menghadapi dinamika global yang dipenuhi oleh tekanan dan kepentingan berbagai pihak, Indonesia harus mampu berdiri tegak. Kita tidak boleh tunduk pada kekuatan mana pun, tidak boleh terseret dalam persaingan blok-blok kekuatan, dan yang terpenting, tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip fundamental demi kompromi pragmatis yang bersifat jangka pendek,” ujar Said Aqil.

Urgensi Penegakan Hukum Internasional Tanpa Diskriminasi

Selain menyerukan penghentian perang dan konflik bersenjata, LPOI juga memberikan penekanan yang sangat kuat terhadap pentingnya penegakan hukum internasional. LPOI mendesak agar hukum internasional diterapkan secara konsisten tanpa adanya standar ganda atau diskriminasi. Penolakan terhadap segala bentuk kolonialisme, baik yang bersifat militer, ekonomi, maupun struktural, juga menjadi prioritas utama.

LPOI juga mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, tanpa terkecuali, untuk bersama-sama memperkuat persatuan nasional. Penguatan persatuan ini sangat krusial untuk memberikan dukungan yang kokoh terhadap langkah-langkah diplomasi yang dijalankan oleh pemerintah. Diplomasi yang diharapkan adalah diplomasi yang tegas, independen, dan dijalankan dengan penuh martabat. Tujuannya adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan serta secara simultan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pos terkait