Mahasiswa Islam Desak Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian

Ribuan Massa di Makassar Gelar Aksi Tolak Pengiriman TNI ke Palestina, Desak Presiden Prabowo Batalkan Rencana

Makassar – Ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Islam Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) menggelar aksi unjuk rasa damai pada Minggu, 1 Maret 2026. Aksi yang dipusatkan di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, ini menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana pengiriman personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Palestina.

Para demonstran secara khusus mendesak Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk segera membatalkan rencana pengiriman sekitar 8.000 personel TNI. Kekhawatiran utama massa adalah bahwa penempatan personel TNI ini akan berada di bawah komando langsung Amerika Serikat, sebuah skenario yang mereka pandang sangat tidak dapat diterima.

Aksi damai ini mengangkat tema besar yang cukup provokatif, yaitu “Haram Hukumnya Kirim Tentara di Bawah Komando Negara Kafir Penjajah”. Tema ini mencerminkan kekecewaan dan kemarahan massa terhadap situasi yang terus memburuk di Palestina, di mana serangan terhadap warga sipil dilaporkan terus meningkat. Wacana pengiriman pasukan TNI ke wilayah tersebut semakin memicu keresahan di kalangan mahasiswa dan pemuda Islam di Sulselbar.

Selain isu pengiriman TNI, massa aksi juga menyoroti pembentukan lembaga yang disebut sebagai Board of Peace (BoP). Lembaga ini diinisiasi oleh Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa menilai bahwa BoP telah gagal dalam menjalankan fungsinya untuk menciptakan perdamaian yang adil. Sebaliknya, mereka berpendapat bahwa BoP lebih merupakan alat yang digunakan untuk mewakili kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Salah satu orator dalam aksi tersebut dengan tegas menyatakan, “BoP hanya menjadi alat untuk menyukseskan ambisi Amerika Serikat dan Israel. Kami meminta Presiden untuk segera menarik diri dari keanggotaan lembaga tersebut.” Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan massa bahwa lembaga tersebut tidak berpihak pada perjuangan rakyat Palestina.

Tiga Tuntutan Utama Massa Aksi

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Islam Sulselbar menyampaikan serangkaian tuntutan yang jelas dan tegas kepada pemerintah Republik Indonesia. Tuntutan-tuntutan ini merupakan inti dari kekhawatiran dan aspirasi mereka terkait isu Palestina dan peran Indonesia di kancah internasional.

Berikut adalah tiga tuntutan utama yang disuarakan oleh massa aksi:

  1. Mendesak pemerintah RI agar tidak menempatkan TNI di bawah arahan militer Amerika Serikat untuk misi di Palestina.
    Hal ini menjadi poin krusial yang paling disuarakan. Massa berpandangan bahwa menempatkan pasukan Indonesia di bawah komando negara yang mereka anggap sebagai “penjajah” atau memiliki agenda terselubung adalah sebuah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas umat Islam. Mereka menginginkan Indonesia mengambil sikap independen dan tidak terpengaruh oleh kekuatan asing dalam setiap misi kemanusiaan atau perdamaian.

  2. Menyerukan agar kekuatan militer negeri-negeri muslim digunakan untuk membebaskan Palestina, bukan menjadi kepentingan asing.
    Tuntutan ini mencerminkan harapan agar negara-negara mayoritas Muslim di dunia dapat bersatu dan memanfaatkan kekuatan militer mereka untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu membebaskan Palestina dari penjajahan. Massa berpendapat bahwa sumber daya militer seharusnya diarahkan untuk mendukung perjuangan Palestina secara langsung, bukan untuk terlibat dalam misi yang dikendalikan oleh kekuatan non-Muslim yang dinilai memiliki agenda sendiri.

  3. Mengecam upaya pelucutan persenjataan pejuang Palestina yang dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan umat muslim.
    Massa juga menyatakan kecaman keras terhadap segala upaya yang bertujuan untuk melucuti senjata para pejuang Palestina. Mereka memandang tindakan semacam itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan umat Islam secara keseluruhan. Menurut pandangan mereka, senjata adalah salah satu alat bagi pejuang Palestina untuk mempertahankan diri dan tanah mereka dari agresi, dan melucuti mereka berarti melemahkan perjuangan tersebut.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di pertigaan strategis Jalan AP Pettarani dan Jalan Alauddin ini dilaporkan berjalan dengan sangat tertib. Pengawalan ketat dari aparat kepolisian memastikan bahwa jalannya aksi tetap kondusif dan tidak menimbulkan gangguan yang berarti. Massa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan mereka.

Pos terkait