Tragedi di Kampus Riau: Mahasiswi UIN Suska Riau Jadi Korban Pembacokan Rekan Sekampus, Motif Sakit Hati dan Perencanaan Matang
Dunia pendidikan di Riau digemparkan oleh aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa terhadap mahasiswi di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Farradhilla Ayu Pramesti (23), seorang mahasiswi, kini tengah menjalani perawatan intensif pasca-operasi akibat luka bacok yang dialaminya. Peristiwa tragis ini, yang diduga dipicu oleh motif asmara yang bertepuk sebelah tangan, telah menimbulkan keprihatinan mendalam dan pertanyaan mengenai keamanan di lingkungan akademik.
Setelah insiden yang terjadi di ruang ujian skripsi tersebut, Farradhilla segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban telah dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad untuk menjalani perawatan lanjutan. Kondisi fisik korban yang masih dalam masa pemulihan membuat pihak kepolisian belum dapat menggali keterangan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian secara detail.
“Korban belum bisa kita ambil keterangan. Tadi pagi, kami sudah membesuk beliau bersama Kapolresta Pekanbaru di RSUD Arifin Ahmad, pasca-operasi yang dilakukan tadi malam,” ujar seorang perwakilan kepolisian, mengonfirmasi kondisi terkini korban.
Kabar baik datang dari pihak fakultas tempat korban menimba ilmu. Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Suska Riau, Dr. Alpi Syahrin, menyampaikan bahwa tindakan medis yang dijalani korban, khususnya pada luka di pergelangan tangan, telah berjalan lancar dan berhasil dilakukan.
“Alhamdulillah, operasi pergelangan tangan korban telah selesai tadi malam sekitar pukul 11.30 WIB. Semuanya berjalan lancar,” ungkapnya, memberikan sedikit kelegaan di tengah situasi yang menegangkan.
Terungkapnya Motif di Balik Aksi Brutal: Cinta Ditolak, Rencana Jahat Bersemi
Hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian mulai mengungkap tabir di balik aksi nekat pelaku, yang diidentifikasi bernama Raihan. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa tindakan brutal ini bukanlah spontanitas, melainkan sebuah rencana yang telah disusun matang oleh pelaku.
Hubungan antara pelaku dan korban diketahui bermula saat keduanya terlibat dalam satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dari interaksi selama KKN inilah, pelaku diduga mulai menaruh perasaan lebih dalam kepada korban. Namun, perasaan tersebut tidak berbalas. Farradhilla diduga telah memiliki kekasih, sehingga menolak ajakan pelaku untuk menjalin hubungan asmara. Penolakan inilah yang diduga menjadi pemicu utama rasa sakit hati dan dendam pelaku.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bina Widya, Kompol Nusirwan, memaparkan bahwa pelaku sengaja melakukan perjalanan dari Bangkinang, Kabupaten Kampar, menuju kampus UIN Suska Riau dengan membawa senjata tajam yang disembunyikan di dalam tasnya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
“Pelaku mengaku mengenal korban saat KKN dan mungkin memiliki perasaan suka. Namun, korban tidak membalas perasaan tersebut,” jelas Kompol Nusirwan, merinci pengakuan awal dari pelaku.
Upaya Pembunuhan yang Berhasil Digagalkan
Lebih mengerikan lagi, polisi menduga bahwa pelaku tidak hanya berniat melakukan penganiayaan, tetapi memiliki niat untuk merenggut nyawa korban. Raihan dilaporkan menyerang Farradhilla di lingkungan kampus dengan menggunakan kapak dan parang yang telah ia siapkan.
Untungnya, aksi keji tersebut berhasil digagalkan berkat kesigapan petugas keamanan kampus. Petugas keamanan yang berada di lokasi kejadian segera bertindak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di tempat. Meskipun mengalami luka serius di bagian kening dan pergelangan tangan, nyawa Farradhilla berhasil diselamatkan dari ancaman maut.
“Pelaku telah menyiapkan senjata tajam dengan niat membunuh korban,” tegas Kompol Nusirwan, menekankan keseriusan niat pelaku.
Saat ini, pelaku dihadapkan pada konsekuensi hukum yang berat. Selain menghadapi tuntutan pidana atas perbuatannya, pelaku juga akan menerima sanksi akademik dari pihak universitas. UIN Suska Riau sendiri telah menyatakan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan ini, serta menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus.
Tragedi ini menjadi pengingat penting akan pentingnya penanganan masalah pribadi dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab, serta perlunya upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini.





