Penemuan Menu MBG Basi di SPPG Banjarharja
Pada akhir-akhir ini, isu mengenai distribusi menu Makanan Balita Gizi (MBG) yang basi menjadi perhatian masyarakat. Hal ini terjadi di SPPG Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan proses pengolahan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Sidak oleh Tim Kesehatan Puskesmas Kalipucang
Setelah adanya laporan dari masyarakat tentang menu MBG yang basi, tim kesehatan dari Puskesmas Kalipucang langsung melakukan sidak ke SPPG Banjarharja. Sidak ini dilakukan untuk memastikan apakah ada pelanggaran dalam standar operasional prosedur (SOP) serta kondisi fasilitas yang digunakan.
Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons setelah mendengar informasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa staf Puskesmas telah melakukan pemeriksaan awal untuk mencari tahu penyebab terjadinya masalah.
“Sebelumnya, saya sudah memerintahkan staf Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terkait hal kenapa sampai terjadi hal tersebut (MBG basi),” ujar Rizal kepada Tribun Jabar di SPPG Banjarharja, Sabtu (4/4/2026) siang.
Temuan Selama Sidak
Dari hasil sidak yang dilakukan, ditemukan beberapa catatan penting, mulai dari sisi fasilitas hingga SOP yang masih belum sesuai. Meskipun demikian, Rizal mengatakan bahwa rekomendasi telah disampaikan secara lisan karena kewenangan Puskesmas hanya sampai situ.
“Pada hari Sabtu (4/4/2026) ini pihaknya kembali datang ke SPPG Banjarharja untuk mengecek bagaimana rekomendasi yang sudah disampaikan,” ujarnya. “Tapi, ternyata masih ada beberapa hal yang perbaikan belum signifikan. Untuk itu, nanti kami akan buat rekomendasi tertulis untuk segera ditindaklanjuti dan disampaikan ke mitranya.”
Penyebab Menu MBG Basi
Menurut Rizal, menu MBG berupa sayuran capcay yang basi disebabkan oleh proses yang terlalu lama. Dari informasi yang diperoleh, proses pemasakan hingga distribusi menu MBG tidak berjalan dengan efisien.
“Menu itu sebenarnya sudah sesuai penilaian ahli gizi. Terjadi basi karena melalui proses terlalu lama mulai dari pemasakan sampai ke distribusi. Bahkan, dari informasi untuk distribusi ke penerima manfaat ada yang sampai malam,” ujarnya.
Evaluasi Internal dan Perbaikan Langkah Berikutnya
Kepala SPPI di SPPG Banjarharja, Agung Maulana, mengatakan bahwa setelah sidak oleh tim kesehatan dari Puskesmas Kalipucang, pihaknya akan melakukan evaluasi internal. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan mulai dari datangnya barang hingga pendistribusian.
“Kita evaluasi di internal, dan kepada relawan pun ditekankan pengelolaan mulai datang barang sampai pendistribusian. Kemarin juga kita sudah evaluasi,” katanya.
Agung menambahkan bahwa kedepannya, pihaknya akan lebih meningkatkan standar operasional prosedur pengelolaan MBG termasuk cara pengelolaan menu MBG mulai dari awal sampai akhir.
“Dalam seminggu ini, kita akan melakukan evaluasi. Semoga kedepannya kita bisa berjalan dengan baik lagi,” ucap Agung.





