Sinergi Infrastruktur Telekomunikasi: Mitratel dan AALTO Airbus Perkuat Konektivitas Stratospace di Indonesia
Sebuah langkah strategis dalam memperluas jangkauan dan kualitas konektivitas telekomunikasi di Indonesia telah diambil melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited (AALTO), sebuah anak perusahaan dari raksasa kedirgantaraan Airbus. Perjanjian yang ditandatangani di sela-sela ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona ini, menandai kelanjutan pengembangan solusi Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi inovatif di tanah air.
AALTO, sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace, akan memimpin dalam penempatan, pengoperasian, dan pengelolaan solusi High Altitude Platform System (HAPS). Teknologi ini memanfaatkan pesawat tanpa awak yang terbang di ketinggian stratosfer untuk menyediakan layanan telekomunikasi yang luas dan andal. Di sisi lain, Mitratel, yang merupakan operator menara telekomunikasi terkemuka dan bagian integral dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), akan memberikan dukungan krusial melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara yang vital untuk mendukung implementasi teknologi HAPS.
Prinsip Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum yang Kuat
Kerja sama ini dibangun di atas fondasi yang kokoh, menjunjung tinggi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) serta kepatuhan mutlak terhadap seluruh ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, baik di Indonesia maupun di yurisdiksi terkait. Kedua belah pihak berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahapan perizinan, persetujuan, dan dokumentasi yang diperlukan dari instansi pemerintah serta lembaga terkait telah terpenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen ini menegaskan dedikasi kedua perusahaan untuk menghadirkan solusi konektivitas yang tidak hanya inovatif dan andal, tetapi juga berkelanjutan untuk seluruh wilayah Indonesia.
Visi TelkomGroup untuk Infrastruktur Generasi Berikutnya
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi besar TelkomGroup dalam mempersiapkan fondasi infrastruktur generasi berikutnya. Infrastruktur ini dirancang untuk melengkapi jaringan terestrial yang sudah ada, menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih tangguh dan merata.
Teknologi HAPS, menurut Seno, memiliki potensi luar biasa untuk menjawab tantangan fundamental dalam penyediaan layanan telekomunikasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Hal ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses konektivitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, solusi ini juga menawarkan keunggulan signifikan dalam situasi darurat atau bencana alam. Ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan parah, teknologi HAPS dapat berperan penting dalam memulihkan layanan komunikasi secara lebih cepat dan efektif, mendukung upaya penanggulangan bencana dan pemulihan pasca-bencana.
TelkomGroup, melalui komitmennya, akan terus mendukung kelanjutan inisiatif ini dengan melakukan pengujian dan studi kelayakan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan implementasi yang terukur dan matang.
“Setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent, mengedepankan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” tegas Seno.
Perluasan lingkup kerja sama ini merupakan bukti nyata dari kelanjutan kesepahaman yang telah terjalin sejak tahun 2023. Potensi sinergi antara Mitratel dan AALTO akan terus dievaluasi secara mendalam melalui kajian menyeluruh yang mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hingga aspek hukum dan regulasi. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap perencanaan dan pelaksanaan berjalan secara akuntabel dan memberikan manfaat maksimal.

Memperkuat Ekosistem Digital Indonesia
CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa inisiatif strategis ini sangat selaras dengan komitmen perseroan untuk terus memperkuat ekosistem infrastruktur digital di Indonesia. Sinergi antara infrastruktur menara telekomunikasi yang dimiliki Mitratel dan teknologi HAPS yang ditawarkan oleh AALTO diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kualitas layanan yang signifikan, memperluas jangkauan sinyal ke area yang sebelumnya sulit dijangkau, serta secara keseluruhan meningkatkan ketahanan sistem telekomunikasi nasional.
Theodorus menambahkan bahwa kesepahaman yang diperpanjang ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua belah pihak untuk merancang peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi pada tujuan jangka panjang, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri telekomunikasi Indonesia.
Peluang Baru dengan Teknologi Stratospace
CEO AALTO, Hughes Boulnois, menyambut baik penguatan kerja sama ini, yang terjadi di tengah meningkatnya momentum komersial untuk teknologi Stratospace. Kemampuan unik teknologi Zephyr, yang merupakan salah satu solusi HAPS dari Airbus, dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) membuka peluang baru yang sangat besar. Peluang ini mencakup penjangkauan wilayah-wilayah yang selama ini terkendala akses telekomunikasi, sekaligus meningkatkan keandalan jaringan secara keseluruhan.
Boulnois menekankan bahwa kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, merupakan area strategis bagi pertumbuhan AALTO. Wilayah ini memegang peranan penting dalam evolusi konektivitas global, dan kemitraan dengan pemain lokal seperti Mitratel menjadi kunci keberhasilan.
Dengan diperpanjangnya Nota Kesepahaman hingga Oktober 2027, kedua perusahaan akan terus secara aktif mengevaluasi dan mematangkan potensi integrasi antara teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi yang ada. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama yang kuat untuk memperluas akses konektivitas di seluruh nusantara dan secara signifikan mempercepat transformasi digital di Indonesia.





