Motor Terkapar Bersimbah Darah Dekat Jembatan Besi Angsau

Kecelakaan Maut di Tanahlaut: Satu Pengendara Meninggal di Jalan A Yani

Pelaihari, Kalimantan Selatan – Wilayah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, kembali diguncang oleh insiden tragis kecelakaan lalu lintas. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 Wita, merenggut nyawa seorang pengendara roda dua. Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan yang terjadi di daerah tersebut, menyusul insiden pada Jumat sebelumnya yang menewaskan sepasang suami istri di Kecamatan Jorong.

Kecelakaan kali ini memilukan terjadi di ruas Jalan A Yani yang menghubungkan Pelaihari dan Banjarmasin, tepatnya di dekat jembatan besi di Kelurahan Angsau, Pelaihari. Lokasi kejadian yang strategis ini sontak menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas, serta para relawan yang sigap berada di sekitar area tersebut.

Korban Tergeletak dengan Luka Serius

Saat ditemukan, korban tergeletak tak bernyawa di permukaan aspal, berada di tepi bahu jalan. Luka serius, terutama di bagian kepala, menjadi saksi bisu dari keganasan benturan yang dialaminya. Kabar yang beredar di masyarakat setempat mengindikasikan bahwa pengendara nahas ini meninggal dunia di lokasi kejadian akibat parahnya luka yang diderita.

Informasi mengenai insiden ini menyebar dengan cepat melalui grup percakapan sosial di Tala. Sebuah video berdurasi enam detik yang beredar memperlihatkan kondisi korban yang tergeletak di sisi jalan raya. Sementara itu, para relawan terlihat sibuk melakukan persiapan awal untuk proses evakuasi korban.

Salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa korban dipastikan telah meninggal dunia di tempat kejadian. Sepeda motor yang dikendarai korban terpental cukup jauh dari lokasi kecelakaan. Akibat benturan yang keras, beberapa bagian kendaraan mengalami kerusakan parah dan berserakan di sekitar area kejadian, menambah gambaran keseriusan insiden tersebut.

Identitas Korban dan Kesaksian Saksi

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti serta kronologi detail dari kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tala sedang aktif menghimpun keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian untuk merangkai peristiwa yang sebenarnya.

Berdasarkan data identitas yang sempat tersebar di grup percakapan sosial, korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia 44 tahun, dengan inisial MH. Korban beralamat di salah satu kompleks perumahan di wilayah Angsau.

M Burhan, seorang pengendara yang kebetulan melintas di area tersebut dan sempat berhenti untuk memberikan pertolongan, menceritakan kondisi korban yang sangat memprihatinkan. “Banyak darahnya di sekitar kepala. Orangnya nggak gerak-gerak lagi,” ujarnya dengan nada prihatin.

Burhan, yang merupakan warga Batibati, sedang dalam perjalanan menuju Kota Pelaihari ketika ia melihat kerumunan orang di pinggir jalan. Ia memutuskan untuk berhenti guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pengamatannya terhadap kondisi korban memperkuat dugaan bahwa korban mengalami cedera fatal.

Penanganan dan Tindak Lanjut

Menindaklanjuti kejadian ini, para relawan segera melakukan evakuasi terhadap korban. Korban selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin, Pelaihari, untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden kecelakaan lalu lintas ini kini sepenuhnya berada di bawah penanganan unit Gakkum (Penegakan Hukum) Satlantas Polres Tala. Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap penyebab kecelakaan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas bagi seluruh pengguna jalan, terutama di ruas-ruas jalan yang rawan kecelakaan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama demi mencegah terulangnya tragedi serupa.

Pos terkait