Sholat Dhuha: Amalan Sunnah Penuh Berkah di Pagi Hari
Memasuki bulan suci Ramadhan, tepatnya pada hari Minggu, 1 Maret 2026 (11 Ramadhan 1447 Hijriah), umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan adalah Sholat Dhuha. Salat ini merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai meninggi dari ufuk timur hingga menjelang waktu zuhur.
Sholat Dhuha dapat dilaksanakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Ibadah ini sangat cocok dilaksanakan di sela-sela aktivitas pagi hari sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, seperti kesehatan, kesempatan, dan rezeki. Lebih dari itu, Sholat Dhuha juga dikenal sebagai sarana memohon kelapangan rezeki, pengampunan dosa, serta meraih pahala yang berlipat ganda.
Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha Dua Rakaat
Bagi Anda yang ingin melaksanakan Sholat Dhuha, berikut adalah bacaan niat dan panduan tata caranya:
Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatal Dhuha Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat:
Rakaat Pertama:
- Membaca niat Sholat Dhuha.
- Melakukan Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah (sunnah).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca Surah Ad-Dhuha.
- Melakukan ruku’ dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - Melakukan i’tidal dengan tumakninah, seraya membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Melakukan sujud dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah, seraya membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku. - Melakukan sujud kedua dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Berdiri untuk melanjutkan ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca Surah As-Syams.
- Melakukan ruku’ dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - Melakukan i’tidal dengan tumakninah, seraya membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Melakukan sujud dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah, seraya membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku. - Melakukan sujud kedua dengan tumakninah, seraya membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. Melakukan Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah.
Bacaan Tasyahud Akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.
Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.
Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.
Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.
Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. “Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”
9. Mengucapkan salam.
10. Membaca doa Sholat Dhuha.
Bacaan Surah Ad-Dhuha
Berikut adalah bacaan Surah Ad-Dhuha yang dapat dibaca pada rakaat pertama Sholat Dhuha:
- Ayat 1:
وَالضُّحٰىۙ
"Wad duhaa"
Artinya: “Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),” - Ayat 2:
وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ
"Wal laili iza sajaa"
Artinya: “dan demi malam apabila telah sunyi,” - Ayat 3:
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ
"Ma wad da'aka rabbuka wa ma qalaa"
Artinya: “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,” - Ayat 4:
وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ
"Walal-aakhiratu khairul laka minal-uula"
Artinya: “dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.” - Ayat 5:
وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ
"Wa la sawfa y'utiika rabbuka fatarda"
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.” - Ayat 6:
اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى
"Alam ya jidka yatiiman fa aawaa"
Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),” - Ayat 7:
وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى
"Wa wa jadaka daal lan fahada"
Artinya: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” - Ayat 8:
فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ
"Fa am mal yatiima fala taqhar"
Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. - Ayat 9:
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
"Wa am mas saa-ila fala tanhar"
Artinya: “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).” - Ayat 10:
وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ
"Wa amma bi ni'mati rabbika fahad dith"
Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau menyatakan (dengan bersyukur).”
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah menyelesaikan Sholat Dhuha, dianjurkan untuk memanjatkan doa khusus. Berikut adalah bacaan doa setelah Sholat Dhuha:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka.
Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.
Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha bukan sekadar ibadah sunnah biasa, melainkan memiliki segudang keutamaan yang sangat menggiurkan bagi setiap Muslim. Berikut adalah beberapa keutamaan Sholat Dhuha yang patut menjadi motivasi:
Penghapus Dosa: Sholat Dhuha memiliki keutamaan sebagai pembersih dosa-dosa yang telah diperbuat. Rasulullah SAW bersabda, “Di setiap sendi tubuh manusia terdapat sedekah setiap pagi. Setiap tasbih (yang diucapkan) adalah sedekah, setiap tahmid (yang diucapkan) adalah sedekah, setiap tasbih (yang diucapkan) adalah sedekah, dan dua rakaat Sholat Dhuha yang diwiridkan (dilakukan dengan rutin) adalah gantinya.” (HR Muslim)
Penyebab Kesejahteraan: Melalui Sholat Dhuha, seseorang dapat meraih ketenangan dan kesejahteraan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Diberi Rezeki yang Luas: Sholat Dhuha memiliki kaitan erat dengan keberkahan rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, pada setiap sendinya wajib dikeluarkan sedekah. Maka dari itu, setiap orang di antara kamu wajib melakukan tasbih pada setiap sendi badannya. Setiap tasbih itu adalah sedekah. Kemudian berikanlah dua rakaat sebagai sholat Dhuha yang bisa memberikan keberkahan pada hari kalian.” (HR Ahmad)
Mendapatkan Pahala Seperti Umrah: Keutamaan lain dari Sholat Dhuha adalah pahalanya yang setara dengan pahala melaksanakan ibadah umrah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Di antara sholat yang Allah azza wa jalla perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, sholat di waktu malam dan sholat di waktu siang (Dhuha). Dan sholat Dhuha itu adalah pahala umrah.” (HR At-Tirmidzi)
Mendapat Perlindungan dari Kesulitan: Melaksanakan Sholat Dhuha secara istiqamah dapat menjadi benteng pelindung dari berbagai kesulitan dan cobaan hidup. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.” (HR At-Tirmidzi)






