Nicholas Christian Wibisono: Juara Menggambar SDK 8 PENABUR

SDK 8 PENABUR: Mengasah Soft Skills Melalui Ragam Ekstrakurikuler Inovatif

Pendidikan di sekolah dasar tidak lagi hanya terbatas pada transfer pengetahuan akademis di dalam kelas. Sekolah Dasar Kristen (SDK) 8 PENABUR memahami betul pentingnya pengembangan karakter dan keterampilan non-akademis atau soft skills bagi para siswanya. Melalui berbagai pilihan ekstrakurikuler yang dirancang menarik dan relevan, SDK 8 PENABUR berupaya membekali generasi muda dengan kemampuan yang akan berguna sepanjang hidup mereka.

Berbagai pilihan ekstrakurikuler yang ditawarkan mencakup minat dan bakat yang sangat beragam, mulai dari seni, olahraga, hingga teknologi. Beberapa yang paling diminati oleh siswa antara lain:

  • Seni dan Kreativitas:
    • Ekstrakurikuler Manga
    • Teater
  • Olahraga:
    • Futsal
    • Basket
  • Keterampilan Praktis dan Teknologi:
    • Home Industry
    • Coding
    • Robotik
  • Akademis yang Menyenangkan:
    • Math Club
    • Science Club

Kisah Nicholas Christian Wibisono: Dari Hobi Menggambar Hingga Menjuarai Kompetisi

Salah satu bukti nyata keberhasilan SDK 8 PENABUR dalam mengembangkan bakat siswa terlihat pada sosok Nicholas Christian Wibisono, seorang siswa kelas 6 yang memiliki passion luar biasa dalam dunia menggambar. Kecintaannya pada seni visual ini telah bersemi sejak usianya baru menginjak empat tahun.

“Saya suka menggambar karena dapat mengekspresikan ide dan perasaan melalui coretan tangan,” ungkap Nicholas, menjelaskan motivasinya di balik setiap goresan pensilnya.

Dukungan penuh datang dari sang ibunda, yang mengenalkannya pada dunia menggambar dan senantiasa mendorongnya untuk terus berkembang. Di sekolah, Nicholas menemukan wadah yang tepat untuk menyalurkan dan mengasah bakatnya melalui ekstrakurikuler manga.

“Saya mengikuti ekstrakurikuler manga di sekolah. Ini membantu saya dalam memahami gaya dan karakter berbagai anime,” tuturnya.

Nicholas memiliki preferensi khusus pada teknik menggambar sketsa dan dusel. Baginya, kedua teknik ini sangat efektif untuk memahami bentuk, permainan bayangan, serta detail objek secara mendalam.

“Kalau untuk saat ini, saya juga sedang mempelajari teknik perspektif untuk meningkatkan kemampuan dalam menggambar ruang dan sudut pandang yang lebih nyata,” jelas Nicholas.

Tidak hanya terpaku pada satu bidang seni, Nicholas juga aktif mengikuti ekstrakurikuler teater. Ia menyadari bahwa seni peran dapat mengasah kreativitasnya dari sisi yang berbeda, melengkapi kemampuan visualnya dengan ekspresi dan penjiwaan.

Perjalanan Prestasi Nicholas: Bukti Nyata Dukungan Sekolah

Kemampuan menggambar Nicholas tidak hanya tersimpan sebagai hobi, tetapi telah terbukti melalui berbagai kompetisi yang diikutinya sejak Taman Kanak-Kanak hingga jenjang sekolah dasar. Pengalaman kompetisinya sangat luas, mencakup berbagai daerah di Indonesia.

“Saya telah mengikuti berbagai lomba menggambar yang diselenggarakan di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, dan Magelang. Lomba-lomba tersebut ada yang diselenggarakan oleh pemerintah, sekolah, yayasan, museum hingga perusahaan,” cerita Nicholas.

Perjalanan panjangnya di berbagai ajang kompetisi akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Nicholas berhasil meraih prestasi gemilang, di antaranya:

  • Juara 1 Lomba Gambar Ekspresi FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tingkat Kecamatan Jatinegara.
  • Juara 2 Lomba Gambar Ekspresi FLS3N tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.

Seluruh proses persiapan, informasi lomba, hingga pendaftaran Nicholas sepenuhnya didukung oleh pihak sekolah. Andreas Suryanegara, Kepala SDK 8 PENABUR, menegaskan komitmen sekolah dalam membina potensi siswa.

“Sekolah memfasilitasi setiap potensi siswa dengan melatih dan memberi kesempatan mengikuti lomba,” ujar Andreas Suryanegara.

Pesan Inspiratif dari Nicholas dan Komitmen SDK 8 PENABUR

Menjadi inspirasi bagi teman-temannya, Nicholas berpesan agar setiap siswa tidak pernah ragu untuk mengembangkan bakat yang dimiliki dan tidak takut menghadapi kegagalan.

“Kalian harus punya semangat yang tinggi, tekun, dan pantang menyerah. Jika menghadapi kesulitan jangan berhenti untuk terus mencoba. Terus berlatih hingga berhasil meraih prestasi,” tutur Nicholas, memotivasi rekan-rekannya.

Lebih lanjut, Andreas Suryanegara menjelaskan bahwa SDK 8 PENABUR senantiasa berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman.

“Hal tersebut yang menjadikan orang tua tertarik mendaftarkan anaknya di sekolah kami. Puji Tuhan setiap tahun ajaran baru bangku selalu terisi penuh,” ucap Andreas, menyoroti kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan di SDK 8 PENABUR.

Keberhasilan Nicholas adalah cerminan dari perpaduan antara bakat alami siswa, dukungan keluarga, dan fasilitasi sekolah yang optimal. SDK 8 PENABUR terus berkomitmen untuk menjadi tempat di mana setiap siswa dapat menemukan dan mengembangkan potensi terbaik mereka, baik di bidang akademis maupun soft skills yang esensial untuk masa depan.

Pos terkait