Penataan Pasar Tembok Dukuh: Upaya Pemkot Surabaya Atasi Pasar Tumpah dan Stan Kosong
Pasar Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya, menghadapi tantangan ganda: melubernya pedagang ke badan jalan yang menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan, serta banyaknya stan pasar yang terbengkalai. Dari total kapasitas 148 stan yang tersedia, ironisnya, hanya 21 stan yang terisi, menyisakan 127 stan kosong atau sekitar 85 persen dari kapasitas total. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk segera melakukan penataan ulang demi mengoptimalkan fungsi pasar dan merelokasi para pedagang yang saat ini berjualan di luar area pasar.
Optimalisasi Pemanfaatan Stan Pasar
Camat Bubutan, Ferdhie Ardiansyah, menyatakan bahwa melihat kondisi pasar yang memprihatinkan ini, pihaknya berinisiatif untuk melakukan penataan kembali. “Melihat kondisi itu, kami ingin melakukan penataan kembali,” ujar Ferdhie saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (21/2/2026). Upaya ini tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah dimulai dengan langkah konkret melalui sosialisasi yang intensif kepada para pedagang sejak pekan ini.
Berbagai perangkat daerah (PD) dilibatkan dalam proses sosialisasi ini, termasuk dinas-dinas terkait, jajaran kecamatan, hingga PT Pasar Surya (Perseroda) yang memiliki peran dalam pengelolaan pasar. Sosialisasi ini menyasar seluruh pedagang, baik yang sudah beraktivitas di dalam area Pasar Tembok Dukuh maupun mereka yang saat ini mendirikan lapak di luar, di sepanjang jalan.
Tujuan utama dari optimalisasi fungsi Pasar Tembok Dukuh adalah untuk memindahkan para pedagang yang selama ini berjualan di area pasar tumpah agar dapat menempati stan-stan yang tersedia di dalam pasar. “Masih ada sekitar 120 stan yang kosong, ini sangat disayangkan. Dengan begitu, kami bisa memindahkan para pedagang pasar tumpah ke Pasar Tembok Dukuh,” jelas Ferdhie. Dengan demikian, diharapkan lalu lintas di sekitar pasar akan kembali lancar dan lingkungan pasar menjadi lebih tertata rapi.
Rencana Relokasi dan Pendataan Pedagang
Lebih lanjut, terdapat rencana spesifik terkait relokasi pedagang ayam potong yang saat ini masih berjualan di dalam Pasar Tembok Dukuh. Mereka direncanakan akan dipindahkan ke sebuah sentra khusus yang memang diperuntukkan bagi pedagang ayam potong. “Mereka bisa ditempatkan di pasar khusus pedagang ayam potong,” imbuhnya. Langkah ini diambil untuk menciptakan zonasi yang lebih baik dan memudahkan pengunjung dalam mencari kebutuhan mereka.
Selain fokus pada sosialisasi, Pemerintah Kota Surabaya juga akan melakukan pendataan yang cermat terhadap seluruh pedagang. Pendataan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa bantuan dan penataan yang diberikan tepat sasaran. Bagi para pedagang yang berminat untuk menempati stan di dalam Pasar Tembok Dukuh, terdapat satu persyaratan utama yang harus dipenuhi, yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya.
“Jadi khusus untuk pedagang ber-KTP Surabaya. Kalau dari luar Surabaya memang tidak bisa,” tegas Ferdhie. Persyaratan ini diberlakukan untuk memprioritaskan warga Surabaya dan memastikan bahwa penataan pasar ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kota.
Jadwal Penertiban dan Harapan ke Depan
Proses sosialisasi yang telah dimulai sejak bulan ini direncanakan akan terus digalakkan selama satu bulan ke depan. Hal ini bertujuan agar seluruh pedagang mendapatkan informasi yang memadai dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum penertiban dilakukan.
“Kita lakukan sosialisasi bulan ini. Harapannya, bulan depan sudah bisa kita tertibkan para pedagang ini,” tandasnya. Target penertiban ini diperkirakan akan dimulai pada bulan Maret tahun 2026. Dengan adanya jadwal yang jelas, diharapkan para pedagang dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang akan terjadi.
Pemerintah Kota Surabaya optimis bahwa penataan Pasar Tembok Dukuh ini akan membawa dampak positif yang signifikan. Selain merapikan lingkungan pasar, upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pedagang dengan menyediakan tempat berjualan yang lebih layak dan terorganisir, serta meningkatkan kenyamanan bagi seluruh warga Surabaya yang beraktivitas di sekitar pasar.





