Pasoepati Desak “Out” Sosok Krusial Persis Pasca Imbang Kontra PSBS Biak

Pasoepati Tuntut Perombakan Pelatih Usai Persis Solo Ditahan Imbang PSBS Biak

Hasil imbang 1-1 melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (21/2/2026) kembali memunculkan kekecewaan mendalam di kalangan Pasoepati, suporter setia Persis Solo. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum untuk meraih tiga poin krusial justru berakhir tanpa kemenangan, membuat posisi Persis Solo kian terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 1 2025/2026.

Dominasi Persis Solo di atas kertas tidak mampu diterjemahkan menjadi gol yang cukup. Serangan-serangan cepat melalui sektor sayap beberapa kali berhasil menembus pertahanan PSBS Biak. Puncaknya, Dimitri Lima berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-30, membawa tim tuan rumah unggul. Namun, euforia keunggulan tersebut tampaknya membuat konsentrasi Persis Solo mengendur.

Momentum berbalik ketika PSBS Biak melancarkan serangan balik cepat. Melalui skema yang efektif, anak asuh Marian Mihail berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Luquinhas menjelang akhir pertandingan, tepatnya di menit ke-81. Gol penyama kedudukan ini sontak memupus harapan Persis Solo untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

Dampak Hasil Seri dan Desakan untuk Milomir Seslija

Hasil imbang ini berdampak signifikan pada posisi klasemen Persis Solo. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini gagal memangkas jarak poin dengan PSBS Biak yang berada di posisi ke-15, zona aman dari degradasi. Persis Solo masih tertahan di dasar klasemen dengan mengumpulkan 13 poin dari 22 pertandingan. Perolehan poin tersebut merupakan hasil dari 2 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 13 kekalahan.

Selain berdampak pada klasemen, hasil minor ini juga memicu gelombang desakan dari Pasoepati agar manajemen segera mengambil tindakan tegas. Sorotan utama tertuju pada pelatih kepala, Milomir Seslija, yang baru saja didatangkan pada Desember 2025 lalu. Para suporter menyuarakan kekecewaan mereka melalui berbagai komentar di media sosial, menuntut pemecatan pelatih asal Bosnia tersebut.

Sejak menukangi Persis Solo, Milomir Seslija baru mampu mencatatkan 1 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 5 kekalahan dalam 9 pertandingan yang telah dijalani. Catatan ini dinilai sangat minim dan tidak sesuai dengan harapan suporter yang menginginkan perbaikan performa tim.

Kekecewaan Pasoepati tergambar jelas dari beberapa komentar yang beredar:

  • “MILO GUWAKEN DI OPENI RA BATENI,” tulis @orlandodeaa
  • “Sesuk tuku Hilo wae cah .. Milo wes ra enak,” tulis @imron_romadhon
  • “2 HOME 2 POINT, GEK JEPORO MENANG, KWE MEH ALESAN OPO NEH?!” tulis @billalbq
  • “KEGOLAN MALAH NGLEBOKNE NOMER 13 PEMAIN UPAK UPUK. #miloout,” tulis @dian_arianggara
  • “Ngrekrut pelatih sing wis tau di pecat wae wis aneh sih !!” tulis @mrsany_
  • “Durung wayah diganti malah diganti, penyakit e mbah milo ealah,” tulis @rams.lad23
  • “Pelatihmu ra ndue taktik! Astagfirullah poso,” tulis @revolutionpersis
  • “Wes ra wayahmu mbah Milo… #miloOut,” tulis @mowo.p
  • “#miloout,” tulis @moretinof.

Menarik untuk dinantikan bagaimana manajemen Persis Solo akan menyikapi hasil seri melawan PSBS Biak dan desakan kuat dari Pasoepati terkait masa depan Milomir Seslija. Evaluasi mendalam dan keputusan strategis akan sangat menentukan nasib tim di sisa kompetisi.

Febri Hariyadi Bergabung dengan Persis Solo: Harapan Baru di Lini Depan

Di tengah sorotan terhadap performa tim dan isu kepelatihan, Persis Solo juga berhasil mendatangkan amunisi baru di lini depan. Winger berpengalaman dari Persib Bandung, Febri Hariyadi, resmi bergabung dengan Laskar Sambernyawa dengan status pinjaman. Kabar ketertarikan Persis Solo terhadap Febri Hariyadi memang sudah santer terdengar sejak jendela transfer paruh musim lalu.

Awalnya, kepindahan Febri Hariyadi sempat terhambat oleh manuver Semen Padang yang dikabarkan mengajukan tawaran lebih menggiurkan. Namun, Persis Solo berhasil membalikkan keadaan. Melalui akun Instagram fan base Persib Bandung, @persibfans19333, beredar kabar bahwa Persis Solo selangkah lagi mengamankan jasa sang winger.

Proses Kepindahan dan Sambutan Bobotoh

Kabar tersebut akhirnya terkonfirmasi ketika Persis Solo resmi mengumumkan kedatangan Febri Hariyadi pada Senin (16/2/2026). Melalui unggahan di akun resmi @persisofficial, Persis Solo menyambut Febri Hariyadi dengan deskripsi “Agresif, lincah, eksplosif.”

Proses kepindahan Febri Hariyadi ini rupanya menarik perhatian suporter Persib Bandung, Bobotoh. Berbeda dengan ekspektasi adanya protes atau kekecewaan, Bobotoh justru memberikan respons yang mencengangkan. Mereka kompak mendoakan kesuksesan Febri Hariyadi selama berseragam Persis Solo. Beberapa komentar positif dari Bobotoh antara lain:

  • “jaga bow ya min @persisofficial,” tulis @zdnh19_
  • “good luck aa bow,” tulis @panjiseven_
  • “Vamos now,” tulis @bandungvamos
  • “sukses dimanapun berada bow (emoji biru),” tulis @sndyrmdhnn_
  • “Titip ceo persib,” tulis @gilangrizkydharmawan
  • “hloo titip sayangg aku yaa disnaa jagain diaaa,” tulis @putriiiprtwi_
  • “Cing betah pisan di Solo, Bow,” tulis @algimuhammadyahya
  • “wilujeng sumping ing bumi sambernyawa Bow,” tulis @viking_karanganyar_kota
  • “suksesss a bow,” tulis @faijalzeedeck
  • “Mangprang keun deui RX BOW @febrihariyadi13,” tulis @maulana_udan25.

Sebelum resmi diumumkan Persis Solo, Febri Hariyadi sempat menyampaikan perpisahan emosional dengan Persib Bandung dan Bobotoh. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perjalanan panjangnya di klub berjuluk Maung Bandung tersebut, serta menyatakan bahwa kepindahannya adalah langkah untuk terus bertumbuh.

“Tempat ini bukan hanya tentang pertandingan, tapi tentang rumah, keluarga, dan mimpi yang tumbuh bersama. Terima kasih untuk setiap langkah, setiap sorakan, dan setiap kenangan yang sudah kita lewati bersama Persib Bandung. Kota ini membentuk saya, dan kebanggaan itu akan selalu tinggal di hati. Hari ini, saya memulai chapter baru. Bukan untuk melupakan, tapi untuk terus bertumbuh. Bukan untuk meninggalkan, tapi untuk membawa semua pelajaran berharga ke perjalanan berikutnya. Saya tetap orang yang sama, dengan rasa cinta yang sama untuk sepak bola, dan rasa hormat yang sama untuk semua yang sudah berjalan bersama saya selama ini. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan saya,” tulis Febri Hariyadi.

Kini, patut dinantikan bagaimana kontribusi Febri Hariyadi dapat membantu Persis Solo keluar dari ancaman degradasi. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi performa tim di sisa kompetisi musim ini.

Pos terkait