Pejantara-Komunitas KHI Menjawab Solusi Sampah Batam Lewat Program PPSM

BATAM (KEPRIZONE.COM) – Sebuah terobosan untuk menjawab solusi sampah Batam diluncurkan. Yayasan Pelita Hijau Nusantara (Pejantara) bersama dengan Komunitas Kota Hijau Indonesia (KHI) membesut sebuah program yang mampu mengintegrasikan model penanganan sampah organik dan non organik.

Program bernama Pusat Pilah Sampah Masyarakat (PPSM) ini diluncurkan di Perumahan Puri Agung IV, RT 005 RW 021, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam pada Minggu (8/9/2024).

Perumahan yang sudah dikenal sebagai Kampung Ecoenzym dan merupakan basis Komunitas Kota Hijau Indonesia ini akan dipersiapkan menjadi daerah percontohan zero waste di Batam.

Hadir dalam acara ini, Lurah Mangsang Heriyawan, Ketua RW 021 Mangsang Parsi, Ketua RT 005 Puri Agung IV Dhani Hari Saksono bersama sejumlah undangan dan warga.

Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Punggur yang diperkirakan akan “overdosis” di tahun 2026.

Upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan difasilitasi melewati berbagai pelatihan pilah sampah. Berbagai pengetahuan dan keterampilan kepada warga mengenai teknik pengomposan sampah organik, pembuatan eco enzym serta pemilahan sampah non organik yang memiliki nilai ekonomis.

Program ini juga mencakup penyediaan alat komposting di tingkat rumah tangga serta pelatihan tentang pemanfaatan kompos dalam pertanian dan kebun rumah.

Batam memang menghadapi permasalahan aktual volume sampah yang dihasilkan Batam setiap harinya, kisaran 1.000 hingga 1.200 ton per hari dan di perkirakan akan mencapai batas akhir kemampuan menampung sampah dalam waktu dua tahun. Jika tidak dilakukan upaya upaya serius di hulu, maka hal tersebut akan memunculkan problem serius penanganan sampah khususnya di tingkat hilir.

“Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam pengelolaan sampah yang efektif. Dengan mengedukasi warga dan memberikan pengetahuan, kita berharap dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam pengelolaan sampah di Batam,” ujar Arief Dwi Cahyo, Sekretaris Yayasan Pejantara Batam.

Selain bekerjasama dengan komunitas lokal, Arief mengatakan kedepannya juga akan melibatkan sekolah, dan organisasi masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan mendorong praktik-praktik ramah lingkungan.

“Kedepan kami juga menyiapkan program ‘Tebar Seribu Tong Sampah’ di seluruh Batam,” kata Arief.

Sementara itu, Ketua Komunitas Kota Hijau Indonesia, Arif Maulana menyambut baik kegiatan kolaboratif bersama dengan Yayasan Pejantara ini.

“Harapannya, kegiatan seperti ini nantinya bisa diselenggarakan di permukiman lainnya. Tak hanya di Puri Agung IV, namun ke seluruh Batam,” ujarnya.

Melalui upaya bersama ini, diharapkan masyarakat Batam dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi Arief Dwi Cahyo (Sekretaris Yayasan Pejantara) di nomor +62 821-6960-7908 serta email [email protected] dan S Widodo di nomor +62 811-7711-354 serta email [email protected]. (BOS)

Pos terkait