Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Berbagai Daerah Lancar dan Terstruktur
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan dengan lancar di sejumlah daerah. Pemerintah memastikan bahwa tes ini menjadi alat evaluasi yang lebih terukur dalam mengukur kemampuan akademik siswa, tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan TKA di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa proses ujian berlangsung tertib dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, tanpa ditemukan adanya pelanggaran.
“Atas pengamatan di lapangan, pelaksanaan sudah berjalan baik. Mudah-mudahan ke depan tetap konsisten,” ujarnya.
Menurut Atip, TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan akademik individual siswa. Karena itu, ia mengimbau peserta untuk tidak merasa cemas dan tetap mempersiapkan diri secara optimal.
Kesiapan di Bandarlampung
Di daerah lain, kesiapan pelaksanaan TKA juga menunjukkan komitmen pemerintah. Pemerintah Kota Bandarlampung telah memastikan seluruh SMP siap dari sisi sarana dan prasarana. Hal ini mencakup perangkat komputer, jaringan internet, hingga tenaga operator.
Pelaksanaan TKA di Bandarlampung diikuti sekitar 15 ribu siswa dan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan April 2026. Tes dilakukan dalam beberapa sesi dengan mata pelajaran utama seperti Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kendala teknis, termasuk memastikan kestabilan jaringan internet di setiap sekolah serta meningkatkan kapasitas bandwidth guna mendukung kelancaran ujian berbasis komputer.
Durasi dan Komposisi Soal TKA
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa durasi pengerjaan TKA selama 75 menit telah melalui uji coba dan dinilai cukup untuk menyelesaikan seluruh soal.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyebutkan komposisi soal telah disesuaikan dengan tingkat kesulitan, sehingga waktu yang diberikan dinilai proporsional bagi siswa.
Komposisi tersebut terdiri atas soal pengetahuan, penerapan konsep, serta penalaran. Dengan desain tersebut, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan berpikir secara komprehensif, bukan hanya sekadar menghafal.
Sistem Ujian Berbasis Komputer
Selain itu, sistem ujian berbasis komputer memungkinkan pemantauan secara real time, termasuk durasi pengerjaan dan aktivitas peserta. Data menunjukkan sebagian besar siswa justru menyelesaikan ujian sebelum batas waktu berakhir.
Di tengah pelaksanaan TKA, semangat peserta juga terlihat. Salah satu siswa di Bandung tetap mengikuti ujian meski dalam kondisi pascaoperasi, menunjukkan bahwa persiapan dan dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam menghadapi evaluasi akademik.
Harapan Pemerintah
Dengan pelaksanaan yang semakin tertata, pemerintah berharap TKA dapat menjadi instrumen evaluasi pendidikan yang tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.






