Penyebab Tewasnya Pembersih Kaca Saat Badai Terungkap

Tragedi Maut di Ketinggian: Pekerja Pembersih Kaca Tewas Akibat Badai di Apartemen Surabaya

Surabaya – Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang pekerja pembersih kaca di sebuah apartemen mewah di kawasan Jalan Pakuwon Indah, Surabaya Barat. Korban yang diidentifikasi berinisial ES, berusia 51 tahun, ditemukan tewas setelah terombang-ambing di ketinggian lantai 25 akibat terjebak dalam gondola saat badai menerjang. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (2/3/2026) siang, meninggalkan duka mendalam dan pertanyaan mengenai keselamatan kerja di ketinggian.

Kronologi Kejadian: Badai Datang Tiba-Tiba

Menurut informasi yang dihimpun, ES bersama rekannya, RB (54), telah menjalankan tugas pembersihan kaca gedung D1 kompleks apartemen sejak pagi. Keduanya berasal dari permukiman yang sama di Tambak Wedi Baru, Kenjeran, Surabaya. Pekerjaan mereka sebenarnya hampir rampung, dan mereka bersiap untuk mengakhiri tugas hari itu.

Namun, nasib berkata lain. Saat mereka bersiap untuk turun, awan gelap mulai berkumpul, menandakan datangnya hujan deras disertai angin kencang. “Jadi posisi mendung, jadi sudah siap-siap turun, tapi engga nutut, gak nyampai, sudah kena angin,” ujar M. Rohim, Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, kepada awak media di lokasi kejadian.

Sebelum sempat menyelamatkan diri masuk ke dalam gedung, badai tersebut menyergap mereka. Mesin lift gondola yang menjadi pijakan mereka mulai bergoyang hebat dan membentur dinding gedung. Situasi semakin mengerikan ketika korban ES, yang masih tergantung pada tali pengaman, terlempar dan membentur dinding gedung serta rangka besi gondola yang ikut bergeser. Benturan keras dan berulang inilah yang diduga kuat menyebabkan ES meninggal seketika dalam posisi tergantung.

Evakuasi Dramatis dari Ketinggian

Proses evakuasi kedua pekerja tersebut berlangsung dramatis. Diduga kedua korban terombang-ambing di ketinggian lantai 25 selama kurang lebih 15 menit sebelum tim penyelamat berhasil menjangkau mereka. Tim gabungan, yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran dan penyelamat, mengerahkan sebuah mesin lift gondola lain untuk melakukan operasi penyelamatan.

Kedua korban berhasil dievakuasi melalui jendela salah satu kamar apartemen di lantai 26. Setibanya di dalam apartemen, tim medis segera memeriksa kondisi mereka. Rekan korban, RB, dilaporkan masih sadar namun dalam kondisi syok berat. Ia segera mendapatkan penanganan medis pertama, termasuk bantuan pernapasan.

Namun, kondisi ES sangat berbeda. Tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan selama proses evakuasi. Setelah diperiksa oleh tim medis, ES dipastikan telah meninggal dunia di lokasi kejadian. “Sudah meninggal kayaknya. Betul kemungkinan itu (terkena benturan tadi seperti di video),” konfirmasi Rohim.

Penyelidikan Awal dan Antisipasi Keamanan

Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan dokumentasi di area landasan gondola dan kemudian memasuki apartemen untuk menuju lantai 26, tempat evakuasi dilakukan. Pengumpulan bukti dan keterangan saksi dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti insiden tragis ini.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai standar keselamatan kerja bagi para pekerja di ketinggian, terutama di tengah perubahan cuaca yang ekstrem. Pihak berwenang diharapkan dapat meninjau dan memperketat regulasi terkait penggunaan alat pelindung diri, prosedur keselamatan, serta sistem peringatan dini cuaca buruk bagi para pekerja konstruksi dan perawatan gedung di ketinggian.

Faktor-faktor yang Diduga Berkontribusi pada Kecelakaan:

  • Angin Kencang Mendadak: Kecepatan angin yang meningkat drastis akibat badai yang datang tak terduga.
  • Keterlambatan Evakuasi: Waktu yang dibutuhkan untuk menyelamatkan diri ke tempat yang aman ternyata tidak cukup sebelum badai menerjang.
  • Kondisi Peralatan: Kemungkinan adanya kendala pada sistem gondola atau tali pengaman yang tidak mampu menahan guncangan hebat.
  • Kondisi Lingkungan: Struktur bangunan apartemen yang tinggi rentan terhadap terjangan angin kencang.

Langkah-langkah yang Diambil Pasca-Insiden:

  • Olah TKP: Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan investigasi mendalam.
  • Pemeriksaan Medis: Korban selamat, RB, mendapatkan perawatan intensif.
  • Evaluasi Keselamatan: Tinjauan terhadap prosedur keselamatan kerja di ketinggian.

Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan akan risiko yang dihadapi para pekerja di sektor pembangunan dan perawatan gedung. Penting bagi semua pihak, mulai dari pengembang, kontraktor, hingga pekerja, untuk memprioritaskan keselamatan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Pos terkait