Perdagangan aset kripto yang beroperasi sepanjang waktu (24/7) telah menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar komoditas dan aset tradisional, terutama di akhir pekan. Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong para trader untuk segera mencari instrumen lindung nilai (hedging).
Pada perdagangan sore di New York, Bitcoin menunjukkan pemulihan yang signifikan. Aset kripto unggulan ini berhasil berbalik arah dari pelemahan sebelumnya, mencatat kenaikan hingga 2,3% dan diperdagangkan di kisaran US$67.000. Ether, aset kripto terbesar kedua, juga turut menguat sebesar 2,4%, mencapai level US$1.968.
Fenomena serupa terlihat pada pasar komoditas yang diperdagangkan melalui kontrak perpetual swap di bursa kripto. Kontrak minyak mentah melonjak sekitar 5%, mencapai US$70,6 per barel. Emas dan perak, yang sering dianggap sebagai aset safe haven, juga mengalami kenaikan masing-masing sekitar 1,3% dan 2%, diperdagangkan pada level US$5.323 dan US$94,9 per troy ounce.
Jake Ostrovskis, Head of Over-The-Counter (OTC) Trading di Wintermute, menjelaskan bahwa aset kripto sempat mengalami penjualan besar-besaran (sell-off) ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat. Namun, sifat perdagangan kripto yang tanpa henti memberikan keunggulan tersendiri.
“Fakta bahwa Bitcoin bertindak sebagai proksi bagi risiko pasar yang lebih luas karena merupakan satu-satunya pasar yang terbuka, adalah alasan tepat mengapa lebih banyak kelas aset, termasuk komoditas, perlu beralih ke perdagangan 24/7,” ujar Ostrovskis. Ia menekankan bahwa Bitcoin, yang diperdagangkan 24/7, menjadi aset paling likuid yang tersedia bagi para trader yang ingin melakukan lindung nilai sembari merespons pergerakan pasar secara dinamis.
Situasi geopolitik global memanas pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Iran membalas dengan melancarkan serangan rudal ke berbagai lokasi di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Ancaman serangan lebih lanjut terhadap pangkalan di Irak yang terafiliasi dengan pasukan AS pun dilontarkan, memperdalam kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menambah kompleksitas dengan mendesak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas dari konflik ini.
Kripto sebagai Indikator Pasar di Luar Jam Kerja
Platform aset kripto memang telah lama dikenal berfungsi sebagai indikator pasar yang beroperasi di luar jam kerja bursa tradisional. Hal ini dikarenakan aset digital diperdagangkan secara non-stop, memberikan gambaran pergerakan pasar secara real-time kapan pun.
Saat ini, Wall Street mulai memberikan perhatian lebih pada platform seperti Hyperliquid. Fenomena ini seiring dengan semakin terintegrasinya pasar kripto dengan sistem keuangan tradisional. Meskipun volume perdagangan di platform-platform ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pasar konvensional selama jam kerja reguler, perannya sebagai barometer pergerakan pasar di luar jam kerja menjadi semakin signifikan.
Dampak Ketegangan Geopolitik terhadap Pasar Keuangan
Ketegangan geopolitik antara negara-negara besar sering kali memicu volatilitas di pasar keuangan global. Para investor cenderung mencari aset yang dianggap aman (safe haven) seperti emas dan perak, atau aset yang memiliki likuiditas tinggi dan dapat diperdagangkan kapan saja.
Dalam konteks ini, aset kripto, terutama Bitcoin, telah berevolusi dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen yang diperhitungkan dalam strategi manajemen risiko. Kemampuannya untuk diperdagangkan 24/7 menjadikannya pilihan menarik ketika pasar tradisional tutup, memberikan kesempatan bagi para trader untuk bereaksi cepat terhadap berita dan peristiwa global.
Tantangan dan Peluang Perdagangan 24/7
Perdagangan yang beroperasi sepanjang waktu menawarkan fleksibilitas dan peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, hal ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal manajemen risiko dan pengawasan pasar.
- Fleksibilitas: Trader dapat merespons berita dan pergerakan pasar kapan saja, tanpa terikat oleh jam buka bursa.
- Likuiditas: Aset seperti Bitcoin menawarkan likuiditas yang tinggi, memungkinkan eksekusi perdagangan dalam volume besar dengan slippage minimal.
- Aksesibilitas: Pasar kripto dapat diakses oleh investor dari seluruh dunia, menciptakan pasar global yang terintegrasi.
Meskipun demikian, tantangan seperti potensi manipulasi pasar, kurangnya regulasi yang seragam di berbagai yurisdiksi, dan risiko keamanan siber tetap menjadi perhatian utama.
Masa Depan Perdagangan Kripto dan Aset Tradisional
Integrasi antara pasar kripto dan pasar aset tradisional tampaknya akan terus berlanjut. Dengan semakin banyaknya institusi keuangan yang mulai mengadopsi aset digital, baik sebagai kelas aset investasi maupun sebagai infrastruktur perdagangan, peran platform kripto yang beroperasi 24/7 diperkirakan akan semakin krusial.
Peristiwa seperti meningkatnya ketegangan geopolitik ini menjadi studi kasus yang menarik tentang bagaimana aset digital dapat berfungsi sebagai penyeimbang dalam portofolio investasi tradisional. Seiring waktu, kita mungkin akan melihat lebih banyak aset tradisional yang mengadopsi model perdagangan yang sama, demi meningkatkan likuiditas dan responsivitas pasar terhadap dinamika global yang terus berubah.





