Pertandingan panas antara Madura United dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-16 Liga Super 2025/2026 pada Sabtu (3/1/2026) malam di Stadion Gelora Ratu Pamelingan tak hanya menyajikan drama jual beli serangan, tetapi juga sebuah insiden kontroversial yang melibatkan kartu merah bagi bomber asing Persebaya Surabaya, Mihailo Perovic. Keputusan wasit di menit-menit akhir pertandingan ini sontak menjadi sorotan utama, meninggalkan kebingungan bagi sang pemain dan perdebatan di kalangan publik sepak bola nasional.
Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin krusial dari kandang Madura United berkat gol tunggal Bruno Moreira. Kemenangan tipis 0-1 ini mendongkrak posisi Green Force ke peringkat kelima klasemen sementara dengan total 25 poin. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menampilkan permainan yang intens dan ketat. Madura United, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, tampil agresif, sementara Persebaya Surabaya menunjukkan kedisiplinan dan kesabaran dalam mencari celah serangan.
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas serangan mereka, memberikan tekanan signifikan pada lini pertahanan Madura United. Salah satu peluang emas didapatkan tim tamu pada menit ke-55 melalui skema tendangan bebas. Bola pantul di kotak penalti sempat disambar oleh Milos Raickovic, namun tendangannya masih terlalu lemah dan berhasil diamankan oleh kiper Madura United, Miswar Saputra.
Melihat peluang yang terus tercipta, pelatih sementara Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Malik Risaldi dan Mihailo Perovic menggantikan Dimas Wicaksono serta Diego Mauricio. Masuknya Malik Risaldi memberikan dampak instan di sisi kanan serangan Persebaya Surabaya. Kecepatan dan keberaniannya dalam menusuk pertahanan lawan membuat Madura United kesulitan.
Pada menit ke-69, umpan silang matang dari Malik Risaldi berhasil mengarah ke Bruno Moreira. Namun, sepakan keras Bruno masih dapat diblok oleh Miswar Saputra yang tampil solid di bawah mistar. Empat menit berselang, kebuntuan akhirnya terpecah. Melalui skema serangan cepat, umpan terobosan dari Malik diselesaikan dengan sempurna oleh Bruno Moreira melalui tembakan mendatar yang tak mampu dihalau Miswar. Gol ini membawa Persebaya Surabaya unggul 0-1 dan semakin mengendalikan jalannya pertandingan.
Tertinggal satu gol, Madura United terpaksa keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan tuan rumah nyaris membuahkan hasil pada menit ke-84 ketika sepakan jarak dekat Kerim Palic membentur mistar gawang Ernando Ari, membuat para pendukung Persebaya Surabaya menahan napas. Di sisa waktu pertandingan, Madura United terus menggempur lini belakang Persebaya Surabaya. Uston Nawawi merespons dengan memasukkan Randy May menggantikan Bruno Moreira untuk memperkuat kedalaman pertahanan.
Persebaya Surabaya berusaha mengamankan keunggulan dengan bermain lebih rapat dan disiplin, yang membuat pertandingan semakin keras dan penuh kontak fisik. Di tengah tensi tinggi inilah insiden yang melibatkan Mihailo Perovic terjadi.
Kronologi Kartu Merah Mihailo Perovic
Insiden yang berujung pada kartu merah Mihailo Perovic terjadi pada menit ke-90+6. Pemain asal Montenegro ini terlibat duel dengan pemain Madura United, Kerim Pelic.
- Kontak Fisik dan Jatuh: Perovic terjatuh di lapangan setelah terjadi kontak fisik dengan Kerim Pelic.
- Perawatan Medis: Perovic terlihat kesakitan dan tergeletak di lapangan cukup lama. Tim medis Persebaya Surabaya masuk dan memutuskan untuk menandu sang pemain ke luar lapangan.
- Versi Perovic: Melalui akun Instagram pribadinya, Mihailo Perovic kemudian menunjukkan kronologi versinya. Ia mengunggah momen ketika dirinya disikut oleh Kerim Pelic hingga terjatuh.
- Aksi di Sisi Lapangan: Perovic kemudian ditandu keluar lapangan. Namun, sesampainya di sisi luar, ia terlihat bisa berdiri. Aksi ini dinilai oleh wasit sebagai upaya mengulur-ulur waktu pertandingan.
- Keputusan Wasit: Wasit tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Perovic. Keputusan ini otomatis membuat sang striker harus menerima kartu merah.
Ekspresi kebingungan terpancar jelas dari wajah Mihailo Perovic. Ia tampak tidak menyangka insiden tersebut berujung pada pengusiran dirinya dari lapangan. Rekan-rekan setimnya sempat memprotes keputusan wasit, namun keputusan tersebut tetap tidak berubah hingga pertandingan dilanjutkan kembali.
Kartu merah ini menjadi penutup dramatis bagi laga yang berjalan keras dan emosional. Persebaya Surabaya harus menyelesaikan sisa detik pertandingan dengan sepuluh pemain. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Green Force, yang berhasil membawa pulang poin penuh dari Pulau Madura.
Dampak dan Implikasi Kartu Merah
Insiden kartu merah Perovic langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit dalam menilai situasi tersebut. Bagi Persebaya Surabaya, kartu merah ini menjadi kerugian tersendiri. Mihailo Perovic dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Malut United.
Absennya Perovic terjadi di momen penting, karena Persebaya Surabaya akan menjalani era baru dengan debut pelatih kepala anyar, Bernardo Tavares. Situasi ini membuat lini depan Persebaya Surabaya harus disusun ulang, dan opsi rotasi pemain menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.
Meskipun demikian, kemenangan atas Madura United tetap menjadi modal berharga. Mental bertanding Persebaya Surabaya dinilai semakin matang dalam menghadapi laga-laga krusial.
Kronologi kartu merah Mihailo Perovic pun menjadi pelajaran penting soal manajemen emosi di lapangan. Dalam pertandingan berintensitas tinggi, setiap detail bisa berujung pada konsekuensi besar. Bagi Perovic pribadi, insiden ini meninggalkan tanda tanya besar. Ia merasa menjadi korban pelanggaran, namun justru harus menerima hukuman terberat.
Sorotan publik kini tertuju pada kepemimpinan wasit di laga tersebut. Keputusan di menit akhir dinilai sangat menentukan jalannya pertandingan. Di sisi lain, Persebaya Surabaya tetap fokus menatap laga berikutnya, bertekad menjaga tren positif meski harus kehilangan salah satu bomber andalannya. Drama di Gelora Ratu Pamelingan membuktikan bahwa sepak bola tak hanya soal gol. Emosi, keputusan, dan momentum bisa mengubah cerita dalam hitungan detik. Kronologi kartu merah Mihailo Perovic akan terus dibicarakan, menjadi bagian dari kisah panas Derbi Suramadu yang selalu sarat drama.






