Persiba Balikpapan Gagal Raih Tiga Poin di Kandang, Berbagi Angka dengan PSIS Semarang
Persiba Balikpapan kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan di kandang sendiri. Dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-21, Beruang Madu hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan tamunya, PSIS Semarang, di Stadion Batakan pada Minggu, 1 Maret 2026. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Persiba di laga kandang, di mana mereka kini gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun.
Dalam tiga partai kandang terakhir, Persiba Balikpapan hanya mampu mengumpulkan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Padahal, kemenangan sangat dibutuhkan oleh tim asuhan pelatih [Nama Pelatih Persiba, jika ada di sumber asli. Jika tidak, biarkan kosong atau rephrase] ini untuk menjauh dari ancaman zona degradasi. Pertandingan melawan PSIS Semarang sejatinya menjadi momentum penting bagi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh untuk keluar dari papan bawah klasemen.
Namun, skor kacamata 0-0 yang tercipta di akhir laga membuat kedua tim belum mampu memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara. PSIS Semarang masih tertahan di peringkat kesembilan, yang merupakan zona playoff degradasi. Sementara itu, Persiba Balikpapan berada satu strip di atasnya, menduduki peringkat kedelapan dengan total 17 poin, hanya unggul satu angka dari PSIS.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Tensi
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. PSIS Semarang langsung mengancam gawang Persiba Balikpapan melalui situasi sepak pojok pada menit keenam. Peluang tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol. Menit ke-10, PSIS kembali mendapatkan kesempatan dari sepak pojok, namun kiper Persiba, Pancar Nur, tampil sigap menghalau bola.
Peluang emas kembali didapatkan PSIS pada menit ke-12. Tembakan keras Denilson Rodrigues dari sudut sempit masih mampu diamankan dengan baik oleh Pancar Nur. Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan semakin memanas. Beberapa pelanggaran keras terjadi dari kedua kubu, yang berujung pada keluarnya kartu kuning. Dari tim PSIS, Delfin Rumbino tercatat melakukan pelanggaran keras terhadap pemain tuan rumah. Tak lama berselang, pemain Persiba, Brian Cesar, juga mendapat kartu kuning setelah melanggar Esteban Vizcarra. Bek PSIS, Dani Ibrohim, menyusul rekan setimnya mendapatkan kartu kuning pada menit ke-25 akibat pelanggaran keras terhadap pemain Persiba.
Persiba Balikpapan sempat mendapat peluang untuk mencetak gol pada menit ke-31, namun kiper PSIS, Mario Londok, menunjukkan ketangguhannya di bawah mistar gawang. Hingga babak pertama berakhir, skor imbang 0-0 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Persiba Balikpapan mencoba tampil lebih agresif. Pada menit ke-47, Arsa Ramadan melepaskan tembakan jarak jauh yang berhasil ditepis oleh Mario Londok. Bola muntah kemudian disambar oleh Brian Cesar, namun sayang tendangannya masih membentur tiang gawang.
Tak lama kemudian, pada menit ke-55, striker Persiba, Takumu Nishihara, memiliki kesempatan emas melalui skema serangan balik cepat. Sepakan kerasnya masih mampu ditepis oleh Mario Londok.
Drama VAR dan Kartu Merah Warnai Akhir Laga
Kebuntuan Persiba Balikpapan akhirnya pecah pada menit ke-65. Lorensius Sabda berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti yang gagal ditangkap sempurna oleh Mario Londok.
Namun, kegembiraan tuan rumah tidak berlangsung lama. Wasit pertandingan memutuskan untuk menganulir gol tersebut setelah melakukan tinjauan melalui layar VAR (Video Assistant Referee). Keputusan ini sontak memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Persiba Balikpapan. Menariknya, di tengah protes tersebut, Lorensius Sabda tertangkap kamera tengah memanjatkan doa. Pertandingan yang sempat terhenti selama kurang lebih tujuh menit tersebut akhirnya dilanjutkan dengan skor tetap 0-0.
Petaka menghampiri tim tamu pada menit ke-86. Bek kanan PSIS, Ibrahim Sanjaya, harus keluar dari lapangan lebih cepat setelah diganjar kartu merah. Ia menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap pemain Persiba, Abdurrahman. Situasi ini memaksa PSIS untuk berjuang ekstra keras mempertahankan gawang mereka dengan sepuluh pemain.
Wasit memberikan tambahan waktu yang cukup panjang di babak kedua, yaitu 11 menit. Selama masa krusial tersebut, jual beli serangan terus diperagakan oleh kedua tim. Denilson Rodrigues sempat kembali mengancam gawang Persiba dengan sepakan kerasnya, namun arah bola belum tepat sasaran. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 0-0 tidak berubah, memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Hasil ini tentu menjadi catatan yang perlu dievaluasi oleh tim Persiba Balikpapan, terutama dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada di kandang sendiri. Sementara bagi PSIS Semarang, satu poin yang dibawa pulang dari kandang lawan bisa menjadi modal berharga dalam perjalanannya di sisa kompetisi.





