Polda Metro Jaya Cegah Pelajar Ikut Demo Mahasiswa di Mabes Polri

Pengamanan Ketat Demo Mahasiswa di Mabes Polri: Ribuan Personel Dikerahkan untuk Mencegah Penunggang Gelap

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya telah memastikan kesiapan penuh dalam mengawal aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh elemen mahasiswa di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada siang hari ini. Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aksi. Fokus utama pengamanan tidak hanya pada jalannya demonstrasi itu sendiri, tetapi juga pada upaya pencegahan agar tidak ada pihak lain, terutama pelajar setingkat SMA dan sederajat, yang turut serta dalam aksi tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menjelaskan bahwa langkah antisipatif ini diambil berdasarkan evaluasi dari aksi-aksi massa sebelumnya. “Secara keseluruhan, 13 Polres di bawah komando Polda Metro Jaya akan bergerak melakukan penyekatan di beberapa titik strategis untuk mencegah pergerakan pelajar menuju lokasi aksi,” ujar Kombes Budi Hermanto pada Jumat, 27 Februari.

Upaya pencegahan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif yang tidak hanya melibatkan pelayanan langsung di lokasi aksi, tetapi juga koordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian di tingkat Polres serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan murni berasal dari mahasiswa.

Imbauan kepada Mahasiswa dan Kampus

Lebih lanjut, Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa imbauan telah disebarluaskan kepada seluruh elemen mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi. Imbauan tersebut menekankan pentingnya agar aksi unjuk rasa tetap murni dilakukan oleh mahasiswa, tanpa melibatkan unsur-unsur lain yang dapat ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. “Kami sudah memberikan imbauan kepada elemen mahasiswa dan kampus, apabila dalam melaksanakan penyampaian pendapat itu murni dari mahasiswa. Tidak melibatkan golongan-golongan tertentu yang kami duga kuat kerap menunggangi setiap kegiatan penyampaian pendapat,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengkhawatirkan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan momentum aksi demonstrasi untuk kepentingan terselubung. Menurut perwira menengah Polri ini, keterlibatan pihak luar yang tidak bertanggung jawab dapat mencoreng citra aksi itu sendiri. Mereka kerapkali bertindak di luar batas aturan dan berpotensi memicu terjadinya kericuhan di tengah massa aksi.

“Akhirnya itu dapat mencoreng, mencoreng aksi yang disampaikan oleh orang yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi. Tapi, cacat karena ada tunggangan-tunggangan. Makanya Polda, Polres jajaran juga melakukan penyekatan,” terang Kombes Budi Hermanto.

Detail Pengamanan dan Penempatan Personel

Untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung setelah ibadah Salat Jumat, yaitu mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.093 personel. Jumlah personel ini akan ditempatkan di berbagai titik krusial di sekitar Mabes Polri dan area sekitarnya.

Penempatan personel tidak hanya terfokus pada area demonstrasi, tetapi juga di beberapa objek vital nasional (obvitnas) yang berdekatan. “Polda Metro Jaya menurunkan personel lebih kurang 3.093 personel. Ini juga akan ditempatkan di beberapa titik, mengingat ada obvitnas (objek vital nasional), di sini ada kantor PLN—ada pusat keramaian, pasar, kegiatan aktivitas masyarakat di beberapa titik ini akan disiapkan personel Polri,” jelas Kombes Budi Hermanto.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak hanya kelancaran aksi unjuk rasa, tetapi juga perlindungan terhadap aset-aset penting negara dan kenyamanan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Meskipun aksi dijadwalkan berakhir pada pukul 17.00 WIB, kepolisian tetap bersiaga untuk kemungkinan massa aksi bertahan lebih lama, dengan tetap mengedepankan dialog dan penegakan hukum sesuai prosedur.

Pos terkait