Temuan Ulat dalam Program Makan Bergizi Gratis Picu Kepanikan dan Respons Tegas
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kabupaten Alor kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kekhawatiran muncul setelah ditemukannya ulat pada menu tahu dan pentolan bakso yang dibagikan kepada siswa di SD GMIT 01 Kalabahi pada Selasa, 3 Maret 2026. Insiden ini sontak ramai diperbincangkan, terutama di jagat maya melalui platform media sosial Facebook.
Sebuah video yang beredar luas dan diunggah oleh akun Info NTT menampilkan secara jelas menu bakso yang ternyata telah terkontaminasi ulat. Dalam rekaman tersebut, pembuat video terdengar menyampaikan keprihatinan dan meminta agar para penyedia program MBG, khususnya pengawas dapur tingkat 1, untuk lebih cermat dalam memeriksa setiap sajian yang akan didistribusikan. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk dan menimbulkan trauma bagi anak-anak usia sekolah yang mengonsumsinya.
Kronologi Kejadian di SD GMIT 01 Kalabahi
Menurut informasi yang dihimpun, Kepala SD GMIT 01 Kalabahi, Anderias Saitakela, S.Pd.Gr., beserta salah seorang guru di sekolah tersebut membenarkan adanya temuan ulat putih berukuran kecil pada hidangan tahu dan pentolan bakso yang dibagikan pada hari itu. Pihak sekolah mengaku tidak memiliki informasi pasti apakah masalah ini hanya terjadi pada sebagian kecil kemasan atau meluas ke seluruh distribusi.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menceritakan kronologi kejadian tersebut. “Jadi kejadiannya begini, kami di SD sini biasanya pengelola dapur mengantar MBG jam 8 pagi atau jam 8 lebih. Ketika mereka antar, kami terima dan mendistribusikan ke kelas masing-masing untuk dimakan siswa-siswi saat jam istirahat,” ujarnya.
Jadwal istirahat siswa kelas 1 dan 2 ditetapkan pada pukul 09.25 WITA, dan pada jam tersebut mereka langsung menyantap hidangan MBG. Kemudian, pada pukul 09.50 WITA, giliran siswa kelas 3 hingga 6 yang istirahat. “Nah, ketika mereka mau makan, ada seorang siswi kelas 5 A menemukan ulat di makanan tahu dan langsung melaporkan. Lalu diperiksa, ternyata benar ada ulat di makanan tahu dan pentolan bakso. Saat itu kami minta dikumpulkan makanan yang belum dimakan. Sementara siswa yang lain, terutama kelas 1 dan 2, sudah makan MBG yang dibagikan,” tambahnya.
Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah segera menyampaikan keluhan kepada pihak dapur pengelola MBG tingkat 1. Respons dari pihak dapur pun cepat. Mereka langsung mendatangi sekolah, menarik kembali makanan yang belum dikonsumsi, dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Dapur MBG Tingkat 1 Kalabahi Buka Suara
Asisten Lapangan Dapur MBG Tingkat 1 Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Anton Subang, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ditemukannya ulat pada potongan tahu dan pentolan bakso dalam sejumlah kemasan MBG yang didistribusikan. Pihak dapur menegaskan bahwa mereka telah bergerak cepat untuk menarik kembali makanan yang terindikasi bermasalah.
Data dari dapur tersebut menunjukkan bahwa mereka menyalurkan makanan bergizi ke 21 titik sekolah. Namun, insiden serupa hanya dilaporkan terjadi di tiga sekolah, yaitu SD GMIT 01 Kalabahi, SD Negeri 3 Lawahing, dan SMA Kristen 2 Kalabahi. Hal ini mengindikasikan adanya masalah spesifik pada proses produksi atau distribusi di titik-titik tersebut.
Reaksi Publik dan Kekhawatiran Orang Tua
Video yang dibagikan di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Facebook, sontak memicu kepanikan di kalangan warganet, khususnya para orang tua. Banyak komentar bernada kekhawatiran dan kekecewaan yang dilontarkan.
“Anak-anak dari rumah tiap pagi orang tua kasih makan dan minum dengan baik, kasih uang jajan, baru pergi sekolah. Kalau sudah model begini, pasti banyak anak-anak yang trauma untuk mau makan MBG lagi di sekolah ini,” tulis salah seorang warganet dalam unggahan di akun Facebook Info NTT. Komentar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam akan kesehatan dan kenyamanan anak-anak saat mengikuti program sekolah.
Langkah Tegas Pemerintah Daerah
Menanggapi insiden yang meresahkan ini, Pemerintah Kabupaten Alor melalui Wakil Bupati tidak tinggal diam. Tindakan tegas segera diambil dengan memberhentikan sementara operasional dapur yang diduga bermasalah. Keputusan ini diambil setelah dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Langkah ini diambil untuk memastikan kejelasan informasi yang benar dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh siswa yang menjadi peserta program MBG. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mengambil tindakan korektif yang tepat guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap program yang seharusnya memberikan manfaat gizi optimal bagi generasi penerus.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak usia sekolah. Oleh karena itu, insiden seperti ini menjadi pengingat krusial bagi semua pihak yang terlibat, mulai dari penyedia bahan baku, pengelola dapur, hingga pihak sekolah dan pemerintah, untuk senantiasa menjaga standar kualitas dan kebersihan demi kesehatan dan keselamatan anak-anak didik.





