AC Milan Terancam Gagal Finis Empat Besar Akibat Mandeknya Performa Christian Pulisic
AC Milan tengah menghadapi tantangan serius dalam upaya mereka mengamankan posisi empat besar klasemen Liga Italia musim 2025-2026. Hilangnya ketajaman Christian Pulisic, yang sebelumnya menjadi motor serangan tim, kini menjadi sorotan utama dan berpotensi menggagalkan ambisi Rossoneri.
Penampilan AC Milan dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan adanya masalah dalam lini serang. Pertandingan melawan Cremonese pada pekan ke-27 Liga Italia, yang berakhir dengan kemenangan tipis, menjadi bukti nyata. Tim asuhan Massimiliano Allegri ini membutuhkan waktu 90 menit penuh untuk akhirnya bisa mencetak gol. Gol pembuka tersebut justru dicetak oleh Strahinja Pavlovic, seorang bek, bukan dari lini serang. Meskipun Rafael Leao berhasil menambah keunggulan di menit akhir pertandingan, gol tersebut tercipta karena Cremonese terlalu berani menaikkan garis pertahanan dalam upaya menyamakan kedudukan.
Performa Serangan yang Mengkhawatirkan
Kemampuan AC Milan untuk mencetak gol memang menjadi isu yang hangat dibicarakan belakangan ini. Dalam sepuluh pertandingan yang telah dilakoni sejak pergantian tahun, AC Milan tercatat tujuh kali gagal mencetak gol di babak pertama. Situasi ini sangat berbanding lurus dengan mandeknya kontribusi Christian Pulisic, baik dalam bentuk gol maupun assist.
Sebelum pergantian tahun, Pulisic menunjukkan performa yang impresif. Dalam 17 pertandingan pertamanya di Serie A, pemain yang dijuluki “Kapten Amerika” ini tampil tajam dengan mencatatkan 8 gol dan 2 assist. Kontribusinya tersebut seringkali menjadi penentu kemenangan Milan di babak pertama, seperti yang terlihat dalam pertandingan melawan Udinese (3-0), Napoli (2-1), dan Hellas Verona (3-0).
Namun, setelah memasuki tahun baru, kontribusi gol dan assist Pulisic seolah menghilang. Pemain kelahiran 18 September 1998 ini terakhir kali mencetak gol pada tanggal 28 Desember. Sejak saat itu, Pulisic telah menjalani sembilan pertandingan tanpa mampu menyumbangkan gol maupun assist bagi tim.
Ancaman Laga Berat Menanti
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius, terutama mengingat AC Milan masih harus menghadapi sejumlah laga berat melawan tim-tim pesaing langsung dalam perebutan tiket Liga Champions. Di antaranya adalah duel melawan Inter Milan, Napoli, Juventus, dan Atalanta.
Perlu dicatat bahwa gol dan assist Pulisic sebelumnya sangat menentukan kemenangan Milan atas rival sekota, Inter Milan, serta kemenangan atas Napoli pada pertemuan pertama kedua tim. Kehilangan kontribusi krusial dari pemain kunci seperti Pulisic di momen-momen krusial seperti ini tentu akan sangat merugikan.
Optimisme Pelatih di Tengah Keraguan
Meskipun performa Pulisic sedang menurun dan menjadi kekhawatiran banyak pihak, Massimiliano Allegri selaku pelatih AC Milan menunjukkan sikap optimis. Allegri yakin bahwa Pulisic hanya membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi fisik terbaiknya.
Sepanjang musim ini, mantan pemain Chelsea ini memang kerap diganggu oleh berbagai masalah cedera dan fisik. Mulai dari cedera hamstring pada bulan Oktober-November, masalah otot pada November-Desember, hingga yang terbaru adalah bursitis, atau peradangan pada bantalan sendi, yang dialaminya bulan lalu.
“Leao, Pulisic, dan Christopher Nkunku sangat bagus dalam hal teknik,” ujar Allegri, menekankan pentingnya ketiga pemain tersebut. “Ketika Anda memiliki mereka semua, yang perlu dilakukan hanya membuat mereka tersedia untuk tim dan semuanya akan baik-baik saja.”
Allegri menambahkan, “Pulisic mulai kembali ke kebugaran penuh.” Pernyataan ini memberikan secercah harapan bahwa Pulisic akan segera menemukan kembali performa terbaiknya dan memberikan kontribusi yang diharapkan bagi AC Milan dalam sisa musim ini. Namun, pertanyaannya tetap, apakah kembalinya Pulisic akan cukup cepat untuk membantu Milan mengamankan posisi empat besar sebelum kompetisi berakhir?
Faktor-faktor Kunci yang Mempengaruhi Performa Pulisic:
- Riwayat Cedera: Pulisic telah mengalami beberapa cedera signifikan musim ini, yang tentunya mempengaruhi kebugaran dan konsistensinya.
- Adaptasi dan Ritme Permainan: Setelah absen beberapa waktu karena cedera, sangat wajar jika seorang pemain membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme permainan terbaiknya.
- Tekanan Musim: Persaingan ketat untuk finis di zona Liga Champions memberikan tekanan tersendiri bagi seluruh tim, termasuk Pulisic.
- Dukungan Tim dan Taktik: Peran Pulisic dalam skema taktik Allegri juga akan sangat menentukan sejauh mana ia bisa kembali bersinar.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit dan persaingan yang semakin memanas, AC Milan sangat membutuhkan kembalinya Christian Pulisic dalam performa puncak. Kehadiran dan kontribusinya akan menjadi faktor penentu apakah Rossoneri mampu meraih target mereka musim ini.





