Ramadan 1447 H: Lomba Keagamaan Semarakkan Tampaure Pasangkayu

Semarak Ramadan di Tampaure: Lomba Adzan, Tahfiz, dan Tartil Wadahi Generasi Qurani

Pasangkayu, Sulawesi Barat – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum berharga bagi Remaja Masjid (REMAS) Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, untuk menggelar serangkaian lomba keagamaan. Kegiatan yang bertujuan menyemarakkan Ramadan dan membina generasi muda Qurani ini sukses dilaksanakan di depan Masjid Al Qautsar, Desa Tampaure, pada Jumat malam, 27 Februari 2026.

Suasana malam itu terasa begitu hidup dan penuh kehangatan. Sebuah tenda berukuran besar berdiri kokoh, dihiasi lampu-lampu sederhana yang memancarkan cahaya kekuningan, menerangi wajah antusias para peserta dan warga yang hadir. Perlombaan ini mencakup tiga kategori utama: adzan, tahfiz (hafalan Al-Qur’an), dan tartil (membaca Al-Qur’an dengan tartil) yang ditujukan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ragam Kategori dan Peserta yang Antusias

Untuk tingkat SD, peserta dibagi menjadi dua kategori berdasarkan jenjang kelas. Kategori pertama diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 4, sementara kategori kedua untuk siswa kelas 5 hingga kelas 6. Total sebanyak 30 peserta ambil bagian dalam kemeriahan lomba ini.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak dari Desa Tampaure saja. Antusiasme yang tinggi juga datang dari luar desa, menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luas dan menjadi ajang silaturahmi antarremaja masjid di wilayah tersebut.

Di dalam tenda, deretan kursi plastik dipenuhi oleh para orang tua dan warga yang setia menyaksikan setiap penampilan. Di bagian depan, meja juri tertata rapi. Para juri, yang merupakan tokoh masyarakat Desa Tampaure, tampak serius menyimak setiap lantunan ayat suci Al-Qur’an maupun kumandang adzan yang dibawakan oleh para peserta.

Momen Khidmat dan Penuh Penghayatan

Suasana perlombaan berlangsung dengan hangat dan khidmat. Ketika seorang peserta melantunkan ayat-ayat suci dengan suara merdu dan penuh penghayatan, hadirin tampak terdiam, larut dalam bacaan yang menggema di bawah tenda. Sesekali terdengar bisikan takbir pelan dari penonton sebagai bentuk apresiasi atas keindahan bacaan tersebut.

Tak kalah menggetarkan, kumandang adzan dari peserta cilik menggema lantang menembus malam Ramadan. Suara mereka yang masih polos namun penuh semangat menambah kesan haru dan bangga bagi para orang tua yang menyaksikan. Momen-momen seperti inilah yang menjadi inti dari kegiatan ini, yaitu menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.

Di sela-sela perlombaan, tawa ceria para peserta cilik juga turut mewarnai suasana. Anak-anak yang telah tampil tampak saling menyemangati satu sama lain. Sebagian duduk berkelompok sambil mengulang hafalan mereka, sementara yang lain bercengkerama dengan wajah penuh keceriaan, menunjukkan bahwa ajang ini juga menjadi sarana bermain dan bersosialisasi yang positif bagi mereka.

Harapan untuk Keberlanjutan dan Pembentukan Generasi Qurani

Ketua Remaja Masjid Desa Tampaure, Sunarjo, saat ditemui di lokasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda Ramadan yang baru dua kali mereka laksanakan.

“Pesertanya ada tingkat SD dan SMP. Kalau SD kami bagi dua kategori, kelas 1 sampai 4 dan kelas 5 sampai 6. Total ada 30 peserta, bahkan ada juga yang dari luar desa,” ujarnya.

Sunarjo mengungkapkan harapannya agar kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut pada Ramadan berikutnya dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa.

“Walaupun baru dua kali dilaksanakan, kami ingin kegiatan ini terus ada setiap Ramadan. Harapannya bisa membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan berani tampil,” tambahnya.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Tampaure. Malam Ramadan di Desa Tampaure pun terasa lebih bermakna, diisi dengan lantunan ayat suci, gema adzan, dan semangat generasi muda yang tumbuh dalam nilai-nilai keagamaan. Hal ini menunjukkan komitmen REMAS Desa Tampaure dalam menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki bekal spiritual yang kuat.

Pos terkait