Reses Junaidi di Palangka Raya, Warga Soroti Infrastruktur



PALANGKA RAYA, .CO –

Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah Dapil I, Junaidi, melakukan reses perseorangan masa persidangan II tahun 2026 di titik penutup yang berlangsung di Jalan Pinus, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya.

Pada kegiatan tersebut, Junaidi menyampaikan bahwa masyarakat memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang mencakup sejumlah sektor penting.

“Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, budaya, hingga yang paling dominan adalah infrastruktur,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng, Junaidi menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD, termasuk disampaikan dalam rapat paripurna.

“Nanti setelah kita paripurnakan, berbagai usulan ini akan kita sampaikan kepada pemerintah provinsi agar bisa ditindaklanjuti bersama DPRD,” jelasnya.

Namun demikian, Junaidi juga mengakui adanya keterbatasan anggaran yang menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat dalam waktu dekat.

“Kita sampaikan juga kepada masyarakat bahwa APBD kita mengalami penurunan hampir 50 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga realisasi program harus dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Dia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tetap bersabar menunggu proses pembangunan yang akan dilakukan secara bergiliran.

“Mudah-mudahan ke depan, pada 2027, 2028, atau 2029 kondisi keuangan negara membaik, sehingga APBD provinsi meningkat dan pembangunan bisa kita dorong lebih maksimal di Kalimantan Tengah,” tutupnya.

Beberapa Aspirasi Masyarakat yang Disampaikan

Selama pelaksanaan reses, terdapat beberapa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi fokus utama:

  • Pendidikan

    Banyak warga mengeluhkan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dana untuk perbaikan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

  • Kesehatan

    Masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait akses layanan kesehatan yang masih kurang merata. Terutama di daerah-daerah terpencil, mereka meminta agar fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan ambulans ditingkatkan kualitasnya.

  • Infrastruktur

    Infrastruktur menjadi salah satu topik utama yang disampaikan. Warga menyoroti kondisi jalan yang rusak, saluran air yang tidak lancar, serta kurangnya pencahayaan jalan di beberapa titik. Mereka berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan.

  • Budaya dan Keagamaan

    Beberapa tokoh masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait perlindungan dan pengembangan budaya lokal serta kebutuhan tempat ibadah yang memadai. Mereka berharap pemerintah dapat mendukung kegiatan budaya dan keagamaan dengan lebih baik.

Tantangan dalam Realisasi Aspirasi

Meskipun banyak aspirasi yang disampaikan, Junaidi mengakui bahwa realisasi semua usulan tersebut menghadapi kendala. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran.

APBD provinsi yang turun hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya membuat pemerintah kesulitan dalam memenuhi semua kebutuhan masyarakat.

“Realisasi program harus dilakukan secara bertahap karena anggaran yang terbatas,” ujar Junaidi.

Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan tetap menunggu proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap.

Harapan ke Depan

Junaidi menegaskan bahwa ia berharap kondisi keuangan negara dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan.

“Mudah-mudahan ke depan, pada 2027, 2028, atau 2029 kondisi keuangan negara membaik, sehingga APBD provinsi meningkat dan pembangunan bisa kita dorong lebih maksimal di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat terus memberikan masukan dan dukungan untuk mempercepat proses pembangunan di wilayah ini.

Pos terkait