Arsenal berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam pertandingan pekan ke-20 Liga Inggris musim 2025-2026 melawan Bournemouth. Duel yang digelar di Stadion Vitality pada Minggu (4/1/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan tim Meriam London. Tiga gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Gabriel Magalhaes pada menit ke-16, serta dua gol brace dari Declan Rice yang masing-masing tercipta pada menit ke-54 dan ke-71. Sementara itu, Bournemouth sempat memberikan perlawanan melalui gol dari Evanilson pada menit ke-10 dan Eli Junior Kroupi pada menit ke-76.
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Mereka kini unggul enam poin dari Aston Villa yang berada di peringkat kedua, dan tujuh poin dari Manchester City yang menempati posisi ketiga. Namun, lebih dari sekadar raihan tiga poin, performa impresif Declan Rice menjadi sorotan utama, terutama mengingat ia sempat diragukan tampil akibat cedera sebelum pertandingan.
Debut Gol Brace di Premier League
Dua gol yang dicetak Rice ke gawang Bournemouth menandai sebuah pencapaian pribadi yang signifikan. Ini adalah kali pertama bagi gelandang asal Inggris tersebut mencetak dua gol dalam satu pertandingan di ajang Premier League, sebuah rekor yang sangat menarik mengingat ia telah tampil sebanyak 236 kali di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut.
Sebelumnya, dua gol yang diciptakannya untuk Arsenal terjadi di kompetisi antarklub Eropa, Liga Champions, pada musim lalu saat menghadapi Real Madrid. Pencapaian brace di liga domestik ini menunjukkan peningkatan performa dan kontribusi ofensifnya yang semakin tajam bagi tim.
Diakui Sebagai Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Performa gemilang Declan Rice tidak luput dari perhatian pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Dalam pandangannya, Rice layak disematkan status sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Arteta tidak ragu untuk menyetujui klaim tersebut, sejalan dengan pendapat banyak pengamat sepak bola mengenai kualitas sang pemain.
“Ya, menurut saya, ya,” ujar Arteta, mengomentari anggapan bahwa Rice adalah gelandang terbaik dunia.
Arteta menilai bahwa kehadiran Rice telah membawa perubahan signifikan dalam dinamika permainan Arsenal. Lebih dari sekadar kemampuan teknis dan taktis, Arteta juga memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas Rice, terutama dalam hal pengembangan diri yang berkelanjutan.
“Declan terus menambahkan hal-hal baru ke dalam permainannya, dia terus menambahkan hal-hal baru ke dalam perannya di tim,” jelas Arteta.
Ia menambahkan bahwa potensi Rice masih sangat terbuka untuk terus berkembang. “Saya tidak melihat di mana dia bisa berhenti karena dia masih bisa berkembang di banyak area dan dia ingin berkembang. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami,” tegasnya.
Jiwa Kepemimpinan yang Menonjol
Bukan hanya dari sisi teknis dan kontribusi gol, Declan Rice juga mendapat pujian atas jiwa kepemimpinannya di lapangan. Komentator Sky Sports, Jamie Redknapp, secara khusus menyoroti hal ini. Redknapp bahkan menyebut Rice sebagai pemimpin Arsenal musim ini, meskipun ia tidak selalu mengenakan ban kapten.
“Rice luar biasa,” ungkap Redknapp, menggarisbawahi peran sentral Rice dalam tim.
Ketahanan fisik Rice yang luar biasa memungkinkannya untuk aktif membantu serangan sekaligus menjaga pertahanan. Energinya yang tak kenal lelah seringkali membuat lawan kelelahan.
“Dua gol, sangat penting, tentu saja gol kemenangan itu juga, dia selalu masuk ke dalam kotak penalti, dia membuat lawan kelelahan dengan energinya,” jelas Redknapp.
Redknapp menambahkan, “Dia memberi tekanan pada orang lain, dia mungkin tidak mengenakan ban kapten, tetapi dia adalah seorang pemimpin.”
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh legenda Arsenal, Tony Adams. Adams bahkan menyarankan agar Mikel Arteta mempertimbangkan untuk menunjuk Rice sebagai kapten tim, menggantikan Martin Odegaard. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Declan Rice di lapangan, bahkan tanpa atribut formal seorang kapten. Kontribusinya yang multi-dimensi menjadikan Rice sebagai aset tak ternilai bagi Arsenal dalam perburuan gelar musim ini.






