Serangan Rudal Hantam Fasilitas Kesehatan Iran: Pasien Dievakuasi di Tengah Kepanikan
Situasi mencekam dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Iran menyusul serangan rudal yang menghantam berbagai area, termasuk yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan vital. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, membagikan kesaksian langsung mengenai dampak mengerikan dari serangan tersebut, yang menyebabkan kerusakan pada rumah sakit dan memaksa evakuasi darurat pasien di tengah kepulan asap dan kepanikan.
Kermanpour menggambarkan momen yang belum pernah ia saksikan sebelumnya, di mana rudal dilaporkan menghantam area dekat Rumah Sakit Abuzar di Kota Ahvaz. Ledakan tersebut sontak menimbulkan kepanikan, memaksa para perawat dengan sigap menggendong pasien keluar gedung menuju jalanan yang telah dipenuhi asap pekat akibat ledakan.
“Ini pertama kali saya melihat, beberapa rudal dilaporkan menghantam area dekat Rumah Sakit Abuzar di kota Ahvaz,” ungkap Kermanpour melalui unggahan di platform X. Ia menambahkan bahwa insiden ini merupakan peristiwa yang belum pernah ia alami seumur hidup.
Evakuasi Massal di Tengah Ancaman Serangan
Dampak langsung dari serangan di dekat Rumah Sakit Abuzar memaksa dilakukannya evakuasi besar-besaran. Sebanyak 21 pasien, termasuk mereka yang kritis di unit perawatan intensif (ICU), harus segera dipindahkan ke pusat medis lain menggunakan 30 unit ambulans. Proses evakuasi ini berlangsung dalam kondisi yang sangat sulit, diwarnai oleh kepulan asap tebal dan guncangan yang masih terasa akibat ledakan rudal.
Kerusakan Meluas ke Fasilitas Kesehatan Lain
Tidak hanya Rumah Sakit Abuzar, serangan rudal ini juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas kesehatan lainnya di berbagai kota. Di antaranya adalah:
- Tiga pos darurat yang berlokasi di Sarab, Chabahar, dan Hamedan.
- Rumah Sakit Khatam.
- Rumah Sakit Motahari.
- Rumah Sakit Gandhi di Teheran.
Selain fasilitas fisik, dua petugas layanan medis darurat (EMS) juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Kermanpour mengecam keras tindakan ini, menyatakan, “Catatan pelanggaran hak asasi manusia dalam perang ini akan ditulis dengan darah dan rasa malu.”
Korban Jiwa dan Luka-Luka Akibat Serangan
Serangan rudal yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, ini tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Data yang dirilis menunjukkan bahwa 777 orang telah dievakuasi ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 86 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit atau unit gawat darurat. Kondisi para korban bervariasi:
- 4 orang dalam kondisi serius (dua di antaranya tidak disebabkan langsung oleh ledakan rudal).
- 20 orang dalam kondisi sedang.
- 58 orang dalam kondisi baik.
- 4 orang masih dalam tahap evaluasi medis lebih lanjut.
Selain korban yang terdampak langsung oleh ledakan, puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka saat berusaha menyelamatkan diri dan berlari menuju tempat perlindungan.

Tragedi di Iran Selatan: Ratusan Anak Meninggal
Dalam perkembangan yang lebih memilukan, Kermanpour juga melaporkan adanya insiden terpisah di Iran selatan sehari sebelumnya. Sekitar 180 anak dilaporkan meninggal dunia dalam satu serangan rudal di wilayah tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika Rumah Sakit Gandhi di Teheran kembali menjadi sasaran rudal pada malam harinya, dengan tipe rudal yang sama seperti serangan sebelumnya. Kermanpour, yang bertugas sebagai tenaga medis di rumah sakit tersebut, mengunggah video yang menunjukkan area di sebelah rumah sakit yang terkena hantaman rudal, memperlihatkan kepanikan pasien yang berhamburan keluar gedung.
Seruan untuk Keadilan dan Tindakan Internasional
Dalam kesaksiannya, Kermanpour menekankan kepanikan yang melanda para pasien. Ia menyoroti momen menyentuh ketika seorang ibu bersama kedua anaknya berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya diarahkan oleh petugas.
Menghadapi situasi yang mengerikan ini, Kermanpour mengeluarkan seruan tegas kepada rekan-rekan sejawatnya dan seluruh masyarakat dunia. “Saya menyerukan kepada rekan-rekan sejawat dan seluruh masyarakat dunia untuk menjadi saksi, menilai peristiwa ini secara adil, dan mengambil langkah yang diperlukan,” tulisnya, menekankan urgensi untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil serta fasilitas medis.





