Rusia Bantah Drone Nyasar Apartemen Rumania

Rusia Bantah Drone Hantam Apartemen di Rumania, Sebut NATO Terburu-buru Tuduh

Pemerintah Rusia secara tegas membantah keterlibatan negaranya dalam insiden jatuhnya drone di sebuah apartemen di Rumania. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa tidak ada pihak yang dapat menuding negaranya sebagai pelaku sebelum ada bukti nyata yang disajikan.

“Tidak ada yang bisa menyatakan asal usul pesawat itu sampai pemeriksaan terhadap pesawat tersebut dilakukan. Jika mereka memberikan data objektif kepada kami, dalam hal itu, kami akan menilai apa yang terjadi,” ujar Putin saat melakukan kunjungan ke Kazakhstan pada Jumat, 29 Mei 2026. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap tudingan yang diarahkan kepada Rusia terkait insiden tersebut.

Senada dengan Presiden Putin, Kedutaan Besar Rusia di Rumania juga menyangkal bahwa drone yang menghantam apartemen tersebut merupakan milik mereka. Pihak kedutaan menekankan tidak adanya bukti konkret yang dapat mengaitkan drone itu dengan Rusia.

Insiden Drone di Kota Galati: Api Melalap Apartemen, Dua Warga Terluka

Peristiwa jatuhnya drone yang diduga milik pasukan militer Rusia terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026, waktu setempat. Drone tersebut menghantam sebuah bangunan apartemen di Kota Galati, Rumania timur.

Akibat hantaman drone, apartemen tersebut mengalami kebakaran hebat. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memadamkan api. Dalam insiden ini, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni apartemen berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebelum api meluas.

Menyikapi insiden serius ini, Presiden Rumania, Nicusor Dan, segera memanggil Duta Besar Rusia yang bertugas di negaranya. Panggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung dari Kremlin mengenai peristiwa jatuhnya drone yang menargetkan apartemen di Galati.

NATO Kecam Keras, Jamin Keamanan Negara Anggota

Aliansi militer Atlantik Utara (NATO) langsung bereaksi keras terhadap insiden drone di Rumania. NATO secara eksplisit menyebut Rusia berada di balik kejadian tersebut. Sebagai imbas dari insiden ini, NATO berjanji akan memperkuat langkah-langkah keamanan dan pertahanan di seluruh negara anggotanya, termasuk Rumania.

“Kami mengutuk kecerobohan Rusia, dan NATO akan terus memperkuat pertahanan kami terhadap semua ancaman, termasuk pesawat nirawak,” tegas seorang juru bicara NATO yang identitasnya tidak disebutkan dalam sebuah unggahan di platform X.

Menurut otoritas setempat, drone Rusia yang menghantam apartemen di Rumania tersebut diduga merupakan bagian dari serangan Rusia yang dilancarkan ke Ukraina pada Kamis malam. Drone itu sendiri awalnya ditargetkan untuk menghantam sasaran militer di Ukraina, namun dilaporkan gagal melaksanakan tugasnya dan akhirnya menyasar ke wilayah Rumania.

Lonjakan Insiden Drone Rusia di Wilayah NATO, Bukti Komponen Menguatkan

Insiden drone Rusia yang menyasar negara-negara NATO, termasuk Rumania, bukanlah kali pertama terjadi. Pemerintah Rumania melaporkan bahwa telah terdeteksi puluhan drone milik Moskow yang tersasar ke wilayahnya sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada tahun 2022. Meskipun demikian, Rusia secara konsisten membantah tudingan bahwa drone-dronenya seringkali menyasar Rumania.

Meskipun adanya bantahan dari pihak Rusia, Menteri Pertahanan Rumania, Radu-Dinel Miruta, menegaskan bahwa drone yang menghantam apartemen di Galati pada Kamis lalu memang murni buatan Rusia. Penegasan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan mendalam terhadap komponen-komponen drone yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Berdasarkan nomor seri komponen yang ditemukan di sana, ini jelas merupakan produk buatan Rusia,” ungkap Miruta. Temuan ini memberikan bukti kuat yang mendukung klaim Rumania dan NATO mengenai asal usul drone tersebut.

Kejadian ini semakin menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik, terutama di kawasan yang berdekatan dengan Ukraina. NATO terus memantau situasi keamanan di perbatasannya dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara anggotanya.

Berbagai negara anggota NATO juga telah menyuarakan keprihatinan mereka terhadap insiden serupa. Kekhawatiran utama adalah risiko peningkatan ketegangan antara NATO dan Rusia, yang dapat memicu dampak yang lebih luas, terutama di kawasan Baltik yang juga berdekatan dengan Rusia.

Pemerintah Rumania sendiri terus berkoordinasi dengan sekutu NATO-nya untuk mengevaluasi ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas drone di wilayah udara mereka. Langkah-langkah peningkatan pengawasan dan pertahanan udara terus dilakukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Sementara itu, Rusia terus menuntut negara-negara Baltik di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait isu diskriminasi terhadap minoritas, sebuah isu yang terpisah namun menambah kompleksitas hubungan diplomatik di kawasan tersebut.

Pos terkait