Safari Ramadan PCNU Nabire: Perkuat Kerukunan Lagari Jaya

Safari Ramadhan di Nabire: Penguatan Kerukunan Umat dan Kepedulian Sosial di Papua Tengah

Nabire – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Falah di Distrik Makimi, Kampung Lagari Jaya, Kabupaten Nabire, pada Selasa (3/2/2026). Puluhan pengurus organisasi Islam terbesar di Nabire, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nabire, hadir menyapa warga dalam agenda Safari Ramadhan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah misi penting untuk mempererat kerukunan umat dan memastikan terjalinnya komunikasi dua arah yang efektif dengan masyarakat akar rumput.

Dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Nabire, Agus Suprayitno, rombongan disambut hangat oleh Ketua Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM) Al Falah, Ustadz Mualimin, serta ratusan jemaah setempat. Kehadiran PCNU di wilayah pinggiran Papua Tengah ini membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga stabilitas sosial dan kedamaian melalui dialog yang konstruktif.

Agus Suprayitno dalam sambutannya menekankan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah perpecahan sosial dan menjaga kebersamaan di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang. Ia mengibaratkan Safari Ramadhan ini sebagai jembatan yang vital untuk membangun komunikasi dua arah yang krusial.

“Persatuan tidak boleh hanya berhenti pada wacana di atas mimbar. Ia harus menyentuh kehidupan praktis masyarakat sehari-hari, menjadi kekuatan yang terasa dalam setiap interaksi,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan semacam ini, PCNU dapat menyerap aspirasi langsung dari masyarakat bawah, memahami tantangan yang dihadapi, dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.

Menjaga Persatuan Melalui Dialog Ideologis dan Kepedulian Sosial

Kegiatan Safari Ramadhan ini tidak hanya fokus pada dialog ideologis, tetapi juga menyentuh aspek kepedulian sosial. Mustasyar PCNU Kabupaten Nabire, KH Rohimin Abdurrohman, turut memberikan pesan mendalam mengenai esensi ibadah puasa. Menurutnya, kekuatan umat Islam di Nabire terletak pada kemampuan mereka dalam mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif yang solid.

“Kita harus berhenti sibuk membesarkan perbedaan kecil yang dapat memecah belah, dan mulai fokus pada persamaan besar yang kita miliki sebagai saudara seiman dan sebangsa,” tegas KH Rohimin. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merajut kembali benang persaudaraan yang mungkin sempat terkoyak, dan menjadikan perbedaan sebagai sumber kekayaan, bukan perpecahan.

Semangat persaudaraan tersebut kemudian diwujudkan dalam aksi nyata oleh Muslimat NU Provinsi Papua Tengah. Ketua Muslimat NU Provinsi Papua Tengah, Hj Siti Qomariah, secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 15 paket perlengkapan ibadah. Bantuan ini ditujukan untuk jemaah masjid dan mushola di wilayah Lagari Jaya, sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas ibadah warga.

Penyaluran bantuan ini bukan sekadar pemberian materi, melainkan sebuah simbol kepedulian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran Muslimat NU diharapkan dapat memberikan dampak nyata, baik secara materiil maupun spiritual, serta menegaskan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam pembangunan sosial di wilayah tersebut.

Komitmen Menjadikan Papua Tengah Harmonis dan Berkembang

Kehadiran PCNU Kabupaten Nabire di Distrik Makimi ini merupakan penegasan komitmen mereka dalam mewujudkan wilayah Papua Tengah yang harmonis, damai, dan terus berkembang. Melalui pendekatan personal yang humanis, dialog yang terbuka, serta pemberian bantuan sosial yang tepat sasaran, PCNU berharap masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan sesaat yang dapat merusak tatanan kerukunan yang telah terbangun.

Organisasi ini secara konsisten berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan spiritual dan sosial masyarakat. Mereka percaya bahwa dengan memperkuat komunikasi antar elemen masyarakat dan memberikan dukungan nyata, potensi perpecahan dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.

Agenda Safari Ramadhan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk terus menjaga masjid sebagai pusat edukasi agama yang sejuk dan menenangkan. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, berbagi ilmu, dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia. Komitmen ini diharapkan dapat terus dijaga dan diperkuat di masa mendatang, demi terwujudnya kerukunan umat yang berkelanjutan di Kabupaten Nabire dan seluruh wilayah Papua Tengah.

Pos terkait