Safari Ramadhan di Balikpapan: Mempererat Silaturahmi dan Berdoa untuk Kedamaian Dunia
Suasana religius yang kental dan rasa kebersamaan yang mendalam mewarnai pelaksanaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Acara yang telah memasuki malam ke-12 bulan suci ini, bertempat di Masjid Agung At Taqwa Klandasan pada Minggu (1/2/2026) malam, menjadi saksi bisu pertemuan antara jajaran pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan akbar ini dihadiri langsung oleh Walikota Balikpapan, Bapak Rahmad Mas’ud, didampingi oleh Wakil Walikota, Bapak Bagus Susetyo. Kehadiran mereka semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan serta perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai elemen pemerintahan dan keamanan.
Dalam pidato sambutannya, Bapak Rahmad Mas’ud menekankan bahwa Safari Ramadhan merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Tujuan utamanya adalah untuk memelihara dan mempererat tali silaturahmi antara pemerintah sebagai pelayan masyarakat dan seluruh lapisan warga kota.
“Safari Ramadhan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan. Malam ini adalah Safari Ramadan yang ketiga,” ujar Bapak Rahmad di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi masjid.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan besar agar melalui kegiatan seperti ini, komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif dapat terjalin. Interaksi yang harmonis antara pemerintah, para ulama, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menciptakan Balikpapan yang lebih baik.
“Melalui Safari Ramadan ini, kami berharap akan terjalin tali silaturahmi dan membuka komunikasi antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan ulama dan masyarakat,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya dialog yang berkelanjutan.
Doa Bersama untuk Kedamaian Global
Dalam momen yang penuh kekhusyukan tersebut, Bapak Rahmad Mas’ud tidak lupa mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa. Ajakan ini secara khusus ditujukan untuk memohon kedamaian dunia, mengingat situasi global yang saat ini tengah dilanda gejolak. Beliau menyoroti konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, sebuah isu yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak luas, bahkan hingga ke Indonesia.
“Saya mengajak seluruh jamaah yang hadir dan masyarakat Kota Balikpapan mari kita sama-sama menundukkan kepala sembari berdoa untuk kedamaian dunia. Pecahnya konflik di Timur Tengah membuat situasi keamanan dunia dikhawatirkan dan bisa saja berdampak pada negara kita,” ucapnya dengan nada serius namun penuh harap.
Ajakan mulia ini disambut dengan penuh khidmat oleh para jamaah. Ratusan tangan tertadah ke langit, bibir komat-kamit melafalkan doa, memohon agar situasi dunia segera membaik dan kedamaian kembali tercipta. Keheningan yang menyelimuti masjid pada saat itu menjadi bukti betapa dalamnya rasa empati dan kepedulian jamaah terhadap isu-isu global.
Rangkaian Acara dan Penyerahan Bantuan
Sebagaimana tradisi dalam Safari Ramadhan, rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Salat Isya berjamaah. Setelah ibadah salat, dilanjutkan dengan sesi sambutan dari walikota dan agenda penting lainnya, yaitu penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Kota Balikpapan kepada pengurus masjid.
Bantuan yang diserahkan kali ini berupa perlengkapan yang sangat menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah, khususnya selama bulan suci Ramadan. Bantuan tersebut mencakup dua unit AC berkapasitas 2 PK, satu unit vacuum cleaner modern, serta tiga unit kipas angin. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Walikota Balikpapan kepada Ketua Masjid Agung At Taqwa Balikpapan, Habib Agil Abu Bakar Al Qadri, yang menerima dengan penuh rasa syukur. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para jamaah.
Tausiyah Mendalam tentang Makna Ramadan
Kegiatan Safari Ramadhan ini semakin bermakna dengan adanya tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Sartono. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema yang sangat relevan dengan suasana bulan ini, yaitu mengenai makna mendalam dari bulan Ramadan serta besarnya pahala yang dijanjikan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Ustadz Sartono menjelaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar sebuah acara seremonial belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum berharga untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, yaitu ikatan persaudaraan sesama umat Islam. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk meneguhkan kebersamaan antara para pemimpin pemerintah dan masyarakat, menciptakan jembatan komunikasi yang lebih kokoh.





