Polemik Nafkah Anak: Benarkah Ruben Onsu Terus Dituntut, Sementara Sarwendah Penuhi Sebagian Besar Kebutuhan?
Konflik yang membayangi hubungan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini semakin memanas, membuka tabir berbagai rahasia yang sebelumnya terpendam. Salah satu isu krusial yang mencuat ke permukaan adalah mengenai pelaksanaan kewajiban nafkah untuk anak-anak mereka.
Beberapa waktu lalu, melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu menggelar konferensi pers yang membahas berbagai aspek hubungannya dengan mantan istri. Dalam kesempatan tersebut, Ruben mengungkapkan perasaannya yang merasa dipersulit untuk dapat bertemu dengan buah hatinya. Ia juga menyinggung kedekatan anak-anaknya dengan sosok Giorgio Antonio, yang belakangan ini santer dikabarkan menjalin hubungan dekat dengan Sarwendah. Lebih lanjut, Ruben merasa dirinya terus menerus dituntut untuk memenuhi kewajiban nafkah, bahkan disebut melebihi kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pernyataan ini sontak mendapat tanggapan dari tim kuasa hukum Sarwendah. Melalui kuasa hukum mereka, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, dilayangkan klarifikasi mengenai pelaksanaan kewajiban biaya pemeliharaan anak pasca-perceraian.
Klarifikasi Kuasa Hukum Sarwendah: Fakta Berbeda dengan Pernyataan Ruben
Chris Sam Siwu menegaskan bahwa fakta yang terjadi di lapangan berbeda dengan apa yang disampaikan oleh pihak Ruben Onsu. Menurutnya, sejak akhir tahun 2025 hingga saat ini, sebagian besar kebutuhan anak-anak justru dipenuhi oleh Sarwendah.
“Fakta yang terjadi, walaupun sudah disepakati, pada faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak, biaya sekolah, les-les, atau bimbingan belajar,” ujar Chris.
Lebih lanjut, Chris menambahkan bahwa biaya kesehatan anak-anak juga selama ini ditanggung sepenuhnya oleh Sarwendah. “Dan kalau ada anak-anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami yang menanggung saat ini, sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini,” bebernya.
Chris menjelaskan bahwa seluruh kewajiban masing-masing pihak sebenarnya telah diatur secara jelas dalam akta kesepakatan yang dibuat setelah proses perceraian. Bahkan, pembagian tanggung jawab tersebut telah melalui proses komunikasi mendalam antara kedua belah pihak sebelum perjanjian tersebut ditandatangani.
“Jadi bisa dilihat di akta kesepakatan sudah diatur dan bahkan sudah diatur juga melalui komunikasinya sebelum akta kesepakatan ditandatangani,” ujarnya.
Meskipun demikian, Chris menegaskan bahwa dalam praktiknya, hingga saat ini banyak kebutuhan anak yang masih dipenuhi oleh Sarwendah. “Tapi pada pelaksanaannya sampai saat ini yang melakukan adalah klien kami atau Sarwendah,” lanjutnya. Ia juga mengisyaratkan bahwa masih ada sejumlah fakta lain yang belum diungkap kepada publik. “Itu, baru sebagian ya, rekan-rekan media,” bebernya.
Senada dengan Chris, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, membenarkan bahwa kewajiban nafkah atau biaya pemeliharaan anak dari Ruben telah diatur secara tertulis dalam perjanjian perceraian yang disepakati kedua belah pihak. Menurut Abraham, dokumen tersebut dibuat secara bersama dan telah ditandatangani oleh Ruben maupun Sarwendah.
Abraham kemudian mengungkap kapan terakhir kali pembayaran dari Ruben diterima sesuai data yang dimiliki pihaknya. “Terakhir diberikan itu akhir tahun 2025 oleh RO. Ini semua ada buktinya,” ungkap Abraham Simon.
Abraham juga menanggapi anggapan yang mengaitkan pemenuhan kewajiban nafkah dengan akses pertemuan ayah dan anak. Menurutnya, selama ini biaya kebutuhan anak tetap berjalan dan dipenuhi oleh Sarwendah. “Ya masa diberikan setelah ketemu anak. Sementara selama ini, biaya anak ini dipenuhi sama klien kami, Sarwendah,” tegasnya.
Ruben Onsu: Kewajiban Terpenuhi, Hak Belum Didapat
Di sisi lain, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengklaim bahwa meski sulit bertemu anak, Ruben Onsu tetap menjalankan kewajibannya, bahkan melebihi yang telah disepakati.
“Sementara Ruben terus merealisasikan apa yang menjadi kewajibannya. Bahkan melampaui apa yang jadi kewajibannya,” ungkap Minola.
Minola menjelaskan bahwa uang bulanan yang diberikan Ruben kepada anak-anaknya mencapai Rp200 juta per bulan. Tidak hanya kebutuhan utama, apa yang menjadi keinginan anak-anak juga dibiayai oleh Ruben, termasuk tiket liburan.
“Yang sampai muncul biaya bulannya Rp200 jutaan per bulan. Bahkan apa seharusnya tidak jadi tanggung jawab Ruben pun ditanggung jawabi. Tiket berpergian, tiket nonton,” paparnya.
Namun, Minola menyayangkan bahwa kewajiban yang telah dilaksanakan Ruben tersebut tidak sejalan dengan hak yang seharusnya ia dapatkan. “Tapi haknya Ruben tetap nggak bisa dia dapatkan,” sesalnya.
Akibatnya, Ruben merasa kecewa dan sempat mempertanyakan esensi dari pelaksanaan kewajibannya. “Akhirnya Ruben berpikir, ‘kenapa harus taat melaksanakan kewajiban saya, bahkan melampaui apa yang menjadi kewajiban saya’. ‘Sementara hak saya itu tidak pernah diberikan’,” ujar Minola. “Ketika Ruben tidak melakukan kewajibannya, teriak,” tambahnya.
Ruben Onsu dan Sarwendah menikah pada 22 Oktober 2013 di Bali. Pernikahan tersebut dikaruniai dua anak kandung, yaitu Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, serta mengangkat Betrand Peto sebagai anak angkat. Pada September 2024, Ruben Onsu resmi bercerai dari Sarwendah. Dalam putusan cerainya, hak asuh ketiga anak mereka jatuh ke tangan Sarwendah, sehingga anak-anak tinggal bersama sang mantan istri. Belum lama ini, Betrand Peto alias Onyo memilih untuk tinggal bersama ayahnya.
Giorgio Antonio Buka Suara di Tengah Sorotan
Sementara itu, hubungan asmara yang terjalin antara artis Sarwendah dengan pengusaha Giorgio Antonio menjadi sorotan publik. Kehadiran Giorgio dinilai memperkeruh suasana di tengah memanasnya hubungan Sarwendah dan Ruben pasca-perceraian. Pihak Ruben pun telah menyatakan ketidaknyamanannya melihat tindakan Giorgio dan Sarwendah yang kerap melibatkan anak-anak dalam berbagai kesempatan.
Sarwendah sendiri menuai kritik karena dinilai terlalu mengakrabkan anak-anaknya dengan Giorgio, meskipun status mereka masih sebatas pacaran. Tidak hanya itu, banyak netizen yang meragukan latar belakang finansial dan profesi asli Giorgio, yang kerap dijuluki sebagai CEO. Mereka heran melihat aktivitas Giorgio yang rajin melakukan live TikTok di rumah Sarwendah, yang dianggap tidak mencerminkan pola aktivitas seorang pengusaha besar. Apalagi, rumah tersebut diketahui merupakan hasil pembagian harta usai perceraian Ruben dan Sarwendah pada tahun 2024 lalu. Banyak pula yang mempertanyakan niat dan ketulusan Giorgio dalam menjalin asmara dengan Sarwendah.
Menyadari dirinya menjadi sorotan dan bahan perbincangan netizen, Giorgio akhirnya buka suara. Melalui pantauan di TikTok, Giorgio menanggapi banyaknya komentar negatif yang menghampirinya di media sosial. Ia mengatakan tidak akan terpengaruh oleh tindakan buzzer. Justru, hal ini akan membuat Giorgio semakin dekat dengan Sarwendah.
“Saya tidak gentar sedikitpun buat kalian tau aja saya akan makin dekat dengan mamio,” ujar Giorgio. Ucapan tersebut sontak membuat Sarwendah tersenyum lebar.
Giorgio menegaskan kembali bahwa ia tidak akan peduli dengan komentar miring netizen di media sosial, termasuk nyinyiran tentang latar belakang pekerjaannya. “Kalian mau komen jelekkan saya seperti apa. Nggak ada kerjaan lah numpang terserah karena saya tau kenyataannya apa dan saya akan stay by mamio side selalu,” pungkasnya.





