Seleksi Sekda Madiun: Empat Nama Rekomendasi BKN

Empat Kandidat Ungguli Seleksi Terbuka Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun

Proses seleksi terbuka untuk menduduki jabatan strategis Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun telah memasuki tahapan krusial. Empat pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Madiun berhasil lolos dan kini tengah menanti rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk selanjutnya diajukan kepada Bupati Madiun. Keempat kandidat yang bersaing ketat dalam seleksi ini merupakan figur-figur yang telah memiliki rekam jejak dan pengalaman di berbagai dinas penting.

Nama-nama yang berpotensi menduduki kursi Sekda Kabupaten Madiun antara lain:

  • Didik Harianto: Saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Madiun. Pengalamannya di bidang pembangunan dan ekonomi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perumusan kebijakan daerah.
  • Sigit Budiarto: Memegang jabatan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Beliau memiliki pemahaman mendalam mengenai administrasi kependudukan dan pelayanan publik yang merupakan salah satu garda terdepan pelayanan masyarakat.
  • Suryanto: Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun. Pengalamannya di sektor transportasi dan infrastruktur akan sangat relevan dalam mengelola mobilitas dan konektivitas di wilayah Kabupaten Madiun.
  • Yudi Hartono: Menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah. Keahliannya dalam pengelolaan pendapatan daerah akan menjadi aset penting dalam mendukung kemandirian fiskal dan pembangunan Kabupaten Madiun.

Tahapan Seleksi dan Menanti Rekomendasi BKN

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, seluruh tahapan seleksi administrasi dan penilaian telah selesai dilakukan oleh panitia seleksi. Saat ini, proses tersebut tengah dalam tahap pengusulan rekomendasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Harus ada persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Setelah itu baru Pak Bupati yang memilih. Ini sudah proses administrasi input aplikasi ke BKN,” jelas Heru Kuncoro pada hari Jumat, 27 Februari 2026.

Proses seleksi terbuka jabatan Sekda ini dirancang untuk menghasilkan kandidat terbaik melalui serangkaian tahapan yang objektif dan transparan. Penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi mencakup berbagai aspek, mulai dari kompetensi teknis, manajerial, hingga kompetensi sosial kultural para calon.

Dari Empat Menjadi Tiga Kandidat Pilihan Bupati

Mekanisme seleksi yang diterapkan menetapkan bahwa dari empat nama yang lolos tahapan awal, BKN akan melakukan penyaringan lebih lanjut untuk mengerucutkan menjadi tiga nama. Ketiga nama inilah yang nantinya akan diajukan kepada Bupati Madiun untuk mendapatkan pertimbangan akhir.

“3 nama direkomendasikan, kemudian salah satunya dipilih dan dilantik,” terang Heru Kuncoro.

Beliau juga menambahkan bahwa pada seleksi sebelumnya, materi yang diujikan meliputi asesmen potensi diri pribadi dan berbagai aspek lainnya yang relevan dengan kepemimpinan di tingkat daerah. Tes-tes tersebut dilaksanakan di berbagai lokasi strategis untuk memastikan objektivitas dan kredibilitas.

“Tes itu berlangsung di Solo. Tes kedua di Surabaya, penulisan makalah dan wawancara dengan panitia seleksi, dari BKD Provinsi, Inspektorat Provinsi, Kemendagri, kemudian dua akademisi,” imbuh Heru Kuncoro, merinci tahapan-tahapan yang telah dilalui oleh para kandidat.

Proses seleksi yang melibatkan berbagai instansi, baik tingkat provinsi maupun pusat, serta para akademisi, menunjukkan keseriusan Pemkab Madiun dalam memilih figur Sekda yang paling kompeten dan berintegritas.

Harapan Besar untuk Pejabat Sekda yang Baru

Kewenangan penuh untuk memilih dan melantik Sekretaris Daerah yang baru sepenuhnya berada di tangan Bupati Madiun. Pihak BKPSDM Kabupaten Madiun memproyeksikan bahwa seluruh tahapan seleksi jabatan Sekda ini akan rampung pada akhir bulan Februari.

Heru Kuncoro menyampaikan harapan besar agar pejabat Sekda yang terpilih nantinya dapat segera beradaptasi dan membangun sinergi yang kuat dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kolaborasi yang solid antar pimpinan diharapkan mampu mempercepat realisasi visi dan misi yang telah dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun.

“Harapannya pejabat baru bisa bersinergi, bekerja sama dengan semua pimpinan OPD sehingga target visi misi Pak Bupati dan Wakil Bupati bisa terlaksana dengan baik,” tandas Heru Kuncoro.

Pemilihan Sekda yang tepat merupakan kunci penting dalam efektivitas roda pemerintahan daerah. Dengan terpilihnya Sekda yang kompeten, diharapkan koordinasi antar OPD semakin lancar, kebijakan publik dapat dieksekusi dengan baik, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun dapat terus meningkat.

Pos terkait