Semarak Imlek dan KK Fair 2026: Perayaan Budaya dan Penguatan Literasi di Timika
Timika, Papua Tengah – Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika baru-baru ini sukses menggelar perayaan Imlek dan KK Fair 2026 yang berlangsung meriah selama dua hari di Diana Mall Timika. Acara yang diselenggarakan pada Jumat (27/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026) ini menjadi panggung bagi siswa-siswi untuk menampilkan beragam bakat seni, mengikuti berbagai kompetisi, serta memperkenalkan kembali metode pembelajaran tradisional yang berfokus pada penguatan kemampuan matematika dan literasi.
Perjalanan Budaya dan Kreativitas Siswa
Hari pertama perayaan, Jumat (27/2/2026), dibuka dengan penuh semangat sejak pukul 09.00 pagi. Guru dan murid Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika memulai rangkaian acara dengan sebuah karnaval yang memukau. Rute karnaval dimulai dari Gedung Eme Neme Yauware dan berakhir di Diana Mall Timika, lokasi utama penyelenggaraan KK Fair. Kemeriahan karnaval semakin terasa dengan adanya pertunjukan barongsai yang memukau perhatian masyarakat.
Pada hari yang sama, hingga pukul 21.11 WIT, berbagai atraksi seni dan kompetisi telah digelar. Para siswa menampilkan kebolehan mereka dalam berbagai bidang, mulai dari tarian tradisional Tiongkok yang memukau, tarian Papua yang penuh energi, hingga penampilan musik yang memanjakan telinga. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi kreativitas siswa melalui lomba fashion show yang diikuti oleh siswa dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas.
Inovasi Pendidikan: Menghidupkan Kembali Sempoa dan Syanching
Di tengah derasnya arus teknologi yang serba instan, Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika mengambil langkah progresif dengan berupaya mengembalikan dan mengintegrasikan metode pembelajaran tradisional yang terbukti efektif. Dalam gelaran KK Fair 2026 ini, perhatian khusus diberikan pada pengenalan kembali dua “olahraga otak” tradisional: Syanching (catur Mandarin) dan sempoa.
Dr. Agustina, yang merupakan bagian dari Yayasan Pengembangan Pendidikan Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali kegiatan sempoa merupakan respons terhadap fenomena ketergantungan siswa pada kalkulator.
“Sekarang semuanya serba instan, anak-anak lebih sering menggunakan kalkulator. Karena itu kami ingin meningkatkan kembali kemampuan matematika dan literasi mereka melalui kegiatan sempoa,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan sempoa sempat terhenti karena keterbatasan tenaga pengajar. Namun, dengan perencanaan yang matang, sekolah bertekad untuk kembali memperkenalkan sempoa pada semester mendatang. Tujuannya jelas, yaitu untuk memperkuat fondasi matematika dan logika literasi siswa sejak dini, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kokoh di masa depan.
Selain sempoa, Syanching atau catur Mandarin juga diperkenalkan sebagai bagian dari nilai tambah bagi kualitas lulusan sekolah. Permainan strategi ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis, perencanaan, dan pemecahan masalah pada diri siswa.
Tema Perayaan: Iman, Disiplin, dan Sukacita
Perayaan Imlek dan KK Fair 2026 ini mengusung tema yang mendalam: “Stronger In Faith, Discipline In Life, Joy In Christ” (Lebih kuat dalam iman, berdisiplin dalam hidup, dan bersukacita di dalam Kristus). Tema ini tercermin dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan, menekankan pentingnya pembentukan karakter dan spiritualitas siswa sejalan dengan pengembangan akademis dan keterampilan.
Pdt. Nining Lebang, Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di ruang publik seperti Diana Mall Timika bukan tanpa alasan.
“KK Fair ini bagian dari perayaan Imlek. Kami melaksanakannya di tempat umum agar bukan hanya memperkenalkan Sekolah Kristen Kalam Kudus, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tampil,” ujar Pdt. Nining.
Beliau menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, orang tua dan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung bagaimana Tuhan berkarya dalam membentuk kehidupan para murid selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Selama mereka bersekolah, Tuhan berkarya membentuk mereka, menambahkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka. Sekarang mereka tampil ke depan untuk menunjukkan hasil proses itu,” jelasnya.
Ragam Kegiatan dan Apresiasi Bakat
Antusiasme siswa terlihat jelas pada hari kedua perayaan, Sabtu (28/2/2026), sekitar pukul 12.45 WIT. Berbagai penampilan memeriahkan suasana, termasuk:
- Tarian: Tarian Mandarin dan tarian Papua yang memukau dari tingkat SMP hingga SMA.
- Dance: Penampilan grup dance yang energik.
- Lomba Fashion Show: Siswa dari tingkat TK hingga SMA menunjukkan gaya dan kreativitas mereka.
- Brain Battle Quiz: Kompetisi pengetahuan antar kelas untuk tingkat SD kelas 1-6.
- Kompetisi Bahasa Mandarin: Perwakilan siswa yang meraih peringkat pertama dalam Bahasa Mandarin bersaing dalam kompetisi ini.
- Penampilan Band: Sebuah band yang seluruh personelnya terdiri dari siswa-siswi Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika sukses menghibur penonton.
- Brain Battle Quiz: Kompetisi pengetahuan antar kelas untuk tingkat SD kelas 1-6, di mana setiap kelas mengutus satu perwakilan siswa.
- Kompetisi Bahasa Mandarin: Perwakilan siswa yang meraih peringkat pertama dalam Bahasa Mandarin bersaing dalam kompetisi ini.
Selain itu, berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya juga turut diperkenalkan, seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR), yang menampilkan aktivitas nyata dari kedua unit kegiatan tersebut.
Pihak sekolah berharap melalui beragam kegiatan ini, kemampuan murid-murid tidak hanya terbatas pada ranah akademik. “Kami ingin meningkatkan kemampuan murid-murid, bukan hanya akademik saja. Ketika mereka lulus nanti, mereka memiliki nilai tambah, baik di bidang seni, olahraga, maupun keterampilan lainnya,” tutupnya.
KK Fair 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika dalam memberikan pendidikan yang holistik, menggabungkan keunggulan akademis dengan pengembangan karakter, keterampilan, dan apresiasi terhadap kekayaan budaya.





