Shopee UMKM: Literasi Digital dari Trainer Bersertifikat BNSP

Memperkuat Literasi Digital Indonesia: Peluncuran Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee

Shopee Indonesia mengambil langkah strategis dalam upaya pemerataan literasi digital di seluruh penjuru negeri dengan meluncurkan program inovatif bernama Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah inisiatif yang didukung penuh oleh tim pengajar bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menjamin kualitas dan kredibilitas materi yang disampaikan.

Tujuan utama dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee adalah untuk membekali para pengajar dan instruktur yang berada di bawah naungan berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan. Mereka akan mendapatkan pelatihan mendalam mengenai keterampilan digital yang relevan dan esensial bagi masyarakat di era digital ini. Dengan demikian, pengetahuan yang mereka peroleh akan dapat disebarluaskan lebih luas lagi kepada masyarakat umum.

Standar Kualitas Melalui Sertifikasi BNSP

Untuk memastikan bahwa edukasi yang diberikan benar-benar berkualitas dan sesuai dengan standar nasional, tim pengajar dari Kampus UMKM Shopee telah berhasil memperoleh sertifikasi profesional dari BNSP. Sertifikasi ini merupakan bukti konkret dari standar kompetensi dan kredibilitas para pengajar, sekaligus menjadi jaminan bahwa transfer pengetahuan akan berjalan secara sistematis dan efektif.

Radynal Nataprawira, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, menekankan pentingnya keberadaan pengajar yang tersertifikasi. “Dalam program Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee, kami memastikan agar tim pengajar kami memegang sertifikasi BNSP demi menjaga standar kualitas edukasi yang diberikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sertifikasi profesional dari BNSP ini memastikan bahwa edukasi diberikan oleh para pengajar yang kompeten dan diakui secara resmi oleh negara.

“Dengan standar kompetensi yang terukur, pelatihan yang diberikan dalam program Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee dapat memperkaya wawasan para instruktur demi menunjang tugas mereka dalam mengedukasi masyarakat untuk membuka peluang ekonomi lewat ekosistem digital,” jelas Radynal.

Kurikulum Komprehensif untuk Peluang Ekonomi Digital

Melalui kurikulum yang dirancang secara komprehensif, para instruktur dari kementerian dan lembaga akan dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek penting dalam memaksimalkan peluang ekonomi digital. Materi pelatihan mencakup beragam topik, mulai dari cara efektif berjualan online, strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan, hingga bagaimana menjadi affiliate marketers yang sukses melalui ekosistem Shopee.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh para pengajar dan instruktur ini diharapkan dapat disebarluaskan kembali kepada masyarakat luas. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, yang pada akhirnya akan mendorong produktivitas ekonomi digital secara keseluruhan.

Komitmen Jangka Panjang dan Kolaborasi Strategis

Shopee Indonesia berkomitmen untuk menjalankan program Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee secara berkelanjutan. Hal ini akan dilakukan melalui kerja sama yang erat dengan berbagai kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memperluas jangkauan program dan memastikan dampaknya terasa secara merata.

Edisi Perdana dengan Kementerian Ketenagakerjaan

Sebagai langkah awal yang konkret, Shopee Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan program ‘Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP)’. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (11/2) hingga Jumat (13/2) di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh ratusan instruktur di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka mendapatkan pembekalan mendalam mengenai ‘Shopee Affiliate Program’, sebuah program yang semakin populer dan menawarkan peluang ekonomi yang sangat prospektif bagi masyarakat.

“Popularitas affiliate marketers yang kian melejit menjadikan profesi ini peluang ekonomi yang sangat prospektif bagi masyarakat. Memahami potensi tersebut, Shopee bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan mengedukasi para instruktur agar siap mengedukasi masyarakat mengenai cara kerja ‘Shopee Affiliate Program’,” ujar Radynal. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat memiliki produktivitas ekonomi di era digital.

Target Ambisius untuk Masa Depan

Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee memiliki target yang ambisius. Pada tahun 2026, program ini menargetkan untuk melatih sebanyak 500 instruktur dari kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia. Pelatihan ini akan menjangkau 21 Unit Pelaksanaan Teknis Pusat (UPTP) Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh nusantara. Dengan jangkauan yang luas ini, diharapkan literasi digital dan peluang ekonomi digital dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.

Pos terkait