Sinergi Unsoed-Polda Jateng: Bangun Pusat Studi Kepolisian

Unsoed Jalin Kemitraan Strategis dengan Polda Jawa Tengah, Dirikan Pusat Studi Kepolisian

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi memperkuat komitmennya dalam pengembangan ilmu kepolisian melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polda Jawa Tengah. Momentum penting ini, yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, menandai langkah konkret dalam pembentukan sebuah wadah akademis yang didedikasikan untuk penguatan kajian di bidang kepolisian, yaitu Pusat Studi Kepolisian di Unsoed.

Kerja sama ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang melibatkan empat institusi pendidikan tinggi lainnya. Selain Unsoed, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Ummuka) juga turut serta dalam penandatanganan PKS yang serupa dengan Polda Jawa Tengah. Acara penandatanganan ini dilaksanakan secara daring, dengan pusat kegiatan terpusat di Lantai 3 Gedung Rektorat Unsoed.

PKS antara Unsoed dan Polda Jawa Tengah secara resmi ditandatangani oleh dua tokoh kunci: Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Dr. Noviana Tursanurohmad, S.I.K., M.Si., dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Unsoed, Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc. Acara bersejarah ini juga dihadiri oleh berbagai pimpinan penting, termasuk pimpinan universitas dan fakultas dari Unsoed, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Kepala Biro Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Karo Bindiklat) Lemdiklat Polri, Kapolresta Banyumas, serta jajaran kepolisian lainnya.

Tujuan Kolaborasi Strategis: Membangun Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Kepolisian

Inti dari kerja sama strategis ini adalah untuk membangun sinergi yang kuat dalam penyelenggaraan berbagai aspek, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kepolisian. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup beberapa poin krusial:

  • Pembentukan Pusat Studi Kepolisian: Menjadi landasan utama kolaborasi, pusat studi ini akan menjadi inkubator gagasan dan penelitian.
  • Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat: Meningkatkan kualitas dan relevansi program-program yang ada.
  • Pertukaran Data dan Informasi: Memfasilitasi aliran informasi yang lancar untuk mendukung penelitian dan pengembangan.
  • Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Memberikan kesempatan bagi personel kepolisian dan akademisi untuk terus berkembang.
  • Pemanfaatan Sarana dan Prasarana: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk kepentingan bersama.

Visi dari Puncak Kepolisian dan Akademisi

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin. Beliau menekankan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan langkah krusial untuk memperluas jejaring dan kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian. Lebih dari itu, kerja sama ini juga berperan vital dalam memperkuat ekosistem riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menambahkan bahwa ilmu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu lintas bidang yang sangat penting. Pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial, kemajuan sains dan teknologi, serta aspek hukum menjadi esensial dalam praktik kepolisian modern. Oleh karena itu, kehadiran Pusat Studi Kepolisian di Unsoed diharapkan mampu melahirkan penelitian yang bersifat taktis dan strategis, yang pada akhirnya akan memperkuat landasan keilmuan serta praktik kepolisian di lapangan.

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beliau menegaskan peran fundamental perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang serba cepat ini, adaptasi menjadi kunci bagi kepolisian. Kemitraan dengan perguruan tinggi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas keilmuan dan mendorong inovasi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., menggarisbawahi pentingnya Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah pembelajaran yang berkesinambungan. Hal ini sangat relevan dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu dinamis. Pusat Studi Kepolisian diharapkan dapat menjadi bagian dari semangat pembelajaran yang tercerahkan dan transformatif, yang tidak hanya berani memperbaiki kekurangan di masa lalu, tetapi juga siap sedia menghadapi segala tantangan di masa depan.

Tujuan akhir dari gagasan pembentukan pusat studi ini, menurut Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, adalah untuk membekali polisi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, yaitu cepat, tepat, akurat, transparan, dan akuntabel. Pelayanan prima ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian secara simbolis ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor Unsoed dan Kalemdiklat Polri, disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Keberadaan pusat studi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ruang strategis untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan praktik kepolisian. Lebih jauh lagi, hal ini akan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi kelembagaan kepolisian agar menjadi lebih profesional, humanis, dan berbasis riset.

Kolaborasi antara Unsoed dan Polda Jawa Tengah ini juga sejalan dengan komitmen global terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara spesifik, kemitraan ini berkontribusi pada:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kajian di bidang kepolisian.
  • SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): Dengan memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas institusi kepolisian.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menunjukkan kekuatan kolaborasi antara sektor akademis dan institusi pemerintah dalam mencapai tujuan bersama.

Pos terkait