Siswa SMP Siak Tewas Akibat Ledakan Senjata 3D, Polisi Periksa Guru

Kecelakaan Siswa SMP Akibat Ledakan Senapan Rakitan

Seorang siswa kelas 9 berinisial MA (15) meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat ledakan alat praktik sains di sekolahnya. Kejadian ini terjadi saat korban sedang menguji senapan rakitan yang dibuat menggunakan teknologi 3D printing.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keselamatan dalam pelaksanaan praktik sains di lingkungan pendidikan. Polisi telah memeriksa empat tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, untuk mengungkap kronologi kejadian tersebut.

Penyelidikan oleh Pihak Berwajib

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang tenaga pendidik di sekolah tersebut. Salah satunya adalah kepala sekolah.

“Kita baru dan sedang berjalan pemeriksaan empat orang tenaga pendidik, di antaranya kepala sekolah,” ujar Kosmos.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mencari informasi lebih lanjut terkait kecelakaan yang menewaskan seorang siswa. Meski begitu, pihak kepolisian masih belum melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban karena masih dalam masa berkabung.

“Kondisi kan masih berduka, penyelenggaraan jenazah dulu,” tambahnya.

Peristiwa Ledakan yang Menewaskan Siswa

Ledakan terjadi saat korban sedang mempraktikkan alat yang diduga merupakan senapan rakitan. Saat itu, korban sedang melakukan pengujian alat tersebut dan tiba-tiba terjadi ledakan.

Korban terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kosmos.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat siswa sekolah terbagi dalam lima kelompok, masing-masing terdiri dari sembilan orang. Setiap kelompok memperagakan hasil karya sains mereka.

Saat itu, kelompok korban memperagakan senapan 3D printing yang telah mereka buat. Ketika memperagakan karya kelompoknya, anggota kelompok lain diminta untuk menjauh.

Korban kemudian mulai menguji senapan 3D tersebut. Ia mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan.

“Korban mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer yang dibuatnya,” kata Kosmos.

Saat tembakan dilakukan, senapan mengeluarkan asap dan meledak. Pecahan ledakan menyebar hingga mengenai dinding kelas dan aula sekolah. Korban terluka dan akhirnya meninggal dunia.

Tindakan Selanjutnya

Pihak kepolisian menyatakan akan terus memperdalam kasus ini. Mereka akan mengecek kurikulum, pengawasan, serta melibatkan saksi-saksi lain untuk memastikan seluruh peristiwa terungkap secara jelas.

Pos terkait