Strategi Korea Raih 30 Juta Wisatawan Tahun 2028

Korea menetapkan target untuk mencapai 30 juta kunjungan wisatawan asing pada tahun 2028, yang sebelumnya dijadwalkan akan tercapai pada 2030. Dengan percepatan tersebut, pihak terkait telah mengambil berbagai inisiatif untuk memperkuat sektor pariwisata negara tersebut.

Presiden Korea Tourism Organization (KTO), Park Sung Hyeuck, menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada rekor jumlah pengunjung asing yang mencapai 18,9 juta pada tahun lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan meningkat 8,2 persen dibandingkan puncak sebelum pandemi pada 2019. Ia menganggap penetapan target tersebut sebagai langkah berani yang harus dilakukan. Untuk mencapai 30 juta pengunjung pada 2028, diperlukan pertumbuhan tahunan lebih dari 16 persen.

“Tahun 2030 sudah terlambat. Kami akan mencapai tonggak sejarah 30 juta pengunjung pada tahun 2028,” ujar Park, seperti dikutip dari sumber berita lokal.

Untuk mencapai target tersebut, Park menyoroti tiga hal utama: menarik pengunjung, memperpanjang masa tinggal, dan mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). “Volume pengunjung memang penting, tetapi berapa lama pengunjung tinggal dan berapa banyak yang mereka konsumsi itulah yang menentukan kesuksesan sejati,” katanya.

Sistem panduan pariwisata Korea akan ditransformasi menjadi platform tunggal yang terintegrasi dengan AI. Hal ini akan memudahkan wisatawan mencari informasi pariwisata Korea dalam Visit Korea. Termasuk dalam rencana ini adalah pengembangan asisten perjalanan berbasis AI multibahasa, kartu wisata dan transportasi terpadu untuk pengunjung internasional.

Selain itu, KTO merencanakan promosi berdasarkan wilayah, memperluas kunjungan berulang dari Cina dan Jepang. Pendekatan produk budaya Korea di Asia Tenggara dan Timur Tengah, serta budaya pop Korea di pasar Barat juga menjadi fokus strategi. Menurut Park, popularitas global hiburan dan makanan Korea juga menjadi peluang penting untuk menarik wisatawan. “Makanan, musik dan banyak bentuk lainnya menyebar secara global. Mengubah momentum ini menjadi hasil pariwisata yang nyata adalah fokus kita,” ujarnya.

KTO juga menargetkan sektor-sektor bernilai tinggi, seperti wisata medis, kesehatan dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) untuk mendorong pertumbuhan berkualitas. Melemahnya nilai tukar mata uang Won justru dianggap sebagai peluang agar turis merasa belanja di Korea jadi lebih murah dan kompetitif.

Beberapa inisiatif yang dicanangkan oleh KTO bertujuan untuk memperkuat daya tarik Korea sebagai destinasi wisata. Dengan pendekatan yang lebih inovatif dan integrasi teknologi, Korea berupaya mempercepat pencapaian target 30 juta kunjungan wisatawan asing pada 2028.



Pengembangan infrastruktur pariwisata dan layanan digital menjadi salah satu fokus utama. Platform Visit Korea yang terintegrasi dengan AI akan memberikan pengalaman yang lebih mudah dan personal bagi wisatawan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi para pengunjung, baik melalui pembangunan fasilitas umum maupun peningkatan kualitas layanan transportasi.

Selain itu, program promosi yang lebih spesifik dan berbasis data akan membantu menarik minat wisatawan dari berbagai negara. Dengan memanfaatkan tren budaya populer dan makanan Korea, KTO berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan memperkuat citra Korea sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik.

Dalam upaya mencapai target 30 juta pengunjung pada 2028, KTO juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas lokal. Kerja sama ini akan memastikan bahwa semua elemen pariwisata Korea bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan kombinasi inovasi teknologi, strategi pemasaran yang efektif, dan kolaborasi lintas sektor, Korea siap menjawab tantangan dan menghadapi peluang dalam industri pariwisata global.

Pos terkait