Strategi Trisula (TRIS) Capai Target Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) memandang prospek kinerja bisnisnya di tahun 2026 tetap cerah, meskipun industri tekstil global tengah menghadapi dinamika pasar yang semakin selektif. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan kinerja yang solid pada tahun ini, didorong oleh pemulihan bertahap permintaan global.

Proyeksi Kinerja 2026: Optimisme di Tengah Selektivitas Pasar

Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menyatakan keyakinannya terhadap peluang pertumbuhan yang baik dan prospektif di tahun 2026. Meskipun pasar menunjukkan selektivitas yang lebih tinggi, TRIS memprediksi kinerja perusahaan akan terus mengalami peningkatan.

“Tahun 2026 tetap memiliki peluang yang baik dan prospektif, meskipun diwarnai dinamika pasar yang lebih selektif, kami memproyeksikan kinerja akan mengalami pertumbuhan,” ungkap Widjaya.

Menurut Widjaya, pemulihan permintaan ini terutama berasal dari segmen pelanggan yang sangat mengutamakan beberapa aspek krusial dalam proses manufaktur, yaitu:

  • Konsistensi Kualitas: Pelanggan semakin menuntut produk dengan standar kualitas yang tinggi dan terjaga.
  • Fleksibilitas Produksi: Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan dan volume produksi menjadi nilai tambah.
  • Kemampuan Multi-Skill: Tenaga kerja yang memiliki keahlian beragam dalam proses manufaktur menjadi aset penting.

Selain itu, TRIS juga mencatat perkembangan positif dari peningkatan pesanan (order) dan pengembangan produk baru yang datang dari pelanggan-pelanggan eksisting. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang terus terbangun dengan mitra bisnis yang sudah ada.

Di sisi lain, kontribusi positif juga mulai terlihat dari akuisisi pelanggan baru untuk pasar ekspor. Perusahaan berhasil menjajaki pasar baru di Amerika Serikat dan Singapura, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan bisnis TRIS secara global.

Perhitungan Target Kinerja dan Belanja Modal

Meskipun optimisme menyelimuti prospek 2026, manajemen TRIS masih dalam tahap perhitungan untuk menetapkan target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini. Hal ini dikarenakan hasil kinerja keuangan untuk tahun buku 2025 belum sepenuhnya final.

Namun demikian, perusahaan sangat optimistis bahwa kinerja tahun ini akan mampu melampaui pencapaian tahun sebelumnya. “Angka target pertumbuhan masih dihitung karena hasil tahunan 2025 masih belum final. Akan tetapi kami optimistis bisa mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Widjaya.

Untuk mendukung rencana ekspansi bisnis yang lebih agresif, TRIS telah mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar kurang lebih Rp 35 miliar untuk tahun 2026. Dana ini akan difokuskan pada beberapa area strategis, meliputi:

  • Peningkatan Produktivitas: Mengoptimalkan efisiensi kerja dan hasil produksi.
  • Efisiensi Operasional: Mengurangi biaya operasional tanpa mengurangi kualitas.
  • Peningkatan Kualitas Produk: Memastikan standar kualitas yang semakin tinggi.
  • Penambahan Kapasitas Produksi: Memperluas kemampuan produksi untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Menghadapi Tantangan Industri Tekstil Global

Di tengah peluang pertumbuhan yang ada, industri tekstil global tidak terlepas dari berbagai tantangan signifikan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan yang semakin ketat dari negara-negara produsen tekstil besar. Negara-negara seperti China, India, Vietnam, dan Bangladesh kerap menawarkan produk dengan harga yang relatif murah berkat skala produksi mereka yang masif.

Menyadari lanskap persaingan yang kompleks ini, Widjaya menjelaskan bahwa TRIS memiliki strategi yang berbeda. Perusahaan memilih untuk tidak bersaing secara langsung di pasar massal yang sangat sensitif terhadap harga. Sebaliknya, TRIS memfokuskan diri untuk menyasar segmen pasar khusus atau niche market.

“TRIS sendiri bermain di pasar yang berbeda, yaitu menyasar niche market,” tegasnya. Pendekatan ini memungkinkan TRIS untuk bersaing berdasarkan nilai tambah lain selain harga, seperti kualitas, inovasi, dan layanan.

Strategi Bisnis Penguatan Posisi Pasar

Untuk memperkuat posisinya di pasar global dan domestik, TRIS telah menyiapkan serangkaian strategi bisnis yang terarah. Salah satu strategi kunci adalah memperkuat merek ritel milik perseroan, yaitu JOBB dan Jack Nicklaus. Penguatan merek ini akan dilakukan bersamaan dengan upaya perluasan jaringan penjualan untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Di samping itu, TRIS tetap berkomitmen untuk terus memperluas pasar ekspor. Upaya ini dilakukan dengan cara menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada, sekaligus aktif mencari peluang menjalin kerjasama dengan pelanggan baru, baik di pasar domestik maupun di kancah global.

“TRIS secara konsisten mengandalkan kualitas serta fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan para pelanggan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi TRIS dalam bersaing di pasar global,” tandas Widjaya, menekankan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan terletak pada kombinasi kualitas produk yang tak tertandingi dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan spesifik setiap pelanggan.

Pos terkait