Kapan THR ASN 2026 Cair? Pemerintah Bocorkan Jadwal dan Anggaran Fantastis
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, kabar mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu informasi yang paling ditunggu-tunggu oleh jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta para pensiunan. Pemerintah telah mengumumkan jadwal penyaluran THR yang dipastikan akan cair lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya, dengan persiapan anggaran yang signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pernyataan resminya, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk penyaluran THR tahun ini. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang akan dibagikan kepada sekitar 10,5 juta jiwa penerima.
Penerima THR ini mencakup berbagai kalangan, mulai dari ASN pusat dan daerah, PPPK, personel TNI dan Polri, hingga para pensiunan. Rincian penyaluran dana tersebut akan menyasar sekitar 2,4 juta ASN pusat, TNI, dan Polri; 4,3 juta ASN daerah; serta 3,8 juta pensiunan.
Penyaluran Bertahap Sejak Awal Ramadan
Salah satu poin penting yang diumumkan adalah jadwal pencairan THR. Airlangga menambahkan bahwa penyaluran akan dilakukan secara bertahap, dimulai sejak tanggal 26 Februari 2026, atau bertepatan dengan minggu pertama bulan Ramadan. Kebijakan percepatan penyaluran ini merupakan strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.
Pemerintah berupaya agar likuiditas masyarakat meningkat secara langsung, sehingga dapat mendorong peningkatan belanja konsumsi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga menyampaikan bahwa pencairan THR diharapkan dapat segera disalurkan di awal bulan puasa.
“Udah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ungkap Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Purbaya menambahkan bahwa penyaluran dana secara masif di awal Ramadan ini diharapkan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan. “Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” terangnya.
Komponen Lengkap THR 2026
Penyaluran THR tahun 2026 ini akan mengacu pada aturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025, yang mengatur berbagai komponen tunjangan yang akan diterima. Komponen-komponen tersebut meliputi:
Gaji Pokok:
Besaran gaji pokok yang diterima akan disesuaikan dengan pangkat, golongan, dan masa kerja masing-masing ASN, PPPK, TNI, Polri, atau pensiunan. Kisaran gaji pokok ini bervariasi, mulai dari Rp 1.684.200 hingga Rp 3.789.700.Tunjangan Keluarga:
Tunjangan ini mencakup tunjangan untuk suami/istri dan anak, sesuai dengan ketentuan dan golongan yang berlaku. Besaran tunjangan keluarga ini umumnya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000.Tunjangan Pangan:
Tunjangan pangan ini biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan beras atau pengganti nilai beras. Besaran yang ditetapkan berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 320.000.Tunjangan Jabatan atau Tunjangan Umum:
Komponen ini mencakup tunjangan struktural, fungsional, maupun tunjangan umum bagi ASN yang tidak menduduki jabatan struktural atau fungsional. Besaran tunjangan ini berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000.Tunjangan Kinerja (Tukin):
Besaran tunjangan kinerja akan disesuaikan dengan kebijakan fiskal pemerintah dan dapat dibayarkan secara penuh maupun sebagian. Tunjangan ini dikhususkan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dengan kisaran nominal antara Rp 500.000 hingga Rp 2.500.000.
Penting untuk dicatat bahwa pemberian THR ini merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji ke-13, yang biasanya disalurkan pada bulan Juni. Dengan adanya percepatan penyaluran THR ini, diharapkan dapat memberikan angin segar bagi para penerima untuk mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus berkontribusi pada roda perekonomian nasional.





