Tiga Katering Jatim Jamin Makanan Haji 2026

Tiga Katering Jawa Timur Siap Suplai Makanan Jemaah Haji 2026 di Tanah Suci

Surabaya – Kepastian pasokan makanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 telah terkonfirmasi. Tiga perusahaan katering terkemuka dari Provinsi Jawa Timur mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pemasok utama logistik makanan bagi para tamu Allah dari Indonesia. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang telah berupaya keras agar Jatim dapat berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan jemaah haji.

Upaya Pemprov Jatim untuk turut serta dalam penyediaan makanan bagi jemaah haji bukanlah hal baru. Mengingat jumlah jemaah haji asal Indonesia yang sangat besar setiap tahunnya, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi jemaah maupun bagi perekonomian daerah.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, atas izin pendirian “kampung haji” khusus untuk Indonesia di Makkah. Keberadaan kampung haji ini tidak hanya menjadi simbol kedekatan hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia, termasuk Jatim, untuk terlibat lebih jauh dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita sampaikan terima kasih secara khusus. Kemarin kita mendapatkan hadiah kurma dari Raja Salman. Dan terima kasih lagi Indonesia diperbolehkan untuk membuat kampung haji di Makkah,” ungkap Gubernur Khofifah usai acara penyerahan hadiah kurma dari Raja Salman, pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa kesempatan ini merupakan anugerah luar biasa yang diberikan oleh Raja Salman kepada Indonesia. “Ini adalah kesempatan luar biasa yang diberikan Raja Salman kepada Indonesia dan pada musim haji ini ada tiga katering di Jatim yang mendapatkan kesempatan suplai logistik di musim haji,” tegasnya.

Tawaran Strategis untuk Produk Makanan Siap Saji

Sebelumnya, Gubernur Khofifah telah secara aktif menjajaki kemungkinan ini. Pada akhir tahun 2025, saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umroh RI, KH. M. Irfan Yusuf, di Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah telah mengutarakan dan menawarkan kesiapan Jatim untuk menyuplai kebutuhan permakanan bagi jemaah haji dan umroh di Arab Saudi.

Penawaran utama yang diajukan adalah produk makanan siap makan atau Ready To Eat (RTE). Produk ini dinilai sangat relevan dan praktis untuk dikonsumsi oleh jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami siap menyuplai produk makanan siap makan atau Ready To Eat (RTE) sehingga bisa dikonsumsi jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya saat itu.

Produk RTE yang ditawarkan telah banyak dikembangkan dan digunakan di Jawa Timur. Produk-produk ini dikemas dalam bentuk yang terjamin kualitasnya dan telah tersertifikasi halal, memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.

Potensi UMKM dan Ekspor Produk Halal Jatim

Dalam kesempatan presentasi tersebut, Gubernur Khofifah tidak hanya sekadar menawarkan, tetapi juga turut menyajikan contoh-contoh produk RTE yang dihasilkan oleh industri di Jatim, khususnya dari kawasan Pandaan, Pasuruan. Makanan dalam kemasan RTE ini umumnya disajikan dalam bentuk kaleng yang siap disantap, memudahkan para jemaah.

Keunggulan lain yang dimiliki Jatim adalah ekosistem industri halalnya yang kuat. Terdapat 52 Rumah Potong Unggas (RPU) dan 127 Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah mengantongi sertifikasi halal. Ketersediaan sumber daya ini menjadi modal penting dalam menjamin kualitas dan kehalalan produk makanan yang akan disuplai.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah yakin bahwa berbagai bentuk dan suplai makanan RTE dari Jatim akan sangat mendukung seluruh aktivitas jemaah haji dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi mereka selama beribadah.

“Kita harus bisa berkontribusi menyuplai kebutuhan permakanan ekspor ke Jeddah. Jangan sampai permakanan jatuh ke negara lain yang belum memiliki sertifikasi halal,” tekannya.

Langkah Konkret dan Harapan ke Depan

Dalam setiap pertemuan strategis, Gubernur Khofifah senantiasa menekankan pentingnya detail teknis. Ia meminta Kementerian Haji dan Umroh untuk merinci jenis-jenis produk makanan siap saji seperti apa saja yang diizinkan untuk masuk ke Arab Saudi. Dengan informasi yang detail, Pemprov Jatim bersama para pelaku industri halal dapat segera mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan agar produk-produk tersebut dapat dikirim ke Arab Saudi.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah meyakini bahwa implementasi penyediaan makanan RTE ini akan memberikan dorongan signifikan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur.

“Kami berharap Kemenhaj dan Umroh bisa mendetailkan item-item apa saja yang dibutuhkan. Saya yakin bisa menggerakkan sektor UMKM di Jatim,” pungkasnya, penuh optimisme.

Kesempatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen bagi Jatim untuk berkontribusi dalam ibadah haji, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk memperluas pasar ekspor produk halal Indonesia di kancah internasional.

Pos terkait