Nasib WNI Korban Penipuan Kerja di Kamboja: Sebagian Terdata, Sebagian Berjuang Pulang Mandiri
Kasus penipuan berkedok tawaran pekerjaan di Kamboja yang menjerat sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) terus menimbulkan keprihatinan. Di antara para korban, terdapat sejumlah individu yang berasal dari Provinsi Jambi. Namun, data mengenai penanganan dan pemulangan mereka menunjukkan adanya disparitas, di mana hanya sebagian kecil yang tercatat dalam daftar pemerintah, sementara yang lain harus berjuang membiayai kepulangan mereka sendiri.
Menurut informasi yang dihimpun, dari total sebelas korban penipuan kerja asal Jambi yang menjadi sasaran sindikat di Kamboja, hanya dua nama yang secara resmi terdata dalam daftar penanganan Pemerintah Provinsi Jambi. Kedua individu tersebut adalah Andri Budi Sanjaya dan Chilva Shety Priyanka Elwani.
Dua Nama yang Terdata Resmi
Andri Budi Sanjaya, salah satu korban yang kini berada di Kamboja, membenarkan hal ini. Ia mengungkapkan bahwa informasi mengenai status terdaftarnya namanya dalam daftar keberangkatan pulang ke Indonesia diperoleh langsung dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.
“Katanya, nama Syehdi ga ada dalam list pemerintah, cuma saya dan Chilva. Informasi dari Pak Zen (Pihak KBRI), Chilva di hotel,” ujar Andri melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026). Ia menambahkan bahwa Chilva Shety Priyanka Elwani saat ini tengah berada di sebuah penampungan hotel, menunggu proses kepulangan.
Andri juga menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai keberadaan Chilva di Kamboja melalui pihak KBRI. Hal ini menunjukkan bahwa KBRI memainkan peran penting dalam memverifikasi dan membantu korban yang teridentifikasi.
Perjuangan Tiga Korban Lainnya
Lebih lanjut, Andri menuturkan bahwa terdapat tiga Warga Jambi lainnya yang juga menjadi korban penipuan serupa, namun memilih atau terpaksa berangkat pulang ke Indonesia menggunakan biaya pribadi. Ketiga individu tersebut adalah Fajar Setiawan, M Eep Abdul Fatah, dan Mustafa Ramadhani.
“Orang Jambi itu ada lima, dari lima orang itu, yang tiga udah ongkos sendiri,” ungkapnya, menggambarkan situasi sulit yang dihadapi sebagian korban.
Meskipun harus menanggung biaya kepulangan sendiri, Andri juga mendapatkan informasi mengenai jadwal kepulangan Fajar, Eep, dan Mustafa. Mereka diperkirakan akan tiba di Indonesia pada rentang tanggal 10 hingga 11 Maret mendatang.
Perkembangan Pemulangan Korban Lainnya
Andri juga memberikan kabar terbaru mengenai pemulangan korban penipuan kerja lainnya. Ia menyebutkan bahwa pada hari yang sama saat ia memberikan keterangan, terdapat empat orang korban yang telah diberangkatkan pulang ke Indonesia. Keempat individu tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Batam, Medan, dan Jakarta.
Situasi ini menyoroti kompleksitas penanganan kasus penipuan kerja internasional, di mana berbagai pihak, termasuk KBRI dan pemerintah daerah, perlu berkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan kepulangan seluruh WNI yang menjadi korban.
Daftar Nama Korban Penipuan Kerja di Kamboja Asal Jambi:
Berikut adalah daftar nama korban penipuan kerja di Kamboja yang berasal dari Jambi, beserta status penanganan mereka:
Andri Budi Sanjaya
- Asal: Jambi
- Status: Terdata di Pemerintah Jambi, menunggu jadwal kepulangan.
Chilva Shety Priyanka Elwani
- Asal: Jambi
- Status: Terdata di Pemerintah Jambi, saat ini berada di penampungan hotel menunggu kepulangan.
Fajar Setiawan
- Asal: Jambi
- Status: Pulang menggunakan biaya sendiri, dijadwalkan tiba di Indonesia antara 10-11 Maret.
M Eep Abdul Fatah
- Asal: Jambi
- Status: Pulang menggunakan biaya sendiri, dijadwalkan tiba di Indonesia antara 10-11 Maret.
Mustafa Ramadhani
- Asal: Jambi
- Status: Pulang menggunakan biaya sendiri, dijadwalkan tiba di Indonesia antara 10-11 Maret.
Syehdi
- Asal: Kabupaten Sarolangun, Jambi
- Status: Belum terdata di Pemerintah Jambi.
Deri Setiawan
- Asal: Jambi
- Status: Belum Terdata di Pemerintah Jambi.
Dison
- Asal: Jambi
- Status: Belum Terdata di Pemerintah Jambi.
Rangga Gustianto
- Asal: Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian, Jambi
- Status: Belum terdata di pemerintah Jambi.
Rizky Warnizon
- Asal: Jambi
- Status: Belum Terdata di Pemerintah Jambi.
Vikky Pratama Putra
- Asal: Jambi
- Status: Belum Terdata di Pemerintah Jambi.
Audy Lyliana Putri
- Asal: Jambi
- Status: Telah dijemput oleh orang tuanya.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan, terutama yang menjanjikan gaji tinggi dan proses rekrutmen yang tidak jelas. Pemerintah dan instansi terkait terus berupaya melakukan penanganan, namun kesadaran diri dan verifikasi informasi sebelum berangkat ke luar negeri tetap menjadi kunci utama pencegahan.





