Tinjau Stadion Segiri: PSSI dan Komisi X DPR Cek Kesiapan Piala AFF U-17

Peninjauan Kesiapan Stadion Segiri Samarinda Jelang Piala AFF U-17

Samarinda – Kesiapan infrastruktur menjadi elemen krusial dalam penyelenggaraan sebuah turnamen internasional. Menjelang gelaran Piala AFF U-17, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Mahendra Sinulingga, didampingi Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, melakukan peninjauan langsung ke Stadion Segiri di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. Kunjungan mendadak ini dilangsungkan pada hari Senin, 2 Maret 2026, dengan fokus utama memantau kesiapan stadion yang rencananya akan menjadi salah satu venue utama.

Arya Sinulingga tiba lebih awal di lokasi pada pukul 09.00 WITA. Dengan mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan bawahan berwarna krem, ia langsung disambut oleh Kepala UPTD Stadion Segiri, Aspian Noor, beserta Kasubag UPTD GOR Segiri, Dede Friatna. Perwakilan dari manajemen Borneo FC, klub yang menjadikan Stadion Segiri sebagai markasnya, turut hadir menyambut. Di antaranya adalah Sekretaris klub Reza Katamsi, Head Office Abe Hedly, dan Safety Security Officer Herman.

Rombongan kemudian langsung bergerak menuju area lapangan rumput Stadion Segiri, memasuki area melalui Gate Satu. Tepat tidak lama setelah rombongan Arya tiba, Hetifah Sjaifudian menyusul kehadirannya di lokasi peninjauan. Mengenakan rompi bermotif khas, Hetifah tampak antusias mengabadikan berbagai sudut dan kondisi terkini dari stadion kebanggaan masyarakat Samarinda ini.

Meski agenda peninjauan ini memiliki bobot yang signifikan, mengingat status Samarinda dan Balikpapan yang tengah berjuang menjadi tuan rumah, baik Hetifah maupun Arya masih memilih untuk menahan diri memberikan keterangan mendalam kepada awak media mengenai hasil observasi mereka. Hal ini menunjukkan adanya proses evaluasi yang sedang berlangsung dan perlunya koordinasi lebih lanjut sebelum informasi resmi disampaikan.

“Nanti saja ya wawancaranya. Setelah jam 11.00 ketemu Gubernur Kaltim di kantornya,” ujar Hetifah singkat kepada wartawan yang menunggunya di lokasi, sebelum rombongan bertolak meninggalkan Stadion Segiri. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa keputusan final mengenai status tuan rumah dan kesiapan infrastruktur akan dibahas lebih komprehensif dalam pertemuan tingkat tinggi.

Koordinasi Lanjutan dengan Pemerintah Provinsi

Setelah melakukan peninjauan lapangan di Stadion Segiri, rombongan kemudian melanjutkan agenda mereka menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Samarinda. Pertemuan yang dijadwalkan untuk dilaksanakan setelah pukul 11.00 WITA ini bersifat tertutup. Fokus utama pertemuan ini adalah untuk melakukan koordinasi mendalam terkait berbagai aspek penyelenggaraan ajang sepak bola kelompok umur level Asia Tenggara tersebut.

Diskusi dalam pertemuan ini diperkirakan mencakup beberapa poin penting, antara lain:

  • Evaluasi Teknis Stadion: Pembahasan mendalam mengenai fasilitas yang ada di Stadion Segiri, termasuk kondisi lapangan, tribun penonton, ruang ganti pemain, serta infrastruktur pendukung lainnya yang sesuai dengan standar FIFA dan AFC untuk turnamen internasional.
  • Keamanan dan Keselamatan: Aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penerapan protokol keamanan yang ketat selama perhelatan turnamen.
  • Akomodasi dan Transportasi: Perencanaan mengenai penyediaan akomodasi yang layak bagi tim peserta, ofisial, serta tamu undangan, termasuk pengaturan transportasi yang efisien selama turnamen berlangsung.
  • Logistik dan Perizinan: Pengurusan berbagai izin yang diperlukan dari pemerintah daerah dan pusat, serta persiapan logistik yang mencakup segala kebutuhan teknis pertandingan.
  • Dukungan Pemerintah Daerah: Penegasan komitmen dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menyukseskan penyelenggaraan Piala AFF U-17, baik dari segi anggaran maupun fasilitasi lainnya.

Keputusan mengenai penunjukan tuan rumah Piala AFF U-17 ini sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola di Indonesia. Keberhasilan Samarinda dan Balikpapan dalam memenuhi kriteria kesiapan infrastruktur akan menjadi penentu. Peninjauan yang dilakukan oleh perwakilan PSSI dan DPR RI ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa semua aspek telah dipersiapkan dengan matang demi kelancaran dan kesuksesan turnamen.

Harapannya, peninjauan dan koordinasi yang dilakukan ini akan membuahkan hasil positif, memberikan kepastian bagi publik, dan yang terpenting, menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional dengan standar tinggi.

Pos terkait