UFC 326: Mimpi Besar Makhachev Usai Taklukkan Holloway

Charles Oliveira, yang pernah merasakan kekalahan dari Islam Makhachev, kini mulai merajut skenario masa depan yang ambisius, bahkan membayangkan kemungkinan kembali menaklukkan kelas bulu jika berhasil mengalahkan Max Holloway dalam duel akbar di UFC 326. Pertarungan yang dijadwalkan pada 8 Maret mendatang ini memegang peranan krusial bagi petarung asal Brasil tersebut. Sebuah kemenangan tentu akan membuka kembali gerbang menuju perebutan sabuk juara kelas ringan, impian yang selalu ia genggam erat. Namun, di balik fokus pada kelas ringan, terselip sebuah rencana yang tak kalah menarik: Oliveira diam-diam tengah mempertimbangkan untuk menjajal kembali peruntungannya di kelas bulu.

Jejak Karir di Kelas Bulu

Oliveira bukanlah nama asing di divisi kelas bulu, sebuah kategori dengan batas berat badan 145 pound atau sekitar 65 kilogram. Kenangannya di divisi ini cukup berkesan. Pada tahun 2012, ia pertama kali menginjakkan kaki di arena kelas bulu sebagai seorang petarung. Debutnya melawan Eric Wisely berakhir manis dengan kemenangan melalui kuncian yang memukau. Kemenangan ini menjadi awal yang menjanjikan.

Namun, perjalanan Oliveira di kelas bulu tidak selalu mulus. Setelah kemenangan perdananya, ia kerap dihadapkan pada rintangan yang berliku. Salah satu tantangan terbesar yang seringkali ia hadapi adalah kegagalan memenuhi batas berat badan yang ketat untuk kelas bulu. Situasi ini akhirnya mendorongnya untuk beralih ke kelas ringan, di mana performanya secara keseluruhan bisa dikatakan cukup impresif dan stabil. Di kelas inilah ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu petarung paling berbahaya.

Ambisi Ganda: Gelar Ringan dan Kembalinya ke Kelas Bulu

Kini, Oliveira tengah menantikan jadwal pertarungan UFC 326 yang akan mempertemukannya dengan Max Holloway. Pertarungan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan batu loncatan penting bagi ambisinya. Jika ia berhasil meraih kemenangan dalam duel krusial ini, rencananya tidak berhenti di situ. Ia berambisi untuk memperebutkan sabuk juara kelas ringan, namun tak lama setelah itu, ia ingin kembali menguji keberaniannya di kelas bulu.

“Saya rasa, saya masih bisa memenuhi batas berat badan kelas bulu,” ujar Oliveira, mengisyaratkan keyakinannya pada kemampuan fisiknya. Ungkapannya ini membuka tabir potensi langkah selanjutnya yang mengejutkan banyak pihak.

Lebih lanjut, Oliveira mengungkapkan sebuah visi yang sangat berani dan mungkin terdengar seperti sebuah fantasi bagi sebagian orang. Ia berbicara tentang keinginan untuk meraih dua gelar sekaligus dan kemudian membuat keputusan drastis.

  • Gelar BMF: Oliveira secara spesifik menyebutkan keinginannya untuk meraih gelar BMF (Baddest Motherf***er). Gelar ini memiliki prestise tersendiri di UFC, seringkali diberikan kepada petarung yang menunjukkan keberanian luar biasa dan gaya bertarung yang menghibur.
  • Gelar Kelas Ringan: Setelah itu, ia bertekad untuk merengkuh sabuk juara kelas ringan pada akhir tahun yang sama.
  • Pindah ke Kelas Bulu: Yang paling mengejutkan adalah niatnya untuk kemudian melepaskan kedua gelar tersebut dan kembali bertarung di kelas bulu.

“Saya tidak tahu ini hanya impian ataupun imajinasi saya. Saya ingin menggondol gelar BMF itu, lalu menyabet gelar juara kelas ringan pada akhir tahun nanti. Kemudian, saya akan melepas dua gelar itu dan pindah ke kelas bulu,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Namun, ia juga menyadari betapa ambisius dan mungkin tidak realistisnya rencana ini. “Namun, saya tak tahu pasti apakah itu hanya impian atau saya yang gila,” tambahnya dengan sedikit keraguan, namun tetap menunjukkan semangat untuk melihat bagaimana masa depan akan terbentang. “Mari kita lihat ke depannya,” imbuhnya, meninggalkan ruang bagi spekulasi dan antisipasi.

Rekam Jejak Charles Oliveira

Perjalanan Charles Oliveira di dunia Mixed Martial Arts (MMA) memang sangat panjang dan penuh warna. Petarung yang dijuluki “Do Bronx” ini memiliki rekam jejak yang mengesankan. Ia tercatat telah menggelar total 48 pertarungan sepanjang karirnya. Dari jumlah tersebut, ia berhasil meraih 36 kemenangan, mengalami 11 kekalahan, dan satu pertarungan berakhir tanpa hasil (no contest).

Salah satu kekalahan yang paling dikenang dalam karirnya adalah saat ia berhadapan dengan Islam Makhachev. Dalam duel yang digelar UFC pada tahun 2022, Oliveira harus mengakui keunggulan Makhachev, meskipun saat itu ia sedang dalam tren kemenangan beruntun yang impresif, yaitu 11 kali kemenangan berturut-turut. Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga baginya, dan mungkin menjadi salah satu motivasi di balik ambisi besarnya saat ini.

Menarik untuk terus menantikan langkah selanjutnya dari petarung veteran ini. Dengan visi yang begitu berani dan rekam jejak yang sudah terukir di pentas MMA, Charles Oliveira selalu berhasil menghadirkan kejutan dan pertarungan yang mendebarkan bagi para penggemar. Keinginannya untuk merebut gelar di dua kelas berbeda dan bahkan kembali ke kelas yang pernah ia tinggalkan menunjukkan bahwa semangat juang dan ambisinya belum padam.

Pos terkait