Penerbangan Umrah Tetap Berjalan Normal di Makassar Meski Ada Imbauan Penundaan
Makassar, Sulawesi Selatan – Meskipun Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan imbauan kepada calon jemaah untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci, aktivitas penerbangan umrah melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dilaporkan masih berjalan normal hingga Senin, 2 Maret 2025. Belum ada laporan mengenai pembatalan penerbangan yang signifikan yang memengaruhi para calon jemaah.
Situasi di bandara terpantau kondusif, tanpa adanya penumpukan penumpang yang mengindikasikan adanya pembatalan massal. Para penumpang yang seharusnya berangkat untuk menunaikan ibadah umrah tampak melanjutkan aktivitas mereka sesuai jadwal yang telah ditentukan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengonfirmasi bahwa pada pagi hari Senin tersebut, terdapat dua penerbangan yang dijadwalkan menuju Jeddah. Kedua penerbangan ini dilayani oleh maskapai penerbangan yang berbeda.
- Maskapai Flyadeal: Penerbangan dijadwalkan berangkat pada pukul 07.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Penerbangan ini membawa sekitar 110 penumpang.
- Maskapai Lion Air: Penerbangan dijadwalkan berangkat pada pukul 09.41 Wita. Berbeda dengan Flyadeal, penerbangan Lion Air pada pagi itu dilaporkan sebagai penerbangan ferry flight, yang berarti tidak membawa penumpang umrah melainkan hanya untuk keperluan operasional maskapai.
Minggus Gandeguai menjelaskan bahwa kedua maskapai tersebut saat ini merupakan operator utama yang melayani penerbangan langsung dari Makassar menuju Jeddah untuk jamaah umrah. Ia menambahkan bahwa operasional penerbangan tetap berjalan lancar karena rute yang ditempuh tidak melintasi wilayah konflik yang sedang memanas di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Operasional tetap normal karena tidak melewati area konflik,” jelasnya, menegaskan bahwa rute penerbangan telah diatur sedemikian rupa untuk menghindari zona berbahaya.
Imbauan Penundaan dan Respons Agen Travel
Imbauan penundaan keberangkatan umrah dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar di wilayah tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas regional dan membahayakan keselamatan jemaah.
Namun, di lapangan, para agen travel umrah masih menunggu instruksi lebih lanjut dari otoritas terkait. Ahmad Yani, salah seorang agen travel umrah, mengaku belum menerima informasi resmi mengenai tindak lanjut dari imbauan penundaan tersebut.
“Belum ada informasi pasti dari pihak travel bagaimana kelanjutannya. Kami masih menunggu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa koordinasi lebih lanjut belum dapat dilakukan karena belum adanya keputusan resmi yang jelas.
Jadwal keberangkatan terdekat untuk jemaah dari agen travel Ahmad Yani direncanakan pada tanggal 9 Maret mendatang. Kepastian apakah keberangkatan tersebut akan tetap dilaksanakan atau ditunda masih menjadi tanda tanya besar, menunggu informasi resmi yang akan dikeluarkan.
Selain itu, Ahmad Yani juga menyebutkan bahwa beberapa jemaah dari agennya saat ini masih berada di Mekkah dan belum memasuki jadwal kepulangan. Mereka masih fokus pada ibadah dan belum memiliki jadwal kembali ke Tanah Air.
Situasi di Lapangan:
- Keberangkatan Tetap Berjalan: Hingga Senin (2/3/2025), belum ada laporan pembatalan penerbangan umrah melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
- Aktivitas Normal: Aktivitas di bandara terpantau normal, tanpa penumpukan penumpang yang batal berangkat.
- Dua Penerbangan Menuju Jeddah: Maskapai Flyadeal (110 penumpang) dan Lion Air (ferry flight) beroperasi sesuai jadwal.
- Rute Aman: Penerbangan tidak melintasi wilayah konflik Iran–Israel.
- Menunggu Instruksi: Agen travel masih menunggu informasi resmi terkait imbauan penundaan dari Kementerian Haji dan Umrah.
Agen travel lainnya, Rahmawati, juga melaporkan bahwa aktivitas di agennya masih berjalan normal. Bahkan, pada hari yang sama, terdapat 26 jemaah yang diberangkatkan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
“Info yang kami terima, semua maskapai masih on schedule tidak ada penundaan, mungkin saat ini jalur yang dilalui masih aman saja,” tutupnya, mencerminkan optimisme yang masih dipegang oleh para pelaku industri perjalanan umrah di Makassar.
Meski imbauan penundaan telah dikeluarkan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa operasional penerbangan umrah masih berjalan sesuai rencana, didukung oleh pemilihan rute yang strategis untuk menghindari potensi risiko keamanan. Para agen travel dan calon jemaah kini menantikan perkembangan lebih lanjut dan arahan resmi untuk memastikan kelancaran ibadah mereka.





