Seminar Internasional Fokus pada Ekonomi Berkelanjutan dan Transformasi Digital
Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Thaksin University dari Thailand menggelar seminar internasional bertajuk “The Future of Sustainable Economies: AI, Innovation, and Digital Transformation”. Acara ini diselenggarakan di Ruang Diklat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK, Kopelma Darussalam, pada Selasa (23/6/2026). Seminar ini menjadi bagian dari Program World Class University (WCU) Inbound Student Mobility yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi internasional.
Pembahasan utama dalam seminar ini mencakup peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), inovasi, dan transformasi digital dalam membentuk masa depan ekonomi global yang berkelanjutan. Akademisi dari Thaksin University, Dr Thanawit Bunsit, menyampaikan bahwa AI, inovasi, dan transformasi digital akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pembangunan ekonomi dunia di masa depan.
Menurut Thanawit, dunia saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang dipengaruhi oleh tiga tren utama. Pertama, transisi menuju ekonomi hijau, kedua, perkembangan teknologi berbasis AI, dan ketiga, digitalisasi yang menjadikan data sebagai aset strategis. Ketiga faktor tersebut tidak hanya mengubah model bisnis dan pasar tenaga kerja, tetapi juga memengaruhi cara negara dan institusi pendidikan mempersiapkan sumber daya manusia masa depan.
“Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan global. Literasi digital, kemampuan analisis data, serta pemahaman tentang keberlanjutan harus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” ujar Thanawit.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inklusivitas sosial, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Bagi negara berkembang, investasi di bidang pendidikan dan inovasi menjadi langkah efektif untuk membangun daya saing jangka panjang.
Kolaborasi Akademik untuk Pemahaman Global
Sementara itu, Koordinator Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK, Dr Riha Dedi Priantana, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh perspektif global secara langsung dari akademisi luar negeri.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu global yang berkembang, khususnya terkait transformasi digital, kecerdasan buatan, dan agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Riha.
Selain seminar, Program Inbound Student Mobility juga menjadi wadah interaksi akademik antara mahasiswa USK dan mahasiswa Thaksin University. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas pada masa mendatang.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Seminar ini juga menjadi ajang diskusi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi dunia dalam menghadapi transformasi digital dan penerapan AI. Para peserta sepakat bahwa perlu adanya pendekatan holistik dalam merancang kebijakan dan kurikulum pendidikan yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi.
Beberapa topik yang dibahas antara lain:
- Peran AI dalam meningkatkan efisiensi ekonomi dan pengambilan keputusan.
- Pentingnya inovasi dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan.
- Pengembangan kapasitas SDM melalui program pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, diperlukan kesadaran kolektif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya berdampak positif bagi ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.





