Wapres Ke-6 RI, Eks Panglima ABRI, Try Sutrisno Berpulang

Berpulangnya Try Sutrisno, Wakil Presiden RI Periode 1993-1998

Indonesia berduka cita mendalam atas wafatnya Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada hari Senin, tanggal 2 Maret, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar duka ini telah dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Bapak Prasetyo Hadi, yang menyampaikan rasa belasungkawa yang amat dalam atas kehilangan sosok negarawan ini.

Jenazah almarhum Bapak Try Sutrisno direncanakan akan menjalani prosesi pemandian di rumah duka RSPAD. Selanjutnya, jenazah akan dibawa menuju rumah duka yang beralamat di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

Profil Singkat Sang Wakil Presiden

Bapak Try Sutrisno memiliki rekam jejak yang panjang dan mengesankan dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Beliau mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto dalam memimpin roda pemerintahan.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 15 November 1935, Bapak Try Sutrisno merupakan salah satu tokoh penting yang berasal dari latar belakang militer di jajaran Wakil Presiden Indonesia. Perjalanan kariernya di dunia militer dimulai ketika beliau diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1956.

Karier Militer yang Gemilang

Karier militer Bapak Try Sutrisno terus berkembang pesat seiring waktu. Salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya adalah keterlibatannya dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada tahun 1962. Operasi inilah yang menjadi titik awal perkenalannya dengan Bapak Soeharto, yang kelak akan menjadi Presiden dan rekan kerjanya di pemerintahan.

Pada tahun 1974, Bapak Try Sutrisno kembali dipercaya untuk mengemban tugas penting sebagai ajudan Presiden Soeharto. Kepercayaan ini menjadi bukti dedikasi dan kemampuannya dalam melayani negara. Kariernya semakin menanjak ketika pada bulan Agustus 1985, beliau berhasil meraih pangkat Letnan Jenderal TNI. Tak lama berselang, beliau diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal TNI Rhudini.

Jabatan-jabatan strategis yang diemban oleh Bapak Try Sutrisno menunjukkan betapa besar peran dan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Pengalamannya di dunia militer yang panjang dan mendalam menjadi bekal berharga saat beliau melangkah ke panggung politik nasional sebagai Wakil Presiden.

Kepergian Bapak Try Sutrisno meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau dikenang sebagai sosok yang tegas, berdedikasi, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan bangsa. Warisan pemikiran dan pengabdiannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Pos terkait